Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Akad Mu’nah Pada Pt. Gadai Syariah Berbagi Berkah Samarinda Lamtana, Lamtana
TAFANI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2022): TAFANI
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/tafani.v1i1.4213

Abstract

MU’NAH adalah biaya penjagaan dan perawatan barang gadai. Dimana biaya perawatan dan penjagaan barang gadai merupakan tanggungjawab nasabah sebagai pemilik barang, mengingat barang yang digadaikan berada di gudang atau kantor Gadai Syariah Berbagi Berkah maka nasabah bisa memberikan tugas kepada pihak gadai syariah untuk menjaga dan merawatnya selama dalam kurun waktu yang telah diepakati yaitu lima belas hari kerja dengan demikian maka si nasabah harus membayar biaya atas jasa perawatan dan penjagaan barang gadai nya.Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan cara pemberian materi pengertian dan pemahaman juga mengkanisme Mu’nah, dengan metode ceramah dan tanya jawab yang disampaikan oleh nara sumber yaitu Dr. Mursyid, M.SI. dan ketua pelaksana pengabdian selama satu hari, hari Jum’at, tanggal 19 Desember 2021, diberikan kepada para manajemen dan staf pelaksana harian juga masyarakat di sekitar, mahasiswa UINSI yang sedang Praktek Kerja Lapangan dan mahasiswa Widya Gama Mahakam sebagai anggota pelaksanaan pengabdian masyarakat dari jam 09.00 – 11.30. Acara ini dilaksankan di kantor operasional Gadai Syariah Berbagi Berkah di Jalan PM. Noor Samarinda. Seluruh peserta acara sebanyak 17 orang. Didalam mekanisme gadai manakala nasabah menitipkan barang yang akan digadaikan maka nasabah harus mengeluarkan biaya penjagaan dan perawatan atas barang yang di gadai dengan kata lain disebut dengan Mu’nah. Dengan biaya yang dikeluarkan oleh nasaba dalam mekanisme penjagaan dan perawatan barang gadai ini timbul pendapat bahwa itu mengandung Riba. Oleh karena itu pengabdian kepada masyarakat memberikan informasi pengetahuan apa dan bagaimana penghitungan biaya perawatan dan penjagaan barang gadai (Mu’nah). Permasalahan yang dihadapi yaitu belum faham secara mendalam tentang pengertian akad mu’nah dan bagaimana cara menghitung penetapan biaya perawatan dan penjagaan barang gadai. Mu`nah (jasa perawatan dan penjagaan) atas marhun yang besarnya harus ditetapkan pada saat akad sebagaimana ujrah dalam akad ijârah, penetapan Mu’nah yaitu dengan nominal sesuai besarnya nilai barang gadai, bukan pada persentasi besarnya pinjaman. Dengan memahami mu’nah diharapkan menaruh manfaat yang mendatangkan kebaikan, juga diharapkan bisa menjadi acuan secara teoritis maupun secara praktis dalam rangka aplikasinya dan meningkatnya kepercayaan masyarakat atas keamanan barang yang di gadaikan. Kata Kunci: Gadai Syariah Berbagi Berkah, Biaya Perawatan dan Penjagaan (Mu`nah)
A Performance Measurement Model for Shariah Banks Based on Falah Mursyid, Mursyid; Yanti, Dharma; Lamtana, Lamtana; Shufiah, Wardatush
EQUILIBRIUM Vol 12, No 2 (2024): EQUILIBRIUM
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/equilibrium.v12i2.29280

Abstract

It is the financial ratio, risk, or capital ownership approach that dominates the performance of conventional and sharia banking. In order to evaluate the performance of sharia banking, a measurement model that is consistent with the principles of sharia economics is necessary, as the operational basis of sharia banks and conventional banks is significantly different. This model must not only evaluate the financial performance but also the normative side. All Muslim activities and behaviors on Earth are ultimately directed toward falah, as is widely recognized. As a result, the objective of this investigation is to develop a falah-based sharia bank performance measurement model and to evaluate the performance of ten sharia commercial banks in Indonesia. The Simple Additive Weighting Method is employed to accomplish weighting and aggregation in the falah approach to performance compilation, while the two-phase multiattribute decision-making approach is employed to determine ranking. The development of the performance measurement model of the Maqashid Syariah Index is designated as Falah in this study. According to the Falah approach, the performance evaluation of sharia institutions reveals that Bank TB Bukopin Syariah and BTPN Syariah exhibit flawless performance. At the same time, Bank Aladin Syariah, Bank Panin Dubai Syariah, Bank Aceh Syariah, Bank Muamalat, and BJB Syariah demonstrated exceptional performance. In addition, Bank Mega Syariah demonstrated satisfactory performance.