Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IPTEKS BAGI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) Sulistyianingsih, Tri; Masmuh, Abdullah; Kurnia Hardini, Hevi
Jurnal Dedikasi Vol 10 (2013): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.576 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v10i0.1760

Abstract

Sulistyianingsih T1, Abdullah Masmuh2, Hevi Kurnia Hardini3Staf Pengajar. Jurusan Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah MalangAlamat Korespondensi : Jl. Raya Tlogomas 246 MalangABSTRAKSebagai wujud dari social responsibility yang baik dalam hal ini tim pengabdian melalui programPPMI 2012-2013, berupaya memberikan bentuk pengabdian yang tidak hanya bersifat soft-skilltetapi juga bersifat penguatan kelembagaan, yang nantinya diharapkan dapat tetap melangsungkanpenguatan soft skill yang dibekalkan kepada masyarakat pasca program pengabdian.Pada akhirnya tercetuslah bentuk pengabdian yang memberi pembekalan pendidikan untukmasyarakat melalui lembaga Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM ) Aisyiyah Dau, Kab. Malang.Lembaga ini dinilai strategis sebagai pelangsung program pengabdian, yang akhirnya dijalin kerjasamasebagai mitra I. Kemudian dalam menentukan mitra II, tim pengabdian melihat aspek kebermanfaatanpada pentingnya pembekalan skills pada generasi muda binaan Panti Asuhan (PA) Aisyiyah Dau Kab.Malang sebagai bekal purna asuh dan kemandirian bagi mereka.Program kursus menjahit dipandang sebagai sebuah skill pendidikan informal yang strategisuntuk tetap dilanjutkan, sebagaimana suksesnya program pengabdian periode sebelumnya. Hal iniditunjukkan oleh: (1) Tingginya animo masyarakat untuk mengikuti kursus menjahit (tidak hanyaberasal dari peserta asuhan PA Putri ‘Aisyiyah Dau tetapi juga berasal dari masyarakat sekitar), dan(2) Strategisnya PKBM sebagai pusat belajar masyarakat secara kolektif, terarah/terprogram, danberkelanjutan. Atas dasar tersebut, Tim Program Pengabdian ini terus melakukan pembinaan terhadapPKBM Aisyiyah Dau Malang dan pengembangan kursus menjahit yang lebih meluas dan mencakupmasyarakat yang mebutuhkan. Sebagai upaya yang berkelajutan, Tim melakukan langkah-langkah:(1) menjalin kerjasama dengan BUEKA (Badan Usaha Ekonomi Aisyiyah) sebagai tempat untukmengembangkan usaha yang dirintis oleh peserta binaan, dan (2) membangun jaringan denganinstitusi-intitusi lain utamanya pemerintah setempat.Kata Kunci: Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, Kursus Menjahit, Aisyiyah Dau Malang.
PERAN MUHAMMADIYAH DALAM MEMBANGUN PERADABAN DI DUNIA Abdullah Masmuh
Gema Kampus IISIP YAPIS Biak Vol 15 No 1 (2020): "Gema Kampus" IISIP YAPIS Biak
Publisher : IISIP YAPIS BIak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52049/gemakampus.v15i1.107

