Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Resiko Efek Samping Edema terhadap Penggunaan Amlodipin (CCBs) sebagai Antihipertensi: Kajian Literatur Nugraheni, Tiyas Putri; Hidayat, Luthfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.469 KB)

Abstract

Amlodipin atau turunan garamnya berupa amlodipine besylate mempunyai nama kimia yaitu aminoethoxy methyl-4-(2-chlorophenyl)-3-ethoxycarbonyl-5- methoxycarbonyl-6-methyl 1,4 dihydropyridine benzene sulfonate, amlodipine memberikan efek farmakologis sebagai agen antihipertensi dengan mekanisme kerja Calcium Channel Blocker (CCB). Penggunaan amlodipine kadang-kadang dibatasi oleh efek sampingnya yang dapat menyebabkan edema perifer dan sakit kepala. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui resiko efek samping edema terhadap penggunaan amlodipine (CCBs) sebagai antihipertensi. Penelitian ini menggunakan metode review melalui database jurnal dengan kasus tentang penggunaan amlodipin pada pasien hipertensi yang menyebabkan edema. Penelitian dalam berbagai jurnal menyatakan bahwa penggunaan amlodipin akan mengalami edema tetapi tergantung berdasarkan dosis yang digunakan dan dapat menggunakan terapi kombinasi (tidak hanya dosis tunggal) sehingga lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah dan meminimalisir efek samping yang mungkin terjadi. Berdasarkan hasil analisis yang dikumpulkan dari 15 jurnal, efek samping dari penggunaan amlodipin dosis tinggi yang potensial dan sering terjadi adalah edema perifer dan kebanyakan terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki. Edema perifer terjadi karena adanya akumulasi cairan dalam darah akibat dari hemodilusi yang terjadi pada dosis tinggi Amlodipin yang digunakan jangka panjang.
Resiko Efek Samping Edema terhadap Penggunaan Amlodipin (CCBs) sebagai Antihipertensi: Kajian Literatur Nugraheni, Tiyas Putri; Hidayat, Luthfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.3080

Abstract

Amlodipin atau turunan garamnya berupa amlodipine besylate mempunyai nama kimia yaitu aminoethoxy methyl-4-(2-chlorophenyl)-3-ethoxycarbonyl-5- methoxycarbonyl-6-methyl 1,4 dihydropyridine benzene sulfonate, amlodipine memberikan efek farmakologis sebagai agen antihipertensi dengan mekanisme kerja Calcium Channel Blocker (CCB). Penggunaan amlodipine kadang-kadang dibatasi oleh efek sampingnya yang dapat menyebabkan edema perifer dan sakit kepala. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui resiko efek samping edema terhadap penggunaan amlodipine (CCBs) sebagai antihipertensi. Penelitian ini menggunakan metode review melalui database jurnal dengan kasus tentang penggunaan amlodipin pada pasien hipertensi yang menyebabkan edema. Penelitian dalam berbagai jurnal menyatakan bahwa penggunaan amlodipin akan mengalami edema tetapi tergantung berdasarkan dosis yang digunakan dan dapat menggunakan terapi kombinasi (tidak hanya dosis tunggal) sehingga lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah dan meminimalisir efek samping yang mungkin terjadi. Berdasarkan hasil analisis yang dikumpulkan dari 15 jurnal, efek samping dari penggunaan amlodipin dosis tinggi yang potensial dan sering terjadi adalah edema perifer dan kebanyakan terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki. Edema perifer terjadi karena adanya akumulasi cairan dalam darah akibat dari hemodilusi yang terjadi pada dosis tinggi Amlodipin yang digunakan jangka panjang.
Pelatihan Dasar Manajemen Bantuan Hidup Dasar (BHD) Karang Taruna Dusun Sribit Dan Sekarsuli, Kapanewon Berbah, Sleman, Yogyakarta Ghozali, Muhammad Thesa; Nugraheni, Tiyas Putri; Halimatussa’diyah, Siti
Jurnal Surya Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.5.2.2023.244-249

Abstract

Basic Life Support (BHD) is very important since it teaches how to provide basic daily life support techniques that are commonly encountered. This community service program intends to provide education as well as training to youth organizations and health cadres of the village who partners with the Community Service Institute of Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, namely hamlets of Sribit and Sekarsuli, Berbah, Sleman. The model of the BHD training program was a combination of mini-lecture and practice. Technically, BHD materials were taught by the health professionals to participants 8 times in 1 month. Determination the effectiveness of the program, pretest and posttest were conducted before and after the training. The statistical analysis test results for the total value of the pretest and posttest found that there was an increase in the total of respondents (n=23) who had a good average level of knowledge, from 0 (0%) to 14 (60.8%). The average value of the test also increased, i.e. before the program was 46.13 then became 80.43, with a p value of 0.001 using the Wilcoxon test. This indicated that there is a difference in the respondents’ knowledge before and after conducting basic BHD training. The implication of this program was that the combination of mini lectures and practice could be utilized as an effective approach in providing education and training on BHD for lay people.
ANALISIS MAKROSKOPIK DAN MIKROSKOPIK HERBA SANGKETAN (Achyranthes aspera) Fanani, Zaenal; Etikasari, Ria; Nugraheni, Tiyas Putri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan obat herbal yang semakin maju mendorong berbagai studi eksplorasi tanaman liar yang dipakai dalam etnomedisin. Tanaman Sangketan (Achyranthes aspera) sudah umum digunakan oleh masyarakat Indonesia, karena memiliki manfaat bagi kesehatan. Tanaman ini mudah tumbuh liar di tempat terbuka seperti perkarangan kosong dan ladang. Identifikasi tanaman obat merupakan bagian penting dalam pengembangan obat herbal, untuk memastikan kebenaran jenis tanaman yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi Sangketan berdasarkan pengenalan makroskopik dan mikroskopik tanaman. Analisis makroskopik pada herba Sangketan dilakukan secara organoleptis dan morfologi, dengan mengamati bentuk batang, daun dan bunga menggunakan kaca pembesar. Analisis mikroskopik dilakukan dengan mengamati fragmen pengenal dari serbuk herba Sangketan, dilihat menggunakan mikroskop cahaya. Hasil pengamatan makroskopik, batang Sangketan jenis batang basah, arah tumbuh tegak dengan percabangan sirung pendek. Daun Sangketan berupa daun tunggal, bentuk jorong, pangkal dan ujung meruncing, tepi daun rata dengan pertulangan menyirip. Bunga Sangketan berupa bunga majemuk, bentuk bulir dengan letak di ujung batang. Gambaran mikroskopik serbuk batang Sangketan menunjukkan adanya fragmen pengenal berupa trikoma berkutil. Pada serbuk daun Sangketan menunjukkan adanya fragmen pengenal berupa trikoma glandular. Sedangkan serbuk bunga Sangketan menunjukkan adanya fragmen pengenal gynoecium dan kristal roset.