Albarda Albarda
Program Studi Sistem Dan Teknologi Informasi Sekolah Teknik Elektro Dan Informatika, Institut Teknologi Bandung

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Perancangan GIS Monitor Kondisi Jalan Memanfaatkan Media Sosial Twitter Faizi, Alvi Syahrie; Albarda, Albarda
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 1, No 2 (2015): Volume 1, No 2
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.906 KB) | DOI: 10.26418/jp.v1i2.12561

Abstract

Makalah ini membahas solusi untuk permasalahan monitoring kerusakan jalan sebagai bagian penting dari sistem transportasi darat. Media sosial twitter dan GIS dimanfaatkan pada studi perancangan ini untuk mengembangkan sistem monitoring atau pemantauan secara online kondisi jalan. Fokus dari penelitian ini adalah bagaimana mengelola data dan informasi kerusakan jalan dengan memanfaatkan dan mengambil informasi dari masyarakat melalui media sosial. Dibuat rancangan aplikasi sistem monitoring berbasis GIS dan juga dilakukan studi untuk implementasi dari aplikasi ini. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem aplikasi mapping yang mampu mengelola informasi kerusakan jalan dengan menampilkan notifikasi pada data spasial pada daerah sekitar laporan kerusakan jalan. Kata Kunci—twitter, GIS, web mapping
Sistem Reminder Donor Darah dengan Memanfaatkan Teknologi Location Based Service Shobar, Ismail Abdus; Albarda, -
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 No 2
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.134 KB) | DOI: 10.26418/jp.v2i2.17525

Abstract

Donor darah merupakan kegiatan kemanusiaan yang bertujuan untuk membantu anggota masyarakat yang membutuhkan darah. Kegiatan donor darah diselenggarakan dan dikelola oleh Palang Merah Indonesia. Menurut catatan Palang Merah Indonesia, secara keseluruhan kebutuhan kantung darah yang tidak terpenuhi melebihi satu juta kantung darah. Untuk itu dibutuhkan peningkatan produksi kantung darah. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah perancangan suatu sistem informasi geografis (GIS) yang memudahkan pendonor untuk mendonorkan darahnya kembali dengan reminder donor darah dan membantu PMI mendapatkan kantung darah. Makalah ini membahas perancangan sistem reminder donor darah dengan menggunakan teknologi location based service. Kemudian untuk menguji sistem, dibuatkan sebuah prototype dengan hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa sistem reminder donor darah dapat memudahkan pendonor dalam mendonorkan darahnya kembali sehingga memberikan motivasi bagi pendonor untuk lebih giat dalam mendonorkan darahnya. Sistem ini berpotensi meningkatkan produktivitas PMI dalam mengumpulkan kantong darah sehingga pemenuhan kebutuhan kantung darah masyarakat dapat meningkat yang pada akhirnya dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa manusia khususnya di Indonesia. Kata kunci: donor darah, reminder, GIS, location based service.
Integrasi Protokol SMS dan Internet pada Mobile Banking Yusmanto, Muhammad; Albarda, Albarda
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 1, No 2 (2015): Volume 1, No 2
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.128 KB) | DOI: 10.26418/jp.v1i2.12562

Abstract

Pertumbuhan pengguna gadget dan smartphone yang semakin pesat mendorong Bank menyediakan layanan mobile banking untuk meningkatkan jumlah pengguna yang melakukan transaksi perbankan. Namun pemanfaatan terhadap implementasi mobile banking di Indonesia masih dirasakan terdapat kekurangan. Oleh karena itu, pada paper ini dirancang suatu sistem aplikasi yang dapat mengatasi kekurangan dan menjawab kebutuhan pengguna dan bank. Sebagai studi awal, ditinjau sistem mobile banking dari salah satu bank dilihat dari sudut pandang pengguna. Dari hasil analisis didapat bahwa sistem yang dapat mengatasi kekurangan dan sesuai dengan kebutuhan adalah sistem mobile banking terpadu yang memanfaatkan jalur internet dan SMS, dimana sistem dapat mengubah jalur komunikasi yang digunakan sesuai dengan kondisi yang ada, dengan prioritas jalur internet. Sistem berupa mobile app dimana fungsi perpindahan ada pada mobile app itu sendiri. Pada implementasi tugas akhir ini, dihasilkan mobile app pada OS Android. Ada dua fitur utama yaitu pengecekan jaringan dan perpindahan jalur komunikasi, dimana hanya pengecekan jaringan yang berhasil diimplementasikan.   Kata kunci - gadget, mobile banking, mobile app, jaringan terpadu
Sistem Informasi untuk Monitoring Distribusi Obat di Indonesia Amelia, Yulisnaini; Albarda, Albarda; Trinovani, Elvi
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 1, No 1 (2015): Edisi Perdana
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.961 KB) | DOI: 10.26418/jp.v1i1.10147

