Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja rantai pasok kelapa sawit di Desa Kanal, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir dengan menggunakan pendekatan model Supply Chain Operations Reference (SCOR). Permasalahan utama dalam rantai pasok di wilayah ini melibatkan ketidaktepatan waktu pengiriman, fluktuasi pasokan, kualitas TBS yang bervariasi, serta koordinasi yang belum optimal antara petani, agen, ramp, dan pabrik. Penelitian dilakukan secara studi kasus dengan pendekatan kuantitatif, mengumpulkan data primer melalui wawancara dan observasi, kepada pelaku rantai pasok. Data dianalisis berdasarkan lima dimensi utama SCOR, yaitu reliability, responsiveness, flexibility, cost, dan asset management. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja reliability masih rendah dengan nilai Delivery Performance 50%, Fill Rate 46,3%, dan Perfect Order Fulfillment hanya 35,7%. Responsiveness dan flexibility juga belum optimal dengan Order Fulfillment Cycle Time 9,75 jam dan waktu penyesuaian pasokan 2,75 hari. Sebaliknya, dimensi cost dan asset management menunjukkan hasil baik dengan biaya operasional 4,41% dan utilisasi kapasitas pabrik sebesar 86,43%. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sistem informasi, pemberdayaan petani, serta optimalisasi distribusi dan fleksibilitas sebagai strategi perbaikan rantai pasok. Pendekatan SCOR terbukti efektif dalam mengidentifikasi kelemahan dan menjadi dasar penyusunan strategi pengembangan sistem distribusi secara menyeluruh.