Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi keagamaan dan mendorong institusi media dakwah untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku audiens yang semakin bergantung pada platform digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi dakwah televisi dalam ekosistem media digital melalui perspektif mediamorfosis dengan studi kasus pada Al-Iman TV Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, observasi digital, dan dokumentasi yang melibatkan pengelola Al-Iman TV pada level manajerial, produksi, dan media digital. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan mengaitkan temuan empiris pada teori mediamorfosis, konvergensi media, dan logika media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi dakwah di Al-Iman TV berlangsung melalui proses mediamorfosis yang ditandai oleh proses koeksistensi dan integrasi media lama dengan media baru dalam satu ekosistem dakwah yang saling terhubung. Adaptasi dilakukan melalui strategi multiplatform, repurposing content, segmentasi audiens, serta pemanfaatan data analitik untuk mendukung distribusi dan optimalisasi konten dakwah. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya mendorong perubahan pola komunikasi menjadi lebih partisipatif, tetapi juga memungkinkan rekonstruksi otoritas keagamaan melalui mekanisme kurasi kelembagaan, seleksi narasumber, dan pengelolaan komunitas digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan televisi dakwah di era digital ditentukan oleh kemampuan mengintegrasikan media lama dan media baru, sekaligus mempertahankan legitimasi dan otoritas keagamaan dalam lingkungan media digital yang terus berkembang. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji perspektif audiens dan membandingkan strategi transformasi pada berbagai institusi media dakwah. The development of digital technology has transformed patterns of religious communication and encouraged Islamic da'wah media institutions to adapt to changing audience behaviors that increasingly depend on digital platforms. This study aims to analyze the transformation of television-based da'wah within the digital media ecosystem through the perspective of mediamorphosis, using Al-Iman TV Surabaya as a case study. The research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, digital observations, and documentation involving Al-Iman TV personnel at the managerial, production, and digital media levels. Data were analyzed using thematic analysis by relating empirical findings to the theories of mediamorphosis, media convergence, and digital media logic. The findings reveal that the transformation of da'wah at Al-Iman TV has occurred through a mediamorphosis process characterized by the coexistence and integration of old and new media within an interconnected da'wah ecosystem. Adaptation has been carried out through multiplatform strategies, content repurposing, audience segmentation, and the use of data analytics to support the distribution and optimization of da'wah content. The study also finds that digitalization not only promotes a more participatory communication pattern but also enables the reconstruction of religious authority through institutional curation mechanisms, speaker selection, and the management of digital communities. This study concludes that the sustainability of da'wah television in the digital era is determined by its ability to integrate old and new media while maintaining religious legitimacy and authority within an evolving digital media environment. Future studies are recommended to explore audience perspectives and compare transformation strategies across different Islamic media institutions.