Abstract

Indonesia memiliki potensi penyakit yang beragam. Ketersediaan obat pada setiap tempat pendistribusian dan penjualan obat belum memadai. Pemerintah belum bisa menangani tidak meratanya penyebaran obat pada distributor obat. Saat ini, belum ada sebuah sistem informasi untuk memantau penyebaran dan pendistribusian obat secara nasional di indonesia. Sistem informasi tersebut dapat dibangun dengan menggunakan teknologi internet ataupun SMS gateway. Identifikasi dan analisis masalah yang dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi lapangan, dan studi literatur. Dari hasil identifikasi dan analisis masalah, diperoleh bagaimana keadaan penyebaran dan distribusi obat di Indonesia dan requirement apa saja yang dibutuhkan dalam merancang sistem informasi berskala nasional untuk memantau penyebaran dan pendistribusian obat di Indonesia. Hasil yang diperoleh berupa sistem interaksi mengenai data distribusi obat di Indonesia antara sarana pelayanan kesehatan dan sarana distribusi obat dengan Kementrian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten, serta masyarakat. Hasil yang diharapkan adalah agar rancangan ini dapat berguna dalam membangun sistem informasi yang sebenarnya dan berskala nasional untuk mengontrol dan mengatur penyebaran obat di Indonesia.   Keywords— pendistribusian, obat, SMS Gateway, monitoring
Sistem Pencegahan Penyakit Menular Berbasis Informasi Spasial (Studi Kasus Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen) Pramudyo, Rochim Wahyu; Albarda, Albarda; Putra, Arif Bijaksana
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 1, No 1 (2015): Edisi Perdana
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.748 KB) | DOI: 10.26418/jp.v1i1.10146

Abstract

Indonesia adalah negara tropis yang memiliki risiko penyebaran penyakit menular seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), diare, Demam Berdarah Dengue, Chikungunya, dan Malaria. Berbagai kegiatan untuk mengatasi penyebaran penyakit menular seperti DBD, Malaria, dan Chikungunya dengan cara penyuluhan, pemberian bubuk abate, dan pengasapan masih belum efektif. Tindakan penanganan penyebaran penyakit menular masih belum efektif karena kurang tersebarnya informasi mengenai kejadian penyakit menular kepada masyarakat. Salah satu cara menyebarkan informasi secara efektif, dapat menggunakan sistem early warning.Untuk mengembangkan sistem early warning, dapat dilakukan dengan beberapa model, salah satunya menggunakan gabungan teknologi SMS Gateway dan Geographic Information System (GIS). Konsep model berupa sistem interaksi antara masyarakat dan Dinas Kesehatan Kabupaten dibantu oleh Puskesmas dan Rumah Sakit untuk melakukan pencegahan penyakit menular.Hasil yang diperoleh berupa service modelling layanan interaksi berdasarkan framework SOA. Service modelling berupa komposisi tiga layer pada service interface layer yang saling berhubungan, sebagai hasil dekomposisi proses bisnis pencegahan penyakit menular.
Sistem Informasi Manajemen Limbah Untuk Simbiosis Usaha Tani dan Ternak Dwiputri, Tiara; Albarda, -
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 No 2
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.749 KB) | DOI: 10.26418/jp.v3i2.22761

Abstract

Perkembangan sektor agrobisnis pada era ini membutuhkan berbagai pertimbangan yang dapat menjamin tingkat keberlanjutan usaha. Zero waste merupakan salah satu kondisi yang dapat dicapai dengan pemanfaatan green technology untuk menghasilkan lingkungan operasi agrobisnis yang mendukung. Sebuah konsep integrasi tanaman-ternak yang diperkenalkan oleh FAO menjadi salah satu hal yang dapat diterapkan untuk membantu mengurangi pembuangan limbah dan biaya operasional usaha. Pada paper ini dilakukan perancangan sebuah sistem informasi yang dapat diterapkan pada sebuah organisasi kelompok agrobisnis skala rumah tangga untuk mendukung aplikasi konsep integrasi tanaman-ternak dengan mengolah limbah secara kolektif. Sistem informasi yang dibangun diharapkan dapat membantu pengawasan proses pengumpulan limbah kolektif serta membantu perhitungan distribusi. Pengujian rancangan dilakukan dengan membangun simulasi implementasi sistem untuk membuktikan fungsionalitas sistem.
Characteristics in Classification of Information Use (IU) Albarda Albarda
International Journal of Informatics and Communication Technology (IJ-ICT) Vol 3, No 3: December 2014
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.138 KB) | DOI: 10.11591/ijict.v3i3.pp178-185

Abstract

Conventionally, information quality or IