Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR BREAST CARE PADA IBU POSTPARTUM TERHADAP PRODUKSI ASI DI RUMAH SAKIT ANGKATAN DARAT KOTA KEDIRI Nurahmawati, Dhewi; Mulazimah; Ika Wati, Yani; Dwi Agata, Delarosi; Pratika, Rindi
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 5 No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v5i2.17431

Abstract

Perawatan payudara (breast care) dilakukan untuk memelihara payudara dan memperbanyak dan memperlancar produksi ASI pada ibu menyusui terutama pada ibu setelah melahirkan. Perawatan payudara bermanfaat untuk meminimalkan keluhan dan masalah pada payudara saat proses menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor perawatan payudara pada ibu postpartum terhadap produksi ASI. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan correlational desain dengan menggunakan pendekatan desain studi cross sectional. Sampel penelitian ini adalah semua ibu nifas hari ke 1-5 sebanyak 64 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan uji analisis mengunakan regresi linier berganda. Breastcare Postpartum efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Terdapat pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap factor breastcare yang mempengaruhi produksi ASI pada ibu postt partum
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWI KELAS VIII TERHADAP KEPUTIHAN Mulazimah
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 5 No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v5i2.17432

Abstract

Latar Belakang: Keputihan dapat disebabkan oleh perilaku yang tidak sehat, seperti mencuci vagina dengan air yang tidak bersih, menggunakan cairan pembersih vagina yang berlebihan, cara mencuci alat genitalia yang salah, stress yang berkepanjangan, penggunaan bedak talc/tisu dan sabun dengan pewangi pada daerah vagina, serta sering memakai atau meminjam barang-barang seperti perlengkapan mandi yang memudahkan penularan keputihan. Masalah keputihan masih sangat tinggi, peranan petugas kesehatan sangat diperlukan untuk menjelaskan kepada remaja tentang hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap keputihan, sehingga remaja memahami masalah keputihan dan tidak akan menjadi keputihan yang berakibat fatal. adapun program pemerintah yang harus dijalankan yaitu melakukan screening keputihan pada remaja. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VIII di SMPN 4 Kediri. Sampel dari penelitian ini adalah Siswi kelas VIII SMPN 4 Kediri yang bersedia menjadi responden serta tidak sedang sakit. Hasil Penelitian: 41 responden (50,6%) memiliki pengetahuan cukup terhadap keputihan dan terdapat 46 responden (56,8%) memiliki sikap cukup terhadap keputihan. Kesimpulan: ada hubungan tingkat pengetahuan siswi kelas VIII dengan sikap dalam menghadapi keputihan di SMPN 4. Besar nilai coeffecient correlation didapat sebesar (r) 0,589 termasuk dalam kategori tingkat hubungan sedang.