Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia Shufiah, Wardatush
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.875

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menguji kembali hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh penelitian terdahulu, yaitu: Hermina dan Edy Suprianto (2014), Rida, dkk. (2016), Usman Harun (2016), Salman Al-Parisi (2017), Rima Cahya Suwarno dan Ahmad Mifdlol Muthohar (2018), Hamdani, dkk.(2018), Muhammad Syakhrun, dkk. (2019), dan Yolanda Fitri Zulvia (2020) yang menyatakan bahwa FDR, BOPO, CAR, NPF, NOM dan DPK berpengaruh tidak signifikan terhadap Return On Asset (ROA) pada kinerja keuangan bank umum syariah di Indonesia. Populasi penelitian adalah 14 BUS dan dengan teknik purposive sampling terpilihlah 12 BUS sebagai sampel penelitian posisi 2015-2020. Data bersumber dari data sekunder yang diambil dari laporan keuangan (annual report) masing-masing BUS. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa FDR dengan nilai signifikan (0,355) berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah, BOPO dengan nilai signifikan (0,000) berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah, CAR dengan nilai signifikan (0,005) berpengaruh positif signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah, NPF dengan nilai signifikan (0,102) berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah, NOM dengan nilai signifikan (0,392) berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah, DPK dengan nilai signifikan (0,029) berpengaruh positif signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah. Secara simultan FDR, BOPO, CAR, NPF, NOM, DPK dengan nilai signifikan sebesar (0,000) berpengaruh positif signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah, dengan R Square sebesar 0,753 yang artinya 75,3% adanya pengaruh yang dapat dijelaskan dari variabel independen sedangkan 24,7% dijelaskan dari faktor lain yang tidak diteliti.
A Performance Measurement Model for Shariah Banks Based on Falah Mursyid, Mursyid; Yanti, Dharma; Lamtana, Lamtana; Shufiah, Wardatush
EQUILIBRIUM Vol 12, No 2 (2024): EQUILIBRIUM
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/equilibrium.v12i2.29280

Abstract

It is the financial ratio, risk, or capital ownership approach that dominates the performance of conventional and sharia banking. In order to evaluate the performance of sharia banking, a measurement model that is consistent with the principles of sharia economics is necessary, as the operational basis of sharia banks and conventional banks is significantly different. This model must not only evaluate the financial performance but also the normative side. All Muslim activities and behaviors on Earth are ultimately directed toward falah, as is widely recognized. As a result, the objective of this investigation is to develop a falah-based sharia bank performance measurement model and to evaluate the performance of ten sharia commercial banks in Indonesia. The Simple Additive Weighting Method is employed to accomplish weighting and aggregation in the falah approach to performance compilation, while the two-phase multiattribute decision-making approach is employed to determine ranking. The development of the performance measurement model of the Maqashid Syariah Index is designated as Falah in this study. According to the Falah approach, the performance evaluation of sharia institutions reveals that Bank TB Bukopin Syariah and BTPN Syariah exhibit flawless performance. At the same time, Bank Aladin Syariah, Bank Panin Dubai Syariah, Bank Aceh Syariah, Bank Muamalat, and BJB Syariah demonstrated exceptional performance. In addition, Bank Mega Syariah demonstrated satisfactory performance.