Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

RED TAPE: KAJIAN KONSEPTUAL DAN IMPLEMENTASI Astuti, Wuku; Mindhayani, Iva
Equilibria Pendidikan : Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol 9, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ep.v9i1.19796

Abstract

Birokrasi internal maupun eksternal mengacu pada prosedur birokrasi, peraturan, dan rutinitas. Jumlah obyektif birokrasi dalam suatu organisasi merupakan salah satu hal yang digunakan untuk mempelajarinya. Hal ini diukur dengan indikator seperti waktu pemrosesan dan jumlah persetujuan yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas manajerial utama. Hal ini diukur dengan indikator seperti waktu pemrosesan dan jumlah persetujuan yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas manajerial utama. persepsi tentang birokrasi, dan bukannya birokrasi itu sendiri, yang menjadi penghalang bagi inovasi sektor publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan red tape atau birokrasi dan dengan innovative collaboration, corporate social performance, dan idiosyncratic risk. Artikel ini menggunakan metode theoretical review dengan menggunakan 41 artikel sebagai bahan kajian. Birokrasi menyebabkan masalah dalam hal usaha, anggaran, perencanaan, interaksi pemangku kepentingan, konektivitas, dan integrasi. Corporate Social Performance (CSP) perusahaan berhubungan negatif dengan risiko pasar, baik risiko total, risiko sistematis, atau risiko idiosinkrasi. CSP juga dapat berdampak pada risiko sistematis perusahaan. CSP yang lebih baik akan menghasilkan kekuatan penetapan harga yang lebih tinggi dan margin laba yang lebih tinggi. Dari perspektif investor yang menghindari risiko, margin laba yang lebih tinggi menyebabkan elastisitas laba yang lebih rendah terhadap guncangan agregat, dan karenanya menurunkan risiko sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa red tape mempengaruhi  innovative collaboration dan corporate social performance, serta idiosyncratic risk dipengaruhi oleh corporate social performance.Kata Kunci: birokrasi, risiko, perusahaan, sektor publik, tanggung jawab sosial
Studi Literatur Terhadap Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Profitabilitas Bank Syariah Astuti, Wuku; Tunjung Sari, Utami
JEMeS - Jurnal Ekonomi Manajemen dan Sosial Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Ekonomi Manajemen dan Sosial (JEMeS)
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.958 KB) | DOI: 10.56071/jemes.v4i2.249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan profitabilitas bank syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif terhadap profitabilitas yang ditunjukkan oleh variabel jumlah kredit mikro, likuiditas, GDP, CAR, FDR, risiko pembiayaan murabahah dan shares of non-interest income. Variabel yang berpengaruh negatif terhadap profitabilitas adalah NPF, operational efficiency ratio, inflasi, CAR, FDR, BOPO, risiko pembiayaan musyarakah, dan sukuk development. Variabel lain dalam penelitian-penelitian tersebut yang berpengaruh terhadap profitabilitas adalah NPF, BOPO, size, pembiayaan jual beli, pembiayaan bagi hasil, pembiayaan ijarah, pangsa pasar pembiayaan, dan bank fee. Penelitian-penelitian tersebut juga menunjukkan variabel yang tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, yaitu NPF, CAR, FDR, BOPO, size, DPK, ekuitas, dan pinjaman.
ROA sebagai determinan pembiayaan pada Bank Muamalat Indonesia Astuti, Wuku; Artha, Bhenu
Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA) Vol.4, No.2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/ebisma.v4i2.1213

Abstract

Lembaga keuangan perbankan merupakan lembaga keuangan yang bertugas menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali ke masyarakat guna memenuhi kebutuhan dana bagi pihak yang membutuhkan, baik untuk kegiatan produktif maupun konsumtif. Bank syariah merupakan lembaga keuangan bank yang berprinsip syariah yang dalam pelaksanaan operasionalnya menggunakan prinsip-prinsip syariah Islam. Operasional bank syariah telah beberapa kali diteliti, dan penelitian ini berfokus pada kinerja keuangan bank syariah. Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dengan pihak lain untuk menyimpan dana dan atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh return onn assets (ROA) terhadap pembiayaan murabahah, mudharabah, dan musyarakah di Bank Muamalat Indonesia. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Data yang digunakan diambil dari laporan triwulanan periode Juni 2015 – Maret 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif signifikan terhadap pembiayaan murabahah, mudharabah, dan musyarakah. Saran untuk penelitian selanjutnya juga disampaikan disini.
Hexagon Fraud Analysis in Fraudulent Financial Reporting Detection: With the Audit Committee as a Moderating Variable Astuti, Wuku; Artha, Bhenu; Paramitalaksmi, Ratri
Jurnal Riset Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha Program Magister Manajemen Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Riset Manajemen
Publisher : Program Magister Manajemen STIE Widya Wiwaha Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/f43avv59

