Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI INDONESIA

ANALISIS PEMBANGUNAN RENDAH KARBON STUDI KASUS PROPINSI LAMPUNG Adi, Seno; aldrian, edvin; nuraini, dian; saroja, damayanti; tejakusuma, iwan G
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 13 No. 2 (2011)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1309.324 KB) | DOI: 10.29122/jsti.v13i2.884

Abstract

The increasing trend of CO2 emission globally, has been creating climate change in some areas in the world. The impact of climate change could cause disaster for human life such as drought and flood, health deseases, etc. Currently many programs and schemes are introduced to reduce CO2 emission. The low carbon development is one of those programs which is the economic development has to take into acount the CO2 emission reduction. This study found 90 % of the CO2 emision came from forestry sector, especially deforestation and fires. The recent CO2 emission was 70,3 MtCO2e in 2005 and estimated 79 MtCO2e in 2020, then finally will be 93,5 MtCO2e. Therefore mitigation actions should be focused on the forestry sector, these are reforestation & afforestation, REDD, mangrove rehabilitation, agroforestry development, and fire protection. These action programs potentially could reduce the CO2 emission as high as 76,8% in 2030.
KARAKTERISASI BENCANA BANJIR BANDANG DI INDONESIA Adi, Seno
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol. 15 No. 1 (2013)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.595 KB) | DOI: 10.29122/jsti.v15i1.938

Abstract

Saat ini bencana hidrometeorologi menunjukkan tren meningkat. Bencana banjir bandang adalah bagian dari bencana hidrometeorologi yang terindikasi berdampak signifikan terhadap kehidupan, dan harta benda. Faktor utama banjir bandang adalah dipicu oleh intensitas hujan ekstrim. Kemudian berhubungan dengan kejadian longsor yang menyumbat aliran sungai membentuk bendung alam. Selanjutnya tekanan aliran sungai menjebol bendung alami tersebut sehingga terjadi banjir bandang yang ditandai dengan kecepatan aliran yang tinggi dengan membawa lumpur, kayu, dan batu. Setidaknya terjadi 10 kejadian banjir bandang di Indonesia pada tahun 2012 yang mengakibatkan 15 korban jiwa dan kerusakan harta benda pada setiap kejadian bencana. Untuk mengatasi bencana banjir bandang beberapa tindakan mitigasi dapat dilakukan yaitu dengan pemetaan daerah bahaya, sistem peringatan dini, kesiapsiagaan masyarakat, dan peramalan hidrometeorologi. Sayangnya dari upaya tindakan mitigasi tersebut, hanya beberapa daerah yang berpotensi bencana banjir bandang yang siap dengan upaya tersebut.