Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Identitas Budaya Jawa dalam Surat-Surat R.A. Kartini: Analisis Teks dan Konteks Sosial Khoerunnisa, Nisa; Suherman, Encep; Loekman, Arief
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/dbp4rg09

Abstract

Karya sastra merupakan media yang merepresentasikan kehidupan sosial, budaya, dan nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat. Surat-surat R.A. Kartini dalam Habis Gelap Terbitlah Terang menggambarkan kehidupan masyarakat Jawa abad ke-19, khususnya terkait tata krama, peran gender, sistem sosial, dan posisi perempuan dalam lingkungan budaya Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi identitas budaya Jawa dalam surat-surat R.A. Kartini melalui kajian teks dan konteks sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumenter melalui pembacaan intensif dan pencatatan kutipan yang relevan dari 15 surat utama Kartini dalam Habis Gelap Terbitlah Terang edisi 2019. Analisis data dilakukan melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik untuk memahami makna teks secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas budaya Jawa direpresentasikan melalui tata krama, hubungan sosial, sistem hierarki, dan konstruksi gender dalam masyarakat Jawa masa kolonial. Kartini tidak hanya menggambarkan budaya Jawa secara deskriptif, tetapi juga menyampaikan kritik terhadap praktik sosial yang membatasi hak-hak perempuan, terutama dalam bidang pendidikan dan kebebasan menentukan pilihan hidup. Selain itu, Kartini mengkritik sistem sosial yang bersifat hierarkis dan praktik budaya yang menempatkan kelompok tertentu pada posisi yang lebih dominan dibanding kelompok lainnya. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya konstruksi sosial patriarkal yang menempatkan perempuan dalam posisi subordinat serta adanya ketimpangan sosial yang dipertahankan melalui struktur hierarki masyarakat Jawa. Namun, di sisi lain Kartini juga memperlihatkan bentuk perlawanan dan kesadaran kritis terhadap ketidakadilan sosial tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa surat-surat Kartini tidak hanya berfungsi sebagai dokumen sastra dan budaya, tetapi juga sebagai refleksi kritis terhadap kondisi sosial masyarakat Jawa abad ke-19.