Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Perbandingan Penerapan Fungsi POAC dalam Perusahaan Eastman Kodak Company dan Fujifilm Holdings Corporation Hidayat, Rofik
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 4, No. 2, Desember 2024 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v4i2.5224

Abstract

Abstrak. Perubahan teknologi dari film ke fotografi digital membawa dampak besar pada industri ini, khususnya bagi Eastman Kodak Company dan Fujifilm Holdings Corporation. Keduanya menghadapi tantangan yang serupa namun menghasilkan hasil yang berbeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) pada kedua perusahaan tersebut untuk mengidentifikasi faktor keberhasilan atau kegagalan dalam beradaptasi dengan perubahan teknologi dan pasar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, memanfaatkan data sekunder dari laporan tahunan, artikel jurnal, dan buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kodak gagal melakukan perencanaan strategis yang adaptif dan terlalu bergantung pada bisnis film tradisional, sehingga lambat merespons perkembangan teknologi digital. Sebaliknya, Fujifilm menerapkan perencanaan yang inklusif, pengorganisasian yang fleksibel, serta inovasi dalam penggerakan dan pengendalian, serta berhasil mendiversifikasi bisnisnya ke sektor kesehatan dan material tinggi. Studi ini menegaskan bahwa penerapan fungsi manajemen POAC yang efektif menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi perubahan teknologi, dengan Fujifilm sebagai contoh sukses dan Kodak sebagai contoh kegagalan manajerial. Abstract. The technological shift from film to digital photography has had a major impact on the industry, particularly for Eastman Kodak Companyand Fujifilm Holdings Corporation. Both faced similar challenges but produced different results. This study aims to analyze the application of POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) management functions in the two companies to identify success or failure factors in adapting to technological and market changes. The approach used is qualitative with a case study method, utilizing secondary data from annual reports, journal articles, and books. The results of the study show that Kodak fails to carry out adaptive strategic Planning and relies too much on the traditional film business, so it is slow to respond to the development of digital technology. In contrast, Fujifilm implemented inclusive Planning, flexible organization, and innovation in movement and control, and successfully diversified its business into the health and high-materials sectors. The study confirms that the effective implementation of POAC management functions is key to success in the face of technological change, with Fujifilm as an example of success and Kodak as an example of managerial failure.
MODEL KOPERASI ISLAM DARI BEBERAPA NEGARA MUSLIM DAN NON MUSLIM Amalia, Hani Khairo; Hidayat, Rofik
Jurnal Ekonomika dan Bisnis Islam Vol 8 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jekobi.v8n1.p113-128

Abstract

This study explores the Islamic cooperative model, which is gaining increasing attention in the global economy, particularly among member countries of the Organization of Islamic Cooperation (OIC). Islamic economic principles, which emphasize social values, justice, and community empowerment, face challenges such as low human resource quality, limited capital, inadequate managerial capabilities, and low member awareness. With the rapid growth of cooperatives in various countries, new challenges and opportunities have emerged in developing cooperative models that align with Islamic economic principles while integrating local values and culture. This study aims to explore and analyze successful cooperative models implemented in several countries and investigate strategies and innovations for the sustainable and inclusive development of Islamic cooperatives. Using bibliometric and content analysis, this research finds that several Muslim and non-Muslim countries have developed innovative Islamic cooperative models. Integration with fintech can enhance efficiency and financial inclusion. Islamic cooperatives have demonstrated positive impacts on the economic and social welfare of communities. Recommendations include fostering innovation, promoting international collaboration, providing government policy support, and enhancing education and promotion to improve understanding and acceptance of Islamic cooperatives. Future research is suggested to conduct comparative studies, explore technology integration, and assess long-term impacts to expand the understanding of Islamic cooperative models and their potential.
Implementasi Neural Network 1-Dimensi Dalam Identifikasi Malware Android Hidayat, Rofik; Koprawi, Muhammad; Ferdiansyah, Pramudhita
Jurnal SAINTIKOM (Jurnal Sains Manajemen Informatika dan Komputer) Vol 23 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : PRPM STMIK TRIGUNA DHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53513/jis.v23i1.9587

Abstract

Permasalahan malware setiap saat menjadi ancaman serius pada keamanan sistem informasi sehingga perlu adanya penanganan. Dengan meningkatnya penggunaan perangkat mobile ponsel pintar android menjadikannya target yang rentan terkena serangan malware. Untuk mencegah terjadinya serangan malware maka perlu adanya deteksi dini aplikasi yang berpotensi malware. Tiap aplikasi android memiliki permission untuk membuka hak akses agar aplikasi tersebut dapat mengakses informasi pada perangkat android, begitu juga dengan malware yang juga mempunyai permission tersebut. Teknologi Machine Learning dapat menyelesaikan masalah masalah yang rumit dengan meniru kecerdasan pada manusia. Salah satu teknologi tersebut adalah Neural Network yang merupakan Teknik Machine learning dengan strukturnya meniru cara kerja otak manusia, jenis neural network diantaranya adalah Convolutional Neural Network 1-Dimensi. Dengan menggunakan dataset sebanyak 510 aplikasi, model Convolutional Neural Network 1-Dimensi mampu mendapatkan 92.1% untuk tingkat akurasi, 93.4% untuk recall dan 89.5% untuk precision, dapat dikatakan model yang diusulkan sudah cukup baik dalam mengidentifikasi malware berdasarkan permission.