Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Tentang Covid-19 Dengan Kegiatan Aksi Sosial Di Desa Binaan Huta III Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa Riska Wani Eka Putri Perangin-Angin, Azis Mangara, Maria Jan Clara
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 1, Februari 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus Corona (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyebar secara droplet dan menyerang sistem pernapasan secara cepat. Laju penularan di Indonesia juga masih diatas 5% melebihi stardart WHO yaitu kurang dari 5%. Hal ini bias disebabkan oleh pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam pencegahan Covid 19 yang belum sepenuhnya tepat. Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah dengan penguatan informasi melalui program edukasi kesehatan pencegahan covid 19. Pelaksanaan edukasi kesehatan ini dilakukan secara langsung saat kegiatan sosial di desabinaan huta III tanjung pasir Kecamatan tanah jawa dengan memperhatikan protocol kesehatan secara ketat. Setelah dilaksanakan kegiatan edukasi kesehatan didapatkan sebagianbesar masyarakat (71,4%) memiliki pengetahuan yang baik. Hasil lain juga menunjukkan tingkat pengetahuan yang kurang menurun menjadi 17,5% dariangka 24,5%. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan tentangCovid 19 efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat dalam pencegahanCovid 19. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlu dimasifkan pemberian edukasi kesehatan dalam upaya pencegahan covid 19 sehingga perilaku masyarakat akan positif sehingga laju penularan Covid 19 bisa dibawah standart yang telah ditetapkan oleh WHO.
Edukasi Kesehatan Tentang Manfaat Donor Darah Pada Prajurit TNI AD Dalam Rangka Hut Kodam I/ Bukit Barisan Azis Mangara, Shanty Maria Lissanora, Shepta Pardede
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 2, Agustus 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v2i2.728

Abstract

Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah untuk kemudian dipakai pada transfuse darah. Seleksi donor darah dilakukan dengan tujuan untuk melindungi kesehatan donor dengan memastikan bahwa donasi tersebut tidak berbahaya bagi kesehatannya, dan melindungi pasien dari resiko penyakit menular atau efek merugikan lainnya. Selama ini PMI seringkali mengalami kondisi kritis, yaitu minimnya persediaan darah aman yang dibutuhkan masyarakat.Tujuan yang ingin dicapai dari tugas akhir ini adalah mendapatkan hasil perbandingan antara metode Decision Tree dan Naïve Bayes berupa tingkat akurasi, serta menentukan metode mana yang lebih baik.Metodologi penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu studi kepustakaan dan studi lapangan, teknik yang digunakan adalah klasifikasi dan metode Data Mining yang digunakan adalah metode perbandingan, yaitu membandingkan algoritma Decision Tree dan Naive Bayes dalam mengklasifikasikan calon pendonor darah. Kesimpulan yang didapat setelah dilakukan proses analisa adalah Algoritma Naïve Bayes lebih baik dalam melakukan pengklasifikasian calon pendonor darah.
Gambaran Pengetahuan Penderita Rematik Tentang Perawatan Nyeri Sendi Di Desa Tiga Balata Kecamatan Jorlanghataran Kabupaten Simalungun Shanty Maria, Azis Mangara, RiskaWani Eka Putri
Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 2 No 3 Agustus 2022
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit rematik yang sering ditemukan adalah osteoartritis akibat degenerasi atau proses penuaan, artritis rematoid penyakit autoimun dan gout karena asam urat tinggi. Angka kejadian rematik pada tahun 2008 yang dilaporkan oleh World Health Organization (WHO) adalah mencapai 20% dari penduduk dunia yang telah terserang rematik, dimana 5-10% adalah mereka yang berusia 5-20 tahun dan 20% adalah mereka yang berusia 55 tahun. Dari hasil studi pendahuluan pada bulan November 2015 di Panti Wreda Dharma didapatkan data jumlah total lansia 90 jiwa. Dari studi pendahuluan tersebut didapatkan data angka kejadian rematik pada tahun 2015 sebanyak 20 lansia yang menderita rematik. Tujuan Penelitian adalah Mengetahui pengetahuan penderita rematik tentang perawatan nyeri sendi di Desa Tiga Balata. Kecamatan Jorlanghataran Kabupaten Simalungun Metode Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ada 32. Pengambilan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dengan jumlah responden 32 lansia. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan berupa checklist. Analisa data yang digunakan menggunakan analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 32 responden bahwa hasil penelitian menunjukkan pengetahuan responden tentang perawatan Nyeri Sendi di Desa Tiga Balata Kecamatan Jorlanghataran Kabupaten Simalungun adalah mayoritas berpengetahuan kurang yaitu sebanyak yaitu sebanyak 16 responden (50%) dan minoritas pengetahuan responden tentang perawatan nyeri sendi pada penderita rematik adalah baik yaitu sebanyak 7 responden (21,9%). Menurut asumsi peneliti tingkat pengetahuan penderita rematik masih kurang disebabkan oleh tingkat pendidikan masyarakat yang masih rendah yaitu dari hasil penelitian bahwa mayoritas responden dengan tingkat pendidikan lulusan SMP yaitu sebanyak 18 responden (56,2%) dan juga terdapat lulusan SMA yaitu ditunjukan dari hasil penelitianyaitu sebayak 5 responden (15,7%). Menurut peneliti apabila semakin tinggi pendidikan responden ini akan mempengaruhi pengetahuan responden. Maka diharapkan bagi penderita yang berpengetahuan kurang agar lebih aktif mencari informasi tentang perawatan nyeri sendi pada penderita rematik secara keseluruhan.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT REMATOID ATRITIS DI UPT YANSOS DI TUNARUNGU PEMATANGSIANTAR Riska Wani Eka Putri Perangin-angin; Azis Mangara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2022): Desember : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v4i4.173

