Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran perusahaan pelayaran dalam kegiatan pariwisata kolonial di Hindia Belanda (1896–1942) Mujaffar, Irfal
Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/pw.520

Abstract

Lalu lintas turis yang mengarus ke Hindia Belanda selama paruh abad terakhir periode kolonial rupanya telah menarik minat banyak perusahaan pelayaran. Mereka memandang kegiatan pariwisata sebagai sumber pemasukan baru yang potensial. Keterlibatan perusahaan-perusahaan pelayaran dalam kegiatan pariwisata juga menandai lanskap baru industri pelayaran di Hindia Belanda yang semula identik dengan angkutan komersial penumpang dan komoditas. Penelitian ini hendak mendiskusikan peran perusahaan-perusahaan pelayaran dalam kegiatan pariwisata di Hindia Belanda. Sumber-sumber yang digunakan bertumpu pada buku-buku panduan, catatan perjalanan, brosur serta majalah pariwisata sezaman. Dengan menggunakan metode sejarah, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan pelayaran tak sekadar hadir sebagai moda angkutan bagi turis belaka, melainkan juga berkontribusi dalam mendorong pengembangan pariwisata secara luas. Berbagai upaya dan strategi promosi yang mereka lakukan telah mendorong wilayah-wilayah di kepulauan Hindia Belanda menjadi semakin dikenal dan mudah diakses.
Menggugat Negara Kesatuan: Menggali Wacana Kebangsaan Soetisna Sendjaja tentang Negara Serikat Mujaffar, Irfal
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/bjpsis.v8i1.17948

Abstract

Ide federalisme yang telah dikubur oleh pemerintah RI kembali menyeruak pada pertengahan tahun 1950-an. Tidak meratanya distribusi kekuasaan dan ekonomi disinyalir manjadi faktor kuat yang membuat sejumlah kalangan menginginkan suatu bentuk susunan negara serikat ketimbang negara tunggal (kesatuan). Di Jawa Barat, ide tersebut disuarakan juga oleh sejumlah aktivis Sunda, salah satunya oleh Soetisna Sendjaja. Artikel ini membahas pemikiran Soetisna Sendjaja tentang negara serikat yang ditempatkan dalam konteks dinamika sosial-politik pasca-kemerdekaan. Dengan menggunakan metode sejarah, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ide federalisme sebetulnya merupakan  wacana yang sudah lama disuarakan Soetisna Sendjaja jauh sebelum kemerdekaan. Wacana tersebut kembali menemukan momentumnya selama dasawarsa kedua 1950-an. Spiritnya pun masih sama, hanya saja berada dalam konteks politik yang berbeda. Pada masa pergerakan, Soetisna Sendjaja menempatkan federalisme sebagai jalan yang ditempuh untuk membangun persatuan dan kemajuan bangsa demi cita-cita kemerdekaan. Maka di tahun 1950-an, wacana federalisme berubah menjadi suatu tuntutan bentuk susunan negara Indonesia yang telah merdeka, sekaligus sebagai solusi yang ditawarkan untuk mengatasi berbagai persoalan yang terjadi di tanah air.