Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Unisia

Mencermati Kinerja Kepala Daerah Pasca Pilkada Langsung dalam Mengendalikan Pemerintah Daerah dan Menjamin Kesejahteraan Rakyat (Upaya Mencari Sebab Buruknya Kinerja dan Tawaran Solusi) Agus Riewanto
Unisia Vol. 31 No. 68 (2008)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.vol31.iss68.art2

Abstract

Penyelenggaraan otonomi daerah selama ini tujuan utamanya adalah untuk memperkuat posisi pemerintah daerah (Pemda) dalam memajukan kesejateraan rayat di daerah (human development). Untuk menjamin akselerasi Otda itu maka diperlukan pemimpina daerah (kepala daerah) yang  dipilih langsung (pilkada) agar menjadi kuat legitimasi politiknya dan dapat tenang bekerja karena tidak dirongrong oleh permainan politik di daerah. Pilkada langsung saja tidak cukup, masih perlu pula di dapat kepala daerah yang kuat, cerdas, enerjik, berintegritas moral yang kuat dan syarat pengalaman dalam mengendalikan Pemda dan memajukan kesejateraan rayat. Realitasnya hasil pilkada langsung 2005-2007 lebih didominasi wajah baru ketimbang incumbent. Ini menandaskan bahwa mereka tidak cukup berpengalaman di birokrasi, apalagi yang bukan dari parpol mayoritas di daerah. Maka akan lebih disibukkan dan terkonsentrasi untuk membangi kue kekuasaannya pada parpol pengusung, orang dekat dan para kerabatnya, lebih banyak beradaptasi dengan aparat birokrasi daerah dan berlindung pada Muspida.
Sinergitas Pemilihan Presiden 2009 dengan Sistem Presidensialisme Murni dan Konsolidasi Demokrasi di Indonesia Agus Riewanto
Unisia Vol. 31 No. 70 (2008): Jurnal Unisia
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/unisia.vol31.iss70.art5

Abstract

2009 is the second period of Direct Presidential Election after the first election in 2004.The Presidential Election of 2004 was considered as the eve of the new constitutionalhistory of Indonesia, because by the direct election would strengthen pure presidentialsystem based on the Constitution of 1945 post amendment, and at the same time wouldalso consolidate democracy. In fact, however, during his tenure, the Elect President andhis presidential institution have been facing strong current resistance in the Parliament,and this has been weakening consolidation of democracy. The main cause is the presenceof multiparty which is not compatible with the pure system of presidential, in whichpresident should be stronger or at least balanced with the position of parliament. Thus,Indonesian practice of constitutionalism since 2004 has been reflecting a parliamentarysystem. The Presidential Election of 2009 should synergetic with the pure presidential,and at once end the transition of democracy toward the consolidation of democracy.Keywords: direct election, presidential, consolidate, democracy.