Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Update on Hand Osteoarthritis: A Neglected Problem Daniella, Dian; -, Marianto
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47, No 12 (2020): Dermatologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.271 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v47i12.1243

Abstract

Osteoarthritis (OA) is the most common rheumatologic disease and one of the leading causes of disability worldwide. Hand OA is the most common OA types after knee and hip OA. Risk factors include age, obesity, and family history. Abnormal mechanical loads, sex hormones, and inflammatory changes play role in pathogenesis of hand OA. Diagnosis is primarily based on clinical examination according to ACR guidelines. Plain radiography may support the diagnosis. ACR 2019 recommends comprehensive individualized treatment which include single or combination of physical, psychosocial, and/or pharmacological intervention. Topical NSAIDs are conditionally recommended. For initial oral medication, oral NSAIDs are strongly recommended and preferable to other medications. Exercise is also strongly recommended. Hand orthoses are highly recommended for patients with first CMCJ OA and conditionally recommended for patients with OA in other joints of the hand.Osteoartritis (OA) adalah penyakit reumatologis paling umum dan salah satu penyebab utama kecacatan di seluruh dunia. Osteoartritis tangan adalah jenis OA yang paling umum setelah OA lutut dan pinggul. Faktor risiko penyakit ini adalah usia, obesitas, dan riwayat keluarga. Beban mekanis abnormal, hormon seks, dan reaksi inflamasi juga berperan pada patogenesis OA tangan. Diagnosis OA tangan dapat ditegakkan klinis sesuai pedoman ACR. Pemeriksaan radiologis dapat membantu diagnosis. Pedoman ACR 2019 merekomendasikan tatalaksana komprehensif tunggal atau gabungan dari intervensi fisik, psikososial, dan/atau farmakologis sesuai kebutuhan pasien. OAINS topikal direkomendasikan untuk OA tangan pada kondisi tertentu. Untuk pengobatan oral awal, OAINS oral direkomendasikan sebagai pilihan utama. Olahraga sangat direkomendasikan termasuk untuk OA tangan. Orthosis tangan sangat dianjurkan untuk pasien CMCJ OA awal dan direkomendasikan pada pasien OA persendian tangan lain dengan kondisi tertentu. 
Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam Kehamilan Lie, Hartanto; -, Marianto
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 5 (2019): Pediatri
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.339 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v46i5.478

Abstract

Infeksi HIV selama masa kehamilan dapat menyebabkan transmisi vertikal dari ibu ke anak baik dalam masa kehamilan ataupun saat proses persalinan. Beberapa strategi telah dikembangkan untuk menurunkan transmisi vertikal berupa edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan infeksi dengan penggunaan kondom, skrining HIV universal, tatalaksana menggunakan ARV, PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis), dan deteksi dini dan tatalaksana infeksi HIV pada ibu hamil. Pemilihan jenis persalinan pada wanita hamil dengan HIV sangat bergantung pada viral load pada saat usia kehamilan sudah aterm. Tatalaksana ARV pada ibu hamil tetap dilakukan demi menekan risiko transmisi. Pemberian ASI pada dasarnya dikontraindikasikan. Profilaksis ARV diberikan kepada bayi. HIV infection in pregnancy can transmit vertically from mother to child whether in utero or in delivery process. Several strategies have been implemented to reduce HIV vertical transmission, such as sexual health education, condom usage, universal HIV screening, management of HIV using ARV, PrEP, early detection and ARV therapy during pregnancy. Delivery in pregnancy with HIV infection can be done vaginally if patient’s viral load is low or abdominally to reduce the risk of vertical transmission. ARV prophylaxis is given to babies born from mother with HIV and breastfeeding is basically contraindicatedÂ