Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komunikasi Politik Bencana Sumatera: Respons Akun Resmi Partai Gerindra di Media Sosial X Romadhoni, Budi Arista; Nugroho, Adi; Permana, Naufal Rizqi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.251-260

Abstract

Penelitian ini menyoroti pergeseran strategi komunikasi digital Partai Gerindra di platform X (@Gerindra) saat menghadapi situasi krisis bencana Banjir Sumatera pada akhir tahun 2025. Di tengah dominasi pemilih Gen Z yang menuntut interaksi otentik, gaya komunikasi Gerindra yang semula santai dan humoris diuji efektivitasnya dalam menjalankan fungsi pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap apakah media sosial partai mampu bertransformasi menjadi ruang publik deliberatif atau sekadar alat propaganda digital (politik imagologi) di tengah krisis. Menggunakan metode Netnografi dengan paradigma konstruktivisme dan analisis tematik, penelitian ini mengkaji interaksi serta unggahan akun @Gerindra pada periode 27 November hingga 24 Desember 2025. Temuan penelitian mengidentifikasi empat tipologi narasi utama: diseminasi informasi krisis dan mitigasi teknis, personalisasi kepemimpinan elit, politik akuntabilitas melalui penegakan disiplin internal, serta narasi rekonstruksi pasca-bencana. Hasil analisis menunjukkan bahwa @Gerindra berhasil melampaui strategi Pull Political Marketing konvensional dengan menerapkan "Interaktivitas Berbasis Tindakan" untuk menjawab paradoks deliberasi. Meskipun komunikasi yang terbangun masih bersifat deliberasi terbimbing (guided deliberation), akun tersebut terbukti fungsional sebagai jembatan informasi krisis, mengurangi kesenjangan antara retorika politik dengan kebutuhan substantif publik.
Framing Media Kompas, Tempo, dan BBC Indonesia Pada Demonstrasi 25 Agustus 2025 di DPR Permana, Naufal Rizqi; Nugroho, Adi; Romadhoni, Budi Arista
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.316-325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media Kompas, Tempo, dan BBC Indonesia membingkai peristiwa demonstrasi 25 Agustus 2025 di depan Gedung DPR melalui pemberitaan media online, serta bagaimana framing tersebut beririsan dengan mekanisme agenda setting dalam membentuk persepsi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma interpretatif melalui analisis framing model Robert N. Entman yang mencakup empat dimensi utama, yaitu pendefinisian masalah, diagnosis penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penanganan, yang dipadukan dengan Teori Agenda Setting untuk menelaah proses transfer salience dari agenda media ke agenda publik. Data primer diperoleh dari artikel berita Kompas.id, Tempo.co, dan BBC Indonesia yang secara intens meliput demonstrasi tersebut, sementara data sekunder bersumber dari literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun melaporkan peristiwa yang sama, ketiga media membangun framing yang berbeda dan menghasilkan konstruksi realitas yang tidak seragam. Media Kompas cenderung membingkai demonstrasi sebagai ekspresi sah aspirasi demokratis dan menekankan pentingnya dialog serta refleksi politik. Media Tempo lebih menyoroti eskalasi konflik, kekacauan, dan ketidakadilan struktural sebagai akibat dari kegagalan dan pengkhianatan elit politik. Sementara itu, media BBC Indonesia memosisikan peristiwa tersebut sebagai indikator ketidakstabilan politik dan problem penanganan keamanan negara dengan sorotan kuat pada isu hak asasi manusia dan citra Indonesia di mata internasional. Temuan ini menegaskan peran strategis media dalam membentuk pemahaman publik terhadap peristiwa politik dan pentingnya literasi media kritis.