Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding SeNTIK STI

PEMBUATAN PETA KONTUR MEMANFAATKAN FOTO UDARA dari UNMANED AERIAL VEHICLE MENGGUNAKAN APLIKASI AGISOFT, SAGA GIS dan QGIS Hendajani, Fivtatianti; Wisnuwardana, Muhammad Rafi Zhafran
Prosiding Seminar SeNTIK Vol. 8 No. 1 (2024): Prosiding SeNTIK 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peta kontur menyediakan informasi yang kaya mengenai ketinggian, kemiringan, dan bentuk permukaan suatu wilayah dalam bentuk dua dimensi. Dalam peta kontur terdapat garis kontur yang terdiri garis kontur utama dan garis kontur bantu, nilai kontur dan interval kontur. Peta kontur bisa digunakan untuk berbagai aplikasi seperti perencanaan infrastuktur, analisa hidrologi , perencanaan penggunaan lahan, navigasi dan eksplorasi, analisa geologi dan geomorfologi sampai ke mitigasi bencana alam. Perkembangan teknologi memungkinkan adanya foto udara suatu daerah guna pembuatan peta. Dimulai dengan menggunakan pesawat, satelit sampai ke Unmaned Aerial Vehicle(UAV) atau lebih dikenal drone. Pengambilan foto udara dengan drone menjadi lebih fleksibel karena dapat menjangkau daerah yang sulit dijangkau.Teknologi pemrosesan foto udara juga sudah semakin maju dengan berbagai aplikasi yang tersedia untuk tujuan tertentu. Pembuatan peta kontur daerah Pesona Depok menggunakan Dji Mavic Pro 2 untuk pengambilan foto udara sebanyak 179 selama 10 menit 25 detik , sesuai jalur terbang . Aplikasi Agisoft digunakan untuk penyelarasan foto udara dan mendapatkan DEM dan orthomosaic dengan lama proses 3 jam. Hasil DEM diperhalus menggunakan menggunakan System for Automated Geoscintifici Analyses Geographic Information System (SAGA GIS).Dilanjutkan proses pembuatan peta kontur dengan Quantum Geographic Information System(QGIS). Peta kontur yang dihasilkan lebih terperinci , dimana garis kontur yang terbentuk lebih banyak jika dibandingkan data dari United States Geological Survey (USGS) yang artinya ketelitiannya lebih baik
Optimalisasi IT Service Management dengan ITIL V3 pada Sistem Gudang Manufaktur Kosmetik Kurniawati, Wulan; Hariyanto , Hariyanto; Hendajani, Fivtatianti
Prosiding Seminar SeNTIK Vol. 8 No. 1 (2024): Prosiding SeNTIK 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri manufaktur kosmetik nasional menuntut adanya sistem pengelolaan gudang (Warehouse Management System/WMS) yang efektif dan terintegrasi dengan layanan teknologi informasi. Penerapan kerangka kerja *Information Technology Infrastructure Library* (ITIL) v3 dipandang sebagai pendekatan sistematis untuk meningkatkan kualitas *IT Service Management* (ITSM). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan ITIL v3 dalam mendukung pengelolaan layanan TI pada implementasi WMS di lingkungan manufaktur kosmetik. Metodologi yang digunakan mencakup studi literatur, pemetaan proses ITSM berdasarkan domain ITIL v3, serta analisis kesesuaian proses terhadap kebutuhan operasional WMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ITIL v3, khususnya pada domain *Service Operation* dan *Continual Service Improvement*, mampu meningkatkan efisiensi layanan TI, mempercepat penanganan insiden, serta mendukung keberlangsungan operasional gudang. Dengan demikian, ITIL v3 berperan penting dalam mengoptimalkan performa ITSM guna menunjang daya saing manufaktur kosmetik nasional.
Optimasi Keuntungan Penjualan Minuman Kopi Menggunakan Metode Simpleks Berdasarkan Ketersediaan Bahan Baku dengan POM-QM Hendajani, Fivtatianti; Widayati, Susi; Lusita, Melani Dewi
Prosiding Seminar SeNTIK Vol. 9 No. 1 (2025): Prosiding SeNTIK 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengoptimalkan keuntungan penjualan kopi menggunakan metode simpleks berdasarkan ketersediaan bahan baku. Hasilnya kombinasi produksi espresso dan caramel memberikan keuntungan maksimal sebesar Rp 1.083.333. POM-QM menghasilkan hasil optimal yang sama.