Abstract

Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi sosial keagamaan besar di Indonesia, didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tanggal 18 November 1912. Muhammdiyah telah menjadi gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar, baik di bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, dan sosial. Tujuan dari gerakan dakwah adalah terciptanya masyarakat utama, adil dan makmur yang diridai Allah Subhanahu Wata’ala. Muhammadiyah, sebagai organisasi Islam tertua di Indonesia, tidak pernah lelah berbuat yang terbaik untuk menampilkan wajah Islam yang rahmatanlil ‘alamin. Organisasi ini mempunyai peran sebagai problem solving berbagai permasalahan bangsa. Partisipasi para aktivisnya dalam forum-forum antarbangsa telah lama dirintis, baik untuk misi perdamaian, program kemanusiaan, maupun dialog antaragama. Posisi strategis Muhammdiyah di dunia internasional antara lain menyukseskan program-program masyarakat internasional seperti MDGs (Millinium Development Goals) dan dialog antaragama serta kerja sama antarperadaban di beberapa negara, yang dikenal sebagai “soft diplomacy”. Muhammadiyah, di usianya yang jauh melampaui usia Republik Indonesia, tidak pernah berhenti dalam melakukan gerakan sosial yang bermanfaat bagi kemanusiaan dan peradaban, baik dalam lingkup lokal, nasional, dan internasional. Muhammadiyah akan terus mengadvokasi masyarakat akan pentingnya pencerahan, pencerdasan, dan penyejahteraan umat sehingga terwujud peradaban utama di skala nasional maupun internasional. Muhammadiyah juga berperan aktif dalam menggalakkan kemandirian ekonomi umat sebagai jawaban terhadap tantangan dan persaingan era global. Muhammadiyah telah memposisikan dirinya sebagai salah satu organisasi pendukung kemajuan bangsa.
IPTEKS BAGI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) Tri Sulistyianingsih; Abdullah Masmuh; Hevi Kurnia Hardini
Jurnal Dedikasi Vol. 10 (2013): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v10i0.1760

Abstract

Sulistyianingsih T1, Abdullah Masmuh2, Hevi Kurnia Hardini3Staf Pengajar. Jurusan Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah MalangAlamat Korespondensi : Jl. Raya Tlogomas 246 MalangABSTRAKSebagai wujud dari social responsibility yang baik dalam hal ini tim pengabdian melalui programPPMI 2012-2013, berupaya memberikan bentuk pengabdian yang tidak hanya bersifat soft-skilltetapi juga bersifat penguatan kelembagaan, yang nantinya diharapkan dapat tetap melangsungkanpenguatan soft skill yang dibekalkan kepada masyarakat pasca program pengabdian.Pada akhirnya tercetuslah bentuk pengabdian yang memberi pembekalan pendidikan untukmasyarakat melalui lembaga Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM ) Aisyiyah Dau, Kab. Malang.Lembaga ini dinilai strategis sebagai pelangsung program pengabdian, yang akhirnya dijalin kerjasamasebagai mitra I. Kemudian dalam menentukan mitra II, tim pengabdian melihat aspek kebermanfaatanpada pentingnya pembekalan skills pada generasi muda binaan Panti Asuhan (PA) Aisyiyah Dau Kab.Malang sebagai bekal purna asuh dan kemandirian bagi mereka.Program kursus menjahit dipandang sebagai sebuah skill pendidikan informal yang strategisuntuk tetap dilanjutkan, sebagaimana suksesnya program pengabdian periode sebelumnya. Hal iniditunjukkan oleh: (1) Tingginya animo masyarakat untuk mengikuti kursus menjahit (tidak hanyaberasal dari peserta asuhan PA Putri ‘Aisyiyah Dau tetapi juga berasal dari masyarakat sekitar), dan(2) Strategisnya PKBM sebagai pusat belajar masyarakat secara kolektif, terarah/terprogram, danberkelanjutan. Atas dasar tersebut, Tim Program Pengabdian ini terus melakukan pembinaan terhadapPKBM Aisyiyah Dau Malang dan pengembangan kursus menjahit yang lebih meluas dan mencakupmasyarakat yang mebutuhkan. Sebagai upaya yang berkelajutan, Tim melakukan langkah-langkah:(1) menjalin kerjasama dengan BUEKA (Badan Usaha Ekonomi Aisyiyah) sebagai tempat untukmengembangkan usaha yang dirintis oleh peserta binaan, dan (2) membangun jaringan denganinstitusi-intitusi lain utamanya pemerintah setempat.Kata Kunci: Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, Kursus Menjahit, Aisyiyah Dau Malang.