Abstract

Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan Pendidikan Kesehatan tentang penyakit Rematoid Atritis pada masyarakat Tuna Rungu Pematangsiantar serta meningkatkan pemahaman dan cara pencegahan penyakit Rematoid Atritis. Rematik adalah orang yang menderita arthritis atau di sebut juga radang sendi.Tiga jenis artritis yang paling sering diderita adalah osteoarthritis, arthritis gout, dan rheumatoid arthritis yang menyebabkan berbenjol pada sendi atau radang pada sendi secara serenta. Metode kegiatan yang ditempuh berupa pengkajian data, memberikan pendidikan kesehatan mengenai penyakit rematoid atritis dengan metode ceramah, pemberian leaflet, diskusi, dilanjutkan dengan praktik yang benar. hasil kegiatan Program Pengabdian Masyarakat yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan atau pemahaman masyarakat perawatan penyakit Rematod Atritis di UPT YANSOS dan Tunarungu Pematangsiantar
The Relationship Between Anxiety Level And Health Personnel Preventive Behavior In The Era Of The Covid-19 Pandemic In Padang Pasir Community Health Center, Padang City Shanty Maria Lissanora Fernanda; Azis Mangara; Riska Wani Eka Putri Perangin-angin; Norong Perangin-angin
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 02 (2023): Periode April-June, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

