Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Kepribadian dalam Kesuksesan Pembangunan: Studi Kepemimpinan Umar Bin Abdul Aziz Wihayati, Anisa
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v6i1.306

Abstract

Umar bin Abdul Aziz hanya memimpin selama 2,5 tahun, namun diwaktu yang singkat mampu membuat masyarakat hidup dengan sejahtera. Ia mampu membuat reformasi pada perekonomian hingga mendapatkan julukan sebagai Khulafaur Rasyidin kelima. Hal tersebut tidak lepas dari Kepribadian yang dimiliki oleh Umar bin Abdul Aziz, sebab Kepribadian menjadi kecenderungan orang dalam berperilaku termasuk membuat keputusan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peran Kepribadian Umar bin Abdul Aziz pada masa kepemimpinannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Berdasarkan tipologi Kepribadian Big Five Personality, Umar bin Abdul Aziz memiliki Kepribadian (1) Agreeableness, sifat amanah membuat menjalankan kepemimpinan sesuai dengan ajaran Islam tidak hanya pada kebijakan namun juga proses membuat kebijakan dilakukan dengan berdiskusi dengan para ulama dan lainnya, (2) Conscientiousness, sifat tanggung jawab menyebabkan membuatnya benar - benar memimpin masyarakat untuk bisa maju secara ekonomi maupun sosial, hal itu tergambar dari ungkapannya ketika dIangkat menjadi khalifah mengucapkan “innalillah” sebab Ia menyadari bahwa ini adalah tugas yang besar (3) Extraversion, sifat kepedulian sosial, membuat adanya kebijakan penghapusan pajak yang memberatkan rakyat juga pelarangan penjualan lahan dan pemberIan bantuan fasilitas tanpa pungutan biaya agar bisa mandiri secara ekonomi, (4) Openness to experiences, sifat keberanIan melakukan hal yang berbeda, Ia mampu menghapus hak istimewa keluarga Umawiyah supaya semua masyarakat posisinya sama tidak ada yang diistimewakan.
Membangun Akhlak Takwa Generasi Muslim Melalui Kegiatan Penyuluhan Mengambil Hikmah Idul Adha dengan Meneladani Akhlak Islam Rasional Nabi Ibrahim AS dan Penerapannya di Masa Kini Pada Remaja Musala Baiturrahim Sidoarjo Wihayati, Anisa
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 4 (2026): Februari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/mykm6w05

Abstract

Remaja adalah generasi penerus dikemudian hari. Bagaimana kondisi remaja yang ada bisa menggambarkan bagaimana gambaran masa depan bangsa maupun negara kedepannya. Semakin baik akhlaknya, budi perketinya, agama dan spiritualistasnya maka semakin cerah pula gambaran masa depan suatu bangsa. Akhlak menjadi pondasi dalam berperilaku. Semakin baik akhlaknya tentu perilakunya juga akan semakin baik begitu juga sebaliknya. Ketika seseorang memiliki akhlak takwa tentu ia akan senantiasa mengingat ajaran agamanya dalam berperilaku. Akhlak juga tidak bisa terbentuk dengan sendirinya melainkan ada proses pembentukan baik melalui pendidikan maupun secara informal. Pada kesempatan tugas tri dharama dosen melakukan kegiatan pengabdian masyrakat dengan judul “penyuluhan mengambil hikmah idul adha dengan meneladani akhlak islam rasional nabi ibrahim as dan penerapannya di masa kini pada remaja remaja musala baiturrahim sidoarjo”.Kegiatan pendampingan masyarakat ini bertujuan untuk membantu berkontribusi untuk setidaknya untuk bisa mengatasi hal tersebut. Hasil dari kegiatan pendampingan masyarakat ini menunjukkan bahwa peserta dikegiatan penyuluhan menikmati kegiatan bahkan mereka mencoba untuk mengubah perilaku – perilaku mereka meskipun tidak semuanya untuk mencontoh salah satu dari perilaku yang diajarkan Nabi Ibrahim as. Bahkan dalam angket peserta juga menyampaikan saran dan masukkan bahwa mereka ingin diadakan kegiatan- kegiatan seperti ini selanjutkan agar mereka bisa menjadi generasi muda yang Islami.