Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Stop Perundungan (Bullying) Pada Pelajar Tingkat Sekolah Dasar Di Sd 1 Lana Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka Alimuddin, Nur Hidayani; Mingga, Rahmat Nova; Yulianti, Diska; Syafika, Nur; Fajarani, Muh. Faizal; Hikmawati, Hikmawati; Muspirah, Muspirah; Ramadhani, Novita Suci; Windyastuti, Lindya; T, Firman; Alidersi, Alidersi; Sabrianto, Sabrianto
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.4682

Abstract

Bullying merupakan perilaku agresif yang berpotensi merusak kesehatan mental siswa, menjadi masalah serius di sekolah, termasuk di SD 1 Lana, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka. Pentingnya pemahaman tentang bullying mendorong kami untuk menginisiasi program sosialisasi guna meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak dan cara mengatasinya. Metode yang digunakan adalah sosialisasi melalui penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab yang diikuti oleh 60 siswa kelas 5 dan 6 pada 14 Agustus 2024. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai bullying, serta dorongan untuk bertindak lebih empatik. Kesadaran ini penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. Oleh karena itu, pendidikan tentang bullying perlu diintegrasikan dalam kurikulum sekolah untuk meminimalisir insiden bullying di masa mendatang. Bullying is an aggressive behavior that poses a serious threat to students' mental health, particularly in schools like SD 1 Lana in Wolo District, Kolaka Regency. The importance of understanding bullying prompted us to initiate a socialization program aimed at increasing students' awareness of its impact and coping strategies. The method employed was socialization through material presentation, discussions, and Q&A sessions involving 60 students from grades 5 and 6 on August 14, 2024. The results indicated an improvement in students' understanding of bullying and a greater willingness to act empathetically. This awareness is crucial for creating a safe and supportive learning environment. Therefore, integrating bullying education into the school curriculum is essential to minimize future incidents of bullying.
Pengaruh Corporate Social Responsibility Dan Green Investment Terhadap Pengungkapan Emisi Karbon Dengan Variabel Moderasi Kepemilikan Institusional Pada Sektor Energi Di BEI Halimahtussakdiah, Halimahtussakdiah; Ariyanto, Sanusi; Syafika, Nur
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i6.9883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) dan Green Investment terhadap pengungkapan emisi karbon (Carbon Emission Disclosure), serta menguji peran moderasi kepemilikan institusional dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Moderated Regression Analysis (MRA) untuk menguji hubungan antarvariabel dan efek moderasi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CSR berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan emisi karbon, menandakan bahwa semakin tinggi komitmen sosial perusahaan, semakin besar pula transparansi dalam pelaporan lingkungan. Sebaliknya, green investment berpengaruh negatif dan signifikan, yang menunjukkan bahwa investasi hijau belum sepenuhnya mencerminkan keterbukaan informasi emisi. Selain itu, kepemilikan institusional tidak terbukti memoderasi hubungan antara CSR dan green investment terhadap pengungkapan emisi karbon. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik keberlanjutan perusahaan belum sejalan dengan transparansi pelaporan, serta peran investor institusional masih perlu diperkuat untuk mendorong akuntabilitas informasi lingkungan.