Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Guru Dalam Pengajaran Reading Comprehension pada Siswa Disabilitas Intelektual Di Pendidikan Luar Biasa Universitas PGRI Argopuro Jember Citra P., Nostalgianti; Yulinda U., Khusna; Sukmawati, Bhennita
SPEED Journal : Journal of Special Education Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Biasa Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/speed.v6i2.804

Abstract

Penelitian saat ini bertujuan untuk mengungkap strategi guru dalam mengajarkan reading comprehensive untuk disabilitas intelektual, strategi yang paling dominan oleh guru dalam mengajar pemahaman membaca untuk disabilitas intelektual, dan alasan guru menggunakan strategi dominan dalam memberikan pengajaran tentang reading comprehensive untuk disabilitas intelektual di Universitas. PGRI Argopuro Jember. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah seorang guru bahasa Inggris Universitas PGRI Argopuro Jember. Peneliti memilih satu kelas yang terdiri dari empat mahasiswa khususnya semester dua yang diajarkan tentang disabilitas intelektual. Penelitian ini menggunakan checklist observasi, daftar strategi dan menghitung frekuensinya, catatan lapangan, perekam video, dan pedoman wawancara. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa guru menggunakan tujuh strategi dalam mengajar reading comprehensive kepada anak lamban belajar, seperti rentang perhatian yang pendek, perlu pengawasan yang ketat, konkret daripada abstrak. belajar, konsep diri yang rendah, perkembangan bahasa yang buruk, tingkat distraksi yang tinggi dan memori jangka pendek. Dari ketujuh strategi tersebut, strategi pembelajaran konkrit daripada strategi pembelajaran abstrak lebih banyak diterapkan di kelas seperti penggunaan video, gambar dan objek nyata. Strategi ini muncul 9 kali. Ada dua alasan mengapa guru mengeksploitasi strategi pembelajaran konkret daripada abstrak, pertama, dapat membantu mereka meningkatkan retensi mereka. Kedua, dapat mendorong siswa untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekatnya. Berdasarkan hasil pengamatan, peneliti merekomendasikan agar guru bahasa Inggris mulai mengajar reading dengan materi kehidupan nyata dengan berani dan menarik.
Strategi Guru Dalam Pengajaran Reading Comprehension pada Siswa Disabilitas Intelektual Di Pendidikan Luar Biasa Universitas PGRI Argopuro Jember Citra P., Nostalgianti; Yulinda U., Khusna; Sukmawati, Bhennita
SPEED Journal : Journal of Special Education Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Biasa Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/speed.v6i2.804

Abstract

Penelitian saat ini bertujuan untuk mengungkap strategi guru dalam mengajarkan reading comprehensive untuk disabilitas intelektual, strategi yang paling dominan oleh guru dalam mengajar pemahaman membaca untuk disabilitas intelektual, dan alasan guru menggunakan strategi dominan dalam memberikan pengajaran tentang reading comprehensive untuk disabilitas intelektual di Universitas. PGRI Argopuro Jember. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah seorang guru bahasa Inggris Universitas PGRI Argopuro Jember. Peneliti memilih satu kelas yang terdiri dari empat mahasiswa khususnya semester dua yang diajarkan tentang disabilitas intelektual. Penelitian ini menggunakan checklist observasi, daftar strategi dan menghitung frekuensinya, catatan lapangan, perekam video, dan pedoman wawancara. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa guru menggunakan tujuh strategi dalam mengajar reading comprehensive kepada anak lamban belajar, seperti rentang perhatian yang pendek, perlu pengawasan yang ketat, konkret daripada abstrak. belajar, konsep diri yang rendah, perkembangan bahasa yang buruk, tingkat distraksi yang tinggi dan memori jangka pendek. Dari ketujuh strategi tersebut, strategi pembelajaran konkrit daripada strategi pembelajaran abstrak lebih banyak diterapkan di kelas seperti penggunaan video, gambar dan objek nyata. Strategi ini muncul 9 kali. Ada dua alasan mengapa guru mengeksploitasi strategi pembelajaran konkret daripada abstrak, pertama, dapat membantu mereka meningkatkan retensi mereka. Kedua, dapat mendorong siswa untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekatnya. Berdasarkan hasil pengamatan, peneliti merekomendasikan agar guru bahasa Inggris mulai mengajar reading dengan materi kehidupan nyata dengan berani dan menarik.
Implementasi Program Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal Melalui Hidden Curriculum Widiatsih, Asri; Triono, Untung; Citra P., Nostalgianti
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 4 No. 2 (2021): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v4i2.2823

Abstract

This study aims to describe the implementation of local culture-based learning through the Hidden Curriculum at SMP Negeri 1 Sumberbaru Jember. The approach in this research is qualitative research, with case studies. Meanwhile, the object of this research is SMP Negeri 1 Sumberbaru, Jember Regency. The data collection technique uses observation, interview, and documentation techniques with data analysis using qualitative data analysis procedures consisting of: data condensation, data presentation, and inference/verification. The results showed that the implementation of local culture-based learning programs through a hidden curriculum was carried out by: (1) intracurricular activities, (2) co-curricular and (3) extracurricular activities. Conclusion, Hidden curriculum through intracurricular activities in the form of art and dance subjects. Co-curricular activities can be implemented by integrating them into the learning program, the activities implemented are the habit of coming in the morning, the role of the BK teacher, the celebration of religious holidays and the role of the school committee. The chosen extracurricular activity is dance, which is a characteristic of East Java. Keywords: Hidden Curriculu, Local Culture-based Learning