More than 1,500 health workers in the city of Padang have confirmed Covid-19. At the Padang Pasir Health Center from June 2020 to July 2022, there were 47 health workers and 36 family members who were confirmed to have COVID-19. Preventive behavior carried out by health workers during the Covid19 pandemic, by implementing the 3M strategy: wearing masks, maintaining distance and washing hands, implementing Infection Prevention and Control (PPI). Anxiety felt by health workers while working during the Covid-19 pandemic, decreased stamina, increased work demands and an uncomfortable work environment because many were confirmed by Covid-19. The purpose of the study, the relationship between anxiety levels and preventive behavior of health workers in the era of the Covid-19 pandemic at the Padang Pasir Public Health Center, Padang City. This type of research, quantitative with analytical descriptive method through a cross-sectional approach. The results of the study, from 83 respondents, there was the highest score on the moderate level of anxiety (26.5%) of the respondents, and the highest score on the good preventive behavior (57.8%) of the respondents. The results of the Chi-Square statistical test obtaineda p value of 0.029 (p 0.05), it is known that there is a relationship between anxiety levels and preventive behavior of health workers during the Covid-19 pandemic era at the Padang Pasir Public Health Center, Padang City. Suggestions, it is hoped that health workers carry out preventive behavior, in carrying out services, especially during the Covid-19 pandemic.
Edukasi Kesehatan Dalam Keperawatan Keluarga Tentang Hipertensi Dalam Pemberian Diet Rendah Garam Pada Lanjut Usia (Lansia) Di Puskesmas Martimbang Pematangsiantar Riska Wani Eka Putri Perangin-angin; Shanty Maria Lissanora Fernanda; Norong Perangin-angin; Azis Mangara
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.1142

Abstract

Hypertension occurs in the age group 31-44 years (31.6%), age 45-54 years (45.3%), age 55-64 years (55.2%). Of the prevalence of hypertension of 34.1%, it is known that 8.8% were diagnosed with hypertension and 13.3% of people diagnosed with hypertension did not take medication and 32.3% did not take medication regularly. This shows that most people with hypertension do not know that they have hypertension so they do not take regular medication now. Various studies have suggested that regular dietary patterns can reduce symptoms of hypertension on a regular basis and can carry out activities properly so that the elderly do not feel burdened in dealing with the disease they are experiencing. The objectives achieved are to provide understanding, understanding and provide health education in hypertension and to increase understanding in treatment regarding low-salt diet patterns and invite the community, especially the elderly around the Health Center of Martangan Pematangsiantar. There has been an increase in the knowledge or understanding of the community at the Martanding Pematangsiantar Health Center regarding various hypertension problems.
Children's Anxiety Levels Regarding The Impact of Hospitalization At The Army Pematang Siantar Hospital Norong Perangin-angin; Azis Mangara; Shanty Maria lissanora Fernanda; Riska Wani Eka Putri Perangin-angin; Defri Elias Simatupang
The International Science of Health Journal Vol. 1 No. 2 (2023): June : The International Science of Health Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IV, Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ishel.v1i2.894

Abstract

Hospitalization is a cause of stress for children and their families. However, the level of stressors related to illness and hospitalization differs according to individual children. One child considers it normal while the other child considers it a stressor. The aim of the research is to identify the level of children's anxiety regarding the impact of hospitalization at the Pematang Siantar Army Hospital . The level of children's anxiety is influenced by the seriousness of the child's illness, the presence of invasive actions on the child, hospital environmental factors, and the length of the child's treatment. This research uses a descriptive method. Sample (Hidayat, 2007, p. 32). In this study, there were 30 people who were considered to meet the sample criteria or who were considered representative. The research results showed that the majority of children experienced moderate and severe anxiety, namely 10 people (33.3%) and the minority of children experienced mild anxiety, namely 3 people (10%).
Diabetes Mellitus And The Therapeutic Potential Of Phaleria Macrocarpa Extract: A Review Azis Mangara; Shanty Maria Lisanora Fernanda; Norong Peranginangin; Riska Wani Eka Putri; Defri Elias Simatupang; Noradina Noradina; Meriani Herlina
The International Science of Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): June : The International Science of Health Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IV, Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ishel.v2i2.1144

