Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Gizi Penting Sebagai Upaya Catch Up Dan Pencegahan Stunting Pada Orang Tua Noeraini, Ardina Rezky; Srihadi Yanti, Entin; Sri Wulaningtyas, Eko; Puspita; Sulistyorini, Lilik; Rahayu Nengtyas, Risma; Juhana, Dewi
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v2i1.48

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi gangguan pertumbuhan yang diakibatkan oleh kurangnya gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Pravelensi kejadian Stunting di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2016 hingga tahun 2018, kemudian mengalami penurunan pada tahun 2019 hingga tahun 2021. Penurunan pravelensi stiunting hingga tahun 2021 masih belum mencapai target yang ditetapkan oleh WHO. Kekurangan gizi merupakan faktor penyebab langsung kejadian stunting. Salah satu faktor yang mempengaruhi kekurangan gizi pada anak adalah tingkat pengetahuan. Hal ini disebabkan karena tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi akan menentukan perilaku ibu dalam menyediakan makanan dengan jenis dan jumlah yang tepat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Penyuluhan kesehatan mengenai gizi merupakan salah satu metode pencegahan stunting. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan mengenai gizi di TK Dharma Wanita Dukuh II, Ngadiluwih, Kediri menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan orang tua (ibu) terkait gizi untuk mencegah terjadinya stunting. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua murid di TK Dharma Wanita Dukuh II memiliki perhatian yang besar terhadap kebutuhan gizi sang anak.
Edukasi Kesehatan Reproduksi bagi Remaja Masa Kini Srihadi Yanti, Entin; Risnasari, Norma; Nurahmawati, Dhewi; Wulaningtyas, Eko Sri; Mulazimah, Mulazimah; Puspitasari, Oktavia; Purnamasari, Ririn Ita; Rahmadini, Siska Nuriya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 2 No 1 (2022): Vol.2 No.1 (Desember 2022)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v2i1.19369

Abstract

Teenagers have a proportion of 17% of the total population of Indonesia. Adolescence is a transition from children to adults between the ages of 10 till 18 years. Adequate access to information can help adolescents avoid the threats of today's youth. One effort to increase knowledge in counseling. This activity aims to increase adolescents' knowledge regarding reproductive health in Sepawon Village, Plosoklaten District, Kediri Regency. Activities carried out by the method of lectures, discussions and games. Activity evaluation is obtained by comparing the pre-test and post-test scores. The activity results showed an increase of 25% in adolescents' knowledge after participating in Adolescent Reproductive Health Extension activities. With the implementation of this activity, it is hoped that similar activities can be carried out routinely by involving various sectors, such as the government, health services, puskesmas and NGOs, so that adolescent development can take place optimally and avoid the current threat of youth.