Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kepatuhan Penggunaan Insulin pada pasien DM tipe 2 Rawat Jalan di RS X Kota Bekasi Rahmani, Neni; Putri, Riana Eka
Public Health and Safety International Journal Vol. 4 No. 02 (2024): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v4i02.861

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Terapi insulin merupakan salah satu bagian dari pengobatan diabetes melitus tipe 2. Kepatuhan dalam menjalani terapi insulin sangat penting untuk mencapai keberhasilan terapi. Meningkatkan kepatuhan dapat membantu pasien diabetes melitus tipe 2 menghindari komplikasi dan memaksimalkan hasil pengobatan. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan Tingkat Pendidikan dengan Tingkat kepatuhan penggunaan insulin pasien DM tipe 2 di rawat jalan Rumah Sakit X. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasioal dengan model pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien DM tipe 2 yang menggunakan insulin pen di rawat jalan Rumah Sakit X. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling pada 106 pasien. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Morisky Medication Adherence MMAS-8. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan pasien dalam penggunaan terapi insulin sebagian besar masih dalam tingkat kepatuhan sedang dengan persentase sebesar 49,1%, sedangkan tingkat kepatuhan tinggi 31,1% dan kepatuhan rendah 19,8%. Terdapat korelsi positif yang lemah dan signifikan antara tingkat Pendidikan dengan keptuhan pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit X Kota Bekasi.
ANALISIS PROFIL PENGOBATAN, BIAYA PERSPEKTIF RUMAH SAKIT DAN HROQoL PADA PASIEN HEMODIALISIS RAWAT JALAN DI RSUP FATMAWATI JAKARTA Rahmani, Neni; Sarnianto, Prih; Ramadaniati, Hesty Utami
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 2 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i1.2022.38-46

Abstract

Latar belakang  :Hemodialisis adalah suatu cara untuk memperbaiki kelainan fungsi ginjal,  dilakukan dengan menggunakan mesin hemodialisis. Terapi hemodialisis membutuhkan waktu yang lama dan biaya mahal yang dapat mempengaruhi kualitas hidup.Tujuan Penelitian Mengetahui manajemen profil pengobatan Eritropetin, biaya perspektif rumah sakit, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien hemodialisis rawat jalan di RSUP Fatmawati.Metode Penelitian : Metode yang digunakan adalah analisis Cross-Sectional  dengan rentang penelitian 2 bulan, pada pasien dewasa yang minimal 12-36 bulan menjalani hemodialisis Pengumpulan data dilakukan dengan retrospektif dari dokumen, untuk menilai kesesuaian manajemen profil pengobatan Eritropoetin dan secara prospektif dari pengisian kuesioner EQ-5D-5L dan VAS (Visual Analogue Scale) kemudian dilakukan analisis data secara deskriptif dan menggunakan analisis Regresi linier berganda untuk mendapatkan korelasi antara karakteristik terhadap kualitas hidup (VAS dan Utility).Hasil Penelitian : Selama periode 2 bulan jumlah pasien sebanyak 100 orang. Jumlah laki-laki lebih banyak (57 pasien), usia 50-59 tahun sebanyak 30%, 55% bekerja sebagai karyawan, 50% pendidikan SMA, 54% pendapatan kurang Rp 2.000.000,-. Hasil kesesuaian terapi Eritropoetin sudah 100% sesuai menurut pernefri. Biaya riil untuk tindakan hemodialisis sebesar Rp910.570,- lebih kecil dibanding biaya INA-CBGs Rp 982.400,- . Analisis regresi linier VAS menunjukan 3 variabel yang signifikan : depresi (p= 0,003), jenis kelamin (p=0,028), lama hemodialisis (p=0,035). Analisis regresi linier utility ada 1 variabel yang signifikan yaitu pendapatan tiap bulan (p = 0,023).Kesimpulan  : kesesuaian terapi untuk menejemen anemia di sesuai dengan standar terapi menurut pernefri. Biaya persepektif rumah sakit lebih kecil daripada biaya INA-CBGs. Ada tiga variabel yang mempengaruhi kualitas hidup VAS yaitu depresi, jenis kelamin dan lama hemodialisis sedangkan kualitas hidup dari aspek utility hanyak dipengaruhi faktor pendapatan per bulan.  
Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Pengetahuan Generasi Z Di Kelapa Gading Melalui Sosialisasi Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Dan Buang Obat Dengan Benar) Menggunakan Video Animasi Periode Juli 2025: Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Pengetahuan Generasi Z Di Kelapa Gading Melalui Sosialisasi Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Dan Buang Obat Dengan Benar) Menggunakan Video Animasi Periode Juli 2025 Budiarti, Widyani; Rahmani, Neni; Vania Iskandar, Theresia
Jurnal Sintesis: Penelitian Sains, Terapan dan Analisisnya Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Sains, Teknologi, dan Analsisi Institut ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56399/jst.v6i2.340

