Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Strategi Komunikasi Pemasaran Sosial Pendidikan Tertib Berlalu Lintas pada Kalangan Anak Usia Dini Wijaya, Sri Herwindya Baskara; Alkhajar , Eka Nada Shofa; Anshori, Mahfud; Tiyanto, Dwi; Sulihyantoro, Aryanto Budhy; Candra Wijaya, Deniawan Tommy; Primasari, Ina; Setyawan Prabowo, Henricus Hans
WAHANA Vol 73 No 2 (2021): Wahana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v73i2.4507

Abstract

The problem of underage driving has now become a serious social problem in Indonesia. As a result, there are many accidents that should not have happened. Therefore, traffic education is very important to be done from an early age. This study aims to examine the offline social marketing communication strategies for traffic education carried out by the Klaten Resort Police Traffic Unit. The results of the study found that there were two main strategies in communicating traffic education, i.e.: direct communication and group communication. These two strategies are implemented both for children as educational targets and for the manager of the BERSINAR Traffic Education Park as facilitators. This research also confirmed the importance of traffic education for children at a very early age.
PENGUATAN DIGITAL BRANDING MELALUI WORKSHOP STRATEGI KOMUNIKASI BERMEDIA SOSIAL DI DESA SIDOWAYAH, KLATEN wijaya, sri herwindya baskara; Primasari, Ina; Setyawan Prabowo, Henricus Hans; Suranto, Joko; Tiyanto, Dwi; Sulihyantoro, Aryanto Budhy; Tommy Candra, Deniawan; Wibowo, Ahimsa Adi; Maditra Permana, Adimas; Shofa Alkhajar, Eka Nada
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2071

Abstract

Desa Sidowayah, Kabupaten Klaten, Jawa tengah merupakan salah satu desa wisata di Indonesia yang dikenal memiliki dan mengembangkan beberapa potensi wisata lokal daerah, sebut saja Kawasan Wisata Terpadu, Kawasan Agro Komplek, Kawasan Perdagangan dan Jasa, Kawasan Industri Kreatif, Kawasan Penyangga Konservasi Area, Kawasan Pemerintahan dan Pendidikan dan Kawasan Komersil. Meski memiliki potensi wisata yang menjanjikan, namun promosi wisata desa terkait dipandang masih belum optimal tak terkecuali pada aspek promosi melalui media sosial. Komunikasi pemasaran digital menjadi pilihan strategi promosi popular karena dipandang lebih mudah, murah dan bersignifikasi positif bagi sektor pariwisata. Terlebih lagi, pandemi COVID-19 telah menjadikan pariwisata sebagai sektor paling terdampak sehingga berimbas pada citra, tingkat kunjungan wisatawan serta pendapatan para pelaku pariwisata dan masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas, kegiatan pengabdian masyarakat ini dimaksudkan membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi desa mitra terkait yakni pada aspek penguatan digital branding desa wisata melalui workshop strategi komunikasi bermedia sosial di Desa Sidowayah, Klaten. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis, 20 Juli 2023 di Omah Dolanan, Desa Sidowayah, Klaten diikuti 25 peserta dari kalangan badan usaha milik desa, kelompok sadar wisata, pengelola media digital desa dan karang taruna. Pembicara kegiatan berasal dari praktisi komunikasi digital, CV Cipta Gemilang Visual (CGV) dengan materi tentang internet dan media sosial, digital branding, produksi video digital dan praktik produksi video digital. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah desa mitra memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mempraktikkan digital branding dengan baik.
Film and Communication Desire: Visual Semiotics and Psychological Persuasion in Documentary Netflix's 'Flavorful Origins' as Gastronomic Representation Setyawan Prabowo, Henricus Hans
Jurnal Media dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Media dan Komunikasi (MEDKOM) No 1 Volume 6 2025
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/medkom.v6i1.77759