Abstract

This study analyzes the effectiveness of the Fraud Hexagon Theory in detecting fraudulent financial reporting in state-owned banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2019 to 2023. It also evaluates the accuracy of the Beneish M-Score model and the moderating role of the audit committee in this relationship. A quantitative approach is used, with multiple regression and moderation regression analysis of secondary data from annual financial reports. The study focuses on six factors of the Fraud Hexagon Theory: pressure, opportunity, rationalization, capability, arrogance, and collusion. Results show that the nature of the industry significantly influences fraudulent financial reporting, while factors like external pressure, auditor switching, CEO narcissism, and multiple board positions did not. The audit committee moderated the relationship between industry nature, CEO narcissism, and multiple board positions with financial fraud, but had no effect on other factors. These findings emphasize the importance of strong internal controls and governance in the banking sector.
Pendampingan Halal: Dorong UMKM Sonopakis Lor Kabupaten Bantul Berdaya Saing Astuti, Wuku; Aswan, Aswan; Wulandari, Rizqi Septiana; Momot, Marselino Yance
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): May 2026 In Press
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Sunan Bonang Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61231/4777kg84

Abstract

This community service activity aimed to enhance the understanding of culinary MSME actors in Padukuhan Sonopakis Lor, Kasihan, Bantul, regarding halal product concepts, critical points in ingredients and production processes, and to prepare them for obtaining halal certification. The methods applied included educational and participatory approaches, consisting of MSME identification, halal product education, guidance in identifying ingredients and production processes, preparation of supporting documents, and evaluation with follow-up. The activities involved seven MSME participants and included interactive counseling, assistance in preparing ingredient lists and production flow, and uploading documents to the SIHalal platform. The results showed improved understanding of halal principles and certification processes, better-prepared documents for Self Declare submission, awareness of separating halal and non-halal production, and increased confidence in marketing certified halal products. Additionally, MSME actors were provided marketing strategies through social media, WhatsApp groups, and food delivery platforms, making their products not only compliant with halal standards but also more accessible to consumers. In conclusion, halal product education and mentoring effectively enhance local MSMEs' competitiveness, strengthen product credibility, and expand market opportunities.
Legal Implications of FATCA in Indonesia: An Analysis of the Viability of the IGA Model 1C Approach Anggia, Putri; Riyanto, Aisyah Ajeng Putri; Yunita, Ani; Astuti, Wuku
Jambura Law Review VOLUME 8 NO. 1 JANUARY 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33756/jlr.v1i1.33675

Abstract

This article critically examines the implementation of FATCA in Indonesia and its implications for national legal sovereignty, the principle of bank secrecy, and personal data protection. Although FATCA operates as a unilateral U.S. regime with extraterritorial effects, its enforcement through IGAs has pressured states to reconcile global tax transparency obligations with domestic legal frameworks. Using normative legal research, this study analyzes statutory instruments, international agreements, and institutional practices to evaluate the viability of IGA Model 1C within the Indonesian legal framework. The study finds that Indonesia has not merely complied with FATCA but has adopted a mediated approach through the IGA Model 1C framework, conceptualized as the Hybrid Sovereignty Compliance Model. The findings demonstrate that the IGA Model 1C approach constitutes a legally and institutionally viable mechanism. It enables compliance with FATCA while preserving regulatory control through domestic legal authority and institutional coordination. Sovereignty is maintained through three key indicators: the use of domestic legal authority as the basis for data disclosure, the presence of institutional gatekeeping mechanisms, and the alignment of FATCA obligations with multilateral frameworks, particularly the OECD-led AEOI mechanism, which is operationalized through the CRS. This study contributes to the literature by offering a doctrinal and policy-oriented framework for understanding how developing states can strategically navigate asymmetrical global tax regimes while maintaining constitutional and regulatory integrity.