Abstract

Pengetahuan DAGUSIBU sendiri bisa didapatkan dari berbagai sumber salah satunya adalah pendidikan, dimana semakin tinggi pendidikan seseorang maka semaki tinggi juga tingkat pengetahuan yang dimiliki. Saat ini penduduk terbanyak di Indonesia merupakan generasi Z, oleh karena itu program edukasi ini akan diterapkan pada generasi Z menggunakan video animasi karena cocok untuk generasi Z yang terbiasa dengan pendekatan audio-visual. Kelapa Gading menjadi tempat penelitian dikarenakan jumlah generasi Z yang cukup banyak yang dapat menunjang selama proses penelitian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah pendidikan berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan generasi Z di Kelapa Gading setelah diberikan video animasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan eksperimental kuasi dengan desain one group pre-test – post-test yang terdiri dari 385 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian dan pengujian chi-square menggunakan SPSS menunjukan dari 385 sampel yang menajdi responden menunjukan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,729 dimana lebih besar dari 0,05 yang artinya pendidikan tidak berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan generasi Z di Kelapa gading, meskipun demikian hasil post-test secara keseluruhan mengalami peningkatan nilai dibandingkan dengan nilai pre-test. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini pendidikan tidak berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan.
Overview of Outpatient JKN Patient Satisfaction with Pharmaceutical Services at the Pharmacy Installation of Rumah Sakit Islam Karawang Wijayanti, Fitri Dwi; Rahmani, Neni; Yusnitasari, Rini
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v5i2.2708

Abstract

Pharmaceutical services are an essential part of hospital healthcare because they are related to medication safety, rational drug use, service efficiency, and patient satisfaction. In the context of the National Health Insurance program (Jaminan Kesehatan Nasional/JKN), outpatient pharmacy services are required to provide accurate, timely, informative, and equitable services. Objective: This study aimed to describe the characteristics of JKN outpatients and their satisfaction level with pharmaceutical services at the Pharmacy Installation of Rumah Sakit Islam Karawang. Methodology: This study used a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. A total of 358 respondents were selected using accidental sampling. Data were collected using a structured questionnaire based on five SERVQUAL dimensions: reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles. The data were analyzed descriptively using frequency distributions and satisfaction percentages. Findings: Most respondents were female, aged 36–45 years, employed, and had a senior high school educational background. The overall patient satisfaction score was 78.95%, categorized as satisfied. The highest scores were found in the tangibles dimension at 83.02% and empathy at 82.83%, both categorized as very satisfied. Responsiveness and reliability obtained scores of 77.37% and 76.12%, respectively. The assurance dimension had the lowest score at 74.62%, although it remained in the satisfied category. Implications: The findings indicate that pharmaceutical services for JKN outpatients were generally satisfactory. However, improvements are needed in assurance, particularly medication availability, medication accuracy, prescription suitability, and patient confidence. Originality: This study provides empirical evidence on JKN outpatient satisfaction with pharmaceutical services at Rumah Sakit Islam Karawang and identifies priority dimensions for service quality improvement.