Abstract

This paper investigated how Netflix’s culinary docuseries Flavorful Origins constructs culinary authenticity via visual continuity and psychological communication mechanisms. Through analyzing three emblematic episodes (“Mutton,” “Noodles,” and “Potato”), relationships between cinematography, narrative sequencing, and cultural representation were examined. By utilizing Bordwell and Thompson’s continuity framework, Barthesian visual semiotics, and communication theory, this paper identified three mechanisms—geographic anchoring, sensory choreography, and temporal scripting—that together played out the authenticity of the episode. The paper argues that as 78% of the frames are close-ups of materiality, viewers’ visual syntax fetishizes materiality while activating sensory priming and embodied cognition. A paradox emerges between the series’ traditional and material authenticity claims and conformance to commercial food-media aesthetics with hyper-color grading. The paper argues that Flavorful Origins commodifies authenticity through “culinary nationalism,” using continuity editing to package regional Chinese cuisines as ethnographically truthful but globally desirable. Psychological communication mechanisms such as parasocial engagement and desire cultivation work through visual rhetoric to activate embodied responses that go beyond cultural documentation, showcasing food media as psychological persuasion and identity negotiation. These findings contribute to critical food media studies through revealing how streaming platforms remediate cultural authenticity through standardized visual regimes in the era of digital gastronomy. Keywords: Desire; Culinary Authenticity; Visual Semiotics; Netflix Docuseries
Communicating culinary desire: persuasive strategies in Netflix's 'Flavoured Origins' Setyawan Prabowo, Henricus Hans; Haque, Md. Anisul; Islam, Misbah Ul
Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/dewaruci.v20i2.7695

Abstract

Food documentaries have become influential tools for cultural representation on streaming platforms, yet little is known about how they construct culinary authenticity and engage viewers psychologically. This paper examines how Netflix's Flavorful Origins uses persuasive visual strategies to communicate culinary desire while representing regional Chinese cuisines. Three episodes ("Mutton," "Noodles," and "Potato") were analyzed using Bordwell and Thompson's continuity editing framework and Barthesian visual semiotics to identify patterns in cinematography and narrative sequencing. The analysis reveals three key persuasive mechanisms: geographic anchoring (establishing cultural authenticity through location), sensory choreography (using close-up shots to stimulate embodied responses), and temporal scripting (sequencing traditions within modern narratives). Results show that 78% of frames emphasize material close-ups, creating a visual syntax that fetishizes ingredients while activating viewers' sensory engagement. However, a tension emerges between the series's claims to traditional authenticity and its use of commercial food-media aesthetics, including hyper-color grading and standardized editing patterns. The paper argues that Flavorful Origins practices "culinary nationalism" by packaging regional cuisines as both ethnographically authentic and globally consumable. This study contributes to food media studies by demonstrating how streaming platforms use continuity editing as psychological persuasion, transforming cultural documentation into desire cultivation and revealing the commodification of authenticity in digital gastronomy.
THEATRE OF MIND DALAM GASTROSINEMA Setyawan Prabowo, Henricus Hans; Nugrahaning Widhi, Dwi Putri
ASKARA: Jurnal Seni dan Desain Vol 4 No 2 (2025): ASKARA: Jurnal Seni dan Desain
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/askara.v4i2.2053

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses komunikasi psikologis dalam gastrosinema melalui analisis lintas budaya film "The Hundred-Foot Journey" (2014). Kajian ini mengeksplorasi bagaimana sinema kuliner berfungsi sebagai "mesin penghubung" antara pesan gastronomi film dengan imajinasi penonton melalui proses berurutan persepsi, kognisi, emosi, dan pembentukan memori. Kerangka teoretis mengintegrasikan teori komunikasi psikologis dengan kajian komunikasi antarbudaya untuk memahami bagaimana gastrosinema menciptakan theatre of mind. Ia menjadi ruang kognitif di mana penonton menghidupi narasi kuliner secara eksperiensial. Melalui analisis visual sekuens fusi kuliner India-Prancis, penelitian ini menghasilkan bagaimana gastrosinema mempromosikan gastronomi lokal dengan melibatkan persepsi sensori, respons emosional, dan aktivasi memori secara bersamaan. Stimuli visual (persiapan makanan, estetika plating), elemen auditori (suara memasak), dan komponen naratif (tradisi keluarga, identitas budaya) menciptakan pesan komunikatif kompleks yang diproses melalui memori makanan penonton. Temuan mengungkapkan bahwa gastrosinema melampaui konsumsi visual dengan memicu memori episodik dan kolektif, memungkinkan penonton "merasakan" aroma dan "mengalami" autentisitas budaya.