Djuanda, Jonathan Kevin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Obstetric Antiphospholipid Syndrome: Etiologi Keguguran Berulang yang Sulit Dikenali Djuanda, Jonathan Kevin
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 5 (2019): Pediatri
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.42 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v46i5.485

Abstract

Keguguran atau abortus merupakan masalah ibu hamil trimester pertama. Penyebabnya bervariasi dari kelainan kromosom hingga penyakit kronis ibu hamil. Obstetric Antiphospholipid Syndrome (OAS) merupakan penyakit autoimun yang dapat muncul dalam kehamilan, menyebabkan keguguran berulang sehingga menimbulkan beban medis, sosial dan finansial yang besar. Pada kasus OAS murni tidak ada gejala lain.Miscarriage is a complication in the first trimester pregnancy. The common cause is chromosomal anomalies. Recurrent miscarriages warrants further examination. Obstetric Antiphospholipid Syndrome (OAS) is an autoimmune disease associated with Antiphospholipid Syndrome. A pure OAS yields no other sign and symptoms aside from pregnancy complications such as recurrent miscarriage.
Prinsip Manajemen Sindrom Asherman Djuanda, Jonathan Kevin
Cermin Dunia Kedokteran Vol 44, No 4 (2017): Optalmologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.401 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v44i4.849

Abstract

Dalam dunia obstetrik dan ginekologi, tindakan Dilatation-&-Curettage (D&C) cukup sering dilakukan dan relatif aman, biasanya setelah abortus inkomplit. D&C yang agresif dapat menyebabkan scarring ekstensif di rongga uterus yang disebut Sindrom Asherman. Sindrom Asherman dapat menyebabkan infertilitas sekunder dan membutuhkan pemeriksaan dan penanganan yang tidak mudah.Dilatation-&-Curettage is a very safe and common obstetrics and gynecology procedure that is performed quite often to evacuate conception tissue, usually after an incomplete abortion. However, aggressive approach during a D&C might result in extensive scarring inside the uterine cavity called Asherman’s Syndrome. The syndrome will affect fertility and needs difficult examinations and interventions.Â