Abstract

Background: The rising prevalence of diabetes mellitus globally necessitates the exploration of alternative treatment options. Phaleria macrocarpa, known for its traditional use in the treatment of various ailments, has garnered interest as a potential adjunctive therapy for diabetes. Objective: This review synthesizes current research on the efficacy and safety of Phaleria macrocarpa in the management of diabetes, outlining its therapeutic potential, pharmacological mechanisms, and future research directions. Methods: A comprehensive literature search was conducted, encompassing studies that investigated the effects of Phaleria macrocarpa on diabetes-related parameters in preclinical and clinical settings. Results: The collected data suggest that Phaleria macrocarpa may improve blood glucose control and insulin sensitivity. Several studies indicate a positive effect on metabolic parameters in diabetes. However, the safety profile warrants further investigation, as does the standardization of dosages. Conclusions: While preliminary findings show promise for the integration of Phaleria macrocarpa into diabetes care, extensive clinical trials are required to confirm efficacy and establish safety. Moreover, a better understanding of the plant's bioactive compounds, their mechanisms of action, and potential interactions with standard diabetes treatments is essential. The cultural importance of Phaleria macrocarpa supports its continued investigation, recognizing the need to respect and integrate traditional knowledge with contemporary medical practices.
Edukasi Kesehatan Dalam Keperawatan Keluarga Tentang Penyakit Gouth Arthritis Di Upt Yansos Tuna Rungu Pematangsiantar Mangara, Azis; Iissanora Fernanda, Shanty Maria; Simatupang, Defri Elias
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2868

Abstract

Penyakit Gout Arthritis merupakan salah satu jenis penyakit rematik yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di dalam sendi, yang sering kali menimbulkan rasa nyeri yang hebat dan peradangan pada sendi-sendi tertentu. Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran penting dalam mendukung individu yang menderita penyakit. Oleh karena itu, upaya edukasi kesehatan dalam keperawatan keluarga menjadi sangat penting dalam penanganan penyakit Gout Arthritis. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun program edukasi kesehatan dalam keperawatan keluarga tentang penyakit Gout Arthritis di Unit Pelayanan Teknis Tunagrahita (UPT YANSOS) Tuna Rungu Pematangsiantar. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki pemahaman yang minim mengenai penyakit Gout Arthritis dan cara penanganannya. Oleh karena itu, perlu adanya program edukasi kesehatan dalam keperawatan keluarga yang berfokus pada penyakit Gout Arthritis di UPT YANSOS Tuna Rungu Pematangsiantar. Program ini mencakup informasi tentang penyebab, gejala, penanganan, dan pencegahan penyakit Gout Arthritis, serta peran keluarga dalam mendukung individu yang menderita penyakit tersebut.Diharapkan dengan adanya program edukasi kesehatan ini, pemahaman keluarga mengenai penyakit Gout Arthritis akan meningkat, sehingga mereka dapat memberikan dukungan yang lebih baik dalam penanganan dan pencegahan penyakit ini bagi anggota keluarga yang terkena dampaknya.
The Effect Of Range Of Motion (Rom) Measures On Pain In Dextra Femur Fracture Patients At Home Pematang Siantar Army Sick Year 2023 Mangara, Azis; Perangin-angin, Riska Wani Eka Putri
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 04 (2023): Jurnal eduHealt, 2023, December
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Range of motion (ROM) is an exercise that moves joints and allows contraction and movement in muscles. The aim of the research is the Effect of Range of Motion (ROM) Actions on Pain in Dextra Femur Fracture Patients at the Pematang Siantar Army Hospital in 2023. The research method uses a quantitative research design with a quasi-experimental type. This research is a quasi-experimental design using a pre-test and post-test with a one group pre-test post-test design approach. The population of the study was 40 people and a sample of 36 people with inclusion criteria: the patient had a right femur fracture, willing to be a respondent. The research results showed that the p-value = 0.000 < a = 0.05, so the research hypothesis was accepted, so it could be concluded that there was an influence of Range of Motion (ROM) measures on pain in right femur fracture patients at the Pematang Siantar Army Hospital in 2023. Conclusion: pain in right femur fracture patients before being given the Rango of Motion (ROM) procedure with severe pain was 36 people (100.0%). Pain in right femur fracture patients after being given the Rango of Motion (ROM) procedure with "mild" pain was 6 people (16.7%), and the number of respondents with "moderate" pain was 30 people (83.3%).