Nurul Ahmad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relevansi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Al-Qur’ān Surat Luqmān Ayat 12-19 dengan Pendidikan Modern Nurul Ahmad
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i3.2512

Abstract

Abstrak: Pendidikan modern. Dari hasil penelitian ini menujukan bahwa nilai-nilai Pendidikan karakter dalam Al-Qur’an surah Luqman ayat 12-19 (perspektif Tafsir Al-Qurthubi, Mafatih Al-Ghoib, dan Shafwah At-Tafasir) secara global mengandung nilai-nilai karakter yang meliputi nilai 1). Pendidikan Tauhid, yang mencakup larangan menyekutukan Allah SWT, mangakui akan Ilmu dan Qudrah Allah, serta meyakini perkara-perkara akhirat, seperti hari kebangkitan dari hari hisab. 2). Pendidikan Syari’ah yang mencakup perintah ibadah mendirikan Shalat, dakwah dalam rangka amar ma’ruf  dan nahi munkar dan berbakti kepada orang tua. Kemudian 3). Pendidikan Akhlak, yang mencakup perintah agar berbuat jujur, kasih sayang, bersabar dan bersyukur, serta bersikap bijaksana dan menjalin hubungan harmonis dengan sikap rendah hati dan komunikatif. Adapun relevansi dari surah Luqman ayat 12-19 dengan 18 pendidikan karakter yang teridentifikasi oleh Kemendiknas pada tahun 2009 yang bersumber dari Pancasila. Pendidikan modern. Dari hasil penelitian ini menujukan bahwa nilai-nilai Pendidikan karakter dalam Al-Qur’an surah Luqman ayat 12-19 (perspektif Tafsir Al-Qurthubi, Mafatih Al-Ghoib, dan Shafwah At-Tafasir) secara global mengandung nilai-nilai karakter yang meliputi nilai 1). Pendidikan Tauhid, yang mencakup larangan menyekutukan Allah SWT, mangakui akan Ilmu dan Qudrah Allah, serta meyakini perkara-perkara akhirat, seperti hari kebangkitan dari hari hisab. 2). Pendidikan Syari’ah yang mencakup perintah ibadah mendirikan Shalat, dakwah dalam rangka amar ma’ruf  dan nahi munkar dan berbakti kepada orang tua. Kemudian 3). Pendidikan Akhlak, yang mencakup perintah agar berbuat jujur, kasih sayang, bersabar dan bersyukur, serta bersikap bijaksana dan menjalin hubungan harmonis dengan sikap rendah hati dan komunikatif. Adapun relevansi dari surah Luqman ayat 12-19 dengan 18 pendidikan karakter yang teridentifikasi oleh Kemendiknas pada tahun 2009 yang bersumber dari Pancasila.  
HUBUNGAN FALSAFAH NASIONAL DENGAN PRAKTIK PENDIDIKAN PADA KURIKULUM MERDEKA Muhammad Fakhri Ramadhan; Muhammad Sirozi; Abdurrahmansya; Nurul Ahmad
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.39643

Abstract

Indonesia's national philosophy serves as the ideological and moral foundation that guides the administration of national education, particularly through the values of Pancasila and the constitutional principles of the 1945 Constitution (UUD 1945). This philosophy emphasizes that education aims not only to enlighten the nation's life but also to shape Indonesian individuals who are characterized, moral, and capable of living harmoniously within diversity. This study aims to comprehensively examine the relationship between the national philosophy and educational practices in Indonesia, including the normative foundation, implementation in the curriculum, the teacher's role as a value internalizer, challenges faced, as well as its strategic relevance in human resource development. This study employs a library research method by reviewing scientific literature published in the past ten years, including academic books, national and international journals, and relevant research reports. The study results indicate that the national philosophy serves as a fundamental guide in formulating goals, curriculum, and learning practices. The values of Pancasila are operationalized through the Merdeka Curriculum, the Pancasila Student Profile, and project-based learning that emphasizes character development, critical thinking, creativity, collaboration, and spirituality. Teachers play an important role as models, value facilitators, and agents of social transformation in ensuring that the internalization of values occurs meaningfully. However, the implementation of the national philosophy still faces various challenges, such as policy-practice gaps, limitations in teacher competencies, the influence of individualistic digital culture, socio-cultural heterogeneity, and educational facility disparities. Nevertheless, strengthening the application of the national philosophy is considered strategic in developing superior human resources with character, global competitiveness, and contributions to national development.