Adrian, Steven Johanes
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hipertensi Esensial : Diagnosis dan Tatalaksana Terbaru pada Dewasa Adrian, Steven Johanes; -, Tommy
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 3 (2019): Nutrisi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.884 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v46i3.503

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab terbesar morbiditas penyakit di dunia; penderita hipertensi diperkirakan akan mencapai 1,5 miliar pada tahun 2025 dan kematian dapat mencapai 9,4 juta individu. Hipertensi didefinisikan sebagai kondisi tekanan darah sistolik ≥ 130 mm Hg atau diastolik ≥ 80 mm Hg; 80 – 95% kasus hipertensi esensial. Dua faktor utama berkaitan dengan kasus hipertensi esensial adalah faktor genetik dan lingkungan. Tatalaksana kombinasi non farmakologis dan farmakologis dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti stadium hipertensi, saat mulai pengobatan, jenis obat, target tekanan darah, komorbiditas, kontrol berkala, dan kriteria rujukan.Hypertension causes a considerable morbidity in the world. There will be 1.5 billion hypertensive patients with mortality up to 9.4 million in 2025. Hypertension is defined as systolic blood pressure ≥130 mm Hg or diastolic blood pressure ≥ 80 mm Hg. Approximately 80-95% cases are essential hypertension. The most important factors associated with essential hypertension are genetic and environmental factors. The recommended treatment consists of pharmacological and non-pharmacological methods, considering the stage of hypertension, initiation, class of drugs, blood pressure target, comorbidities, follow-up, and referral criteria.
Potensi Thioridazine Terenkapsulasi Nanopartikel Poly (Lactic-Co-Glycolic) Acid (PLGA) sebagai Inovasi Terapi Baru dalam Tatalaksana TB Resistan Obat Adrian, Steven Johanes; -, Tommy
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 11 (2019): Kesehatan Anak
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i11.414

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi dengan tingkat kematian tertinggi kedua secara global. Sebanyak 1,4 juta kematian terjadi pada tahun 2015. TB-Multi Drugs Resistance (TB-MDR) menyebabkan 200.000 kematian. Prevalensi TB resistan obat yang tinggi membutuhkan tatalaksana baru yang efektif dan efisien. Penggunaan Thioridazine pada penderita TB resistan obat memberikan perbaikan dan dapat ditoleransi dengan baik. Thioridazine menghambat ekspresi berlebihan pompa efflux pada sel sehingga obat-obatan TB yang sebelumnya telah resistan dapat bekerja kembali. Teknologi nanopartikel dapat digunakan untuk membawa obat sehingga lebih efektif dan efisien. Poly (lactic-co-glycolic) acid (PLGA) adalah salah satu nanopartikel yang telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA). Penelitian menggunakan model larva zebrafish menunjukkan penggunaan Thioridazine terenkapsulasi PLGA meningkatkan kemampuan Rifampisin dalam mengeliminasi bakteri M.tuberculosis dan M.bovis sebanyak 6,3-7 kali. Penggunaan PLGA juga mengurangi efek samping dari Thioridazine yang berbahaya seperti kardiotoksisitas. Thioridazine terenkapsulasi PLGA sebagai tatalaksana terhadap TB resistan obat mampu memberikan perbaikan yang signifikan terhadap subjek penelitian, sehingga dapat dijadikan sebagai terapi potensial dalam kasus TB resistan obat di Indonesia, namun dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang penggunaannya terutama karena masih terbatasnya studi atau penelitian klinis di Indonesia.Tuberculosis (TB) is an infectious disease with the second highest mortality rate in the world. There were 1,4 million deaths in 2015. Multi-Drug Resistance Tuberculosis (MDR-TB) causes 200.000 deaths. High prevalence of drug resistant-TB needs a novel therapy which is effective and efficient. The use of Thioridazine on drug resistant TB reduce morbidity and well tolerated. Thioridazine inhibits the excessive expression of cellular efflux pump, so the resistant TB drugs can function. Nanoparticle technology can be used to as drug carrier. Poly (lactic-co-glycolic) acid (PLGA) is one of the nanoparticle approved by Food and Drug Administration (FDA). Studies used zebrafish larva model showed the use of Thioridazine encapsulated by PLGA increased the ability of Rifampicin in eliminating M. tuberculosis and M. bovis 6,3-7 times. The use of PLGA also reduced the dangerous side effects of Thioridazine such as cardiotoxicity. Thioridazine encapsulated by PLGA as the treatment for drug-resistant can significantly improve the subject, thus it can be used as a potential treatment for drug-resistant TB. More studies about the use of the drug are needed because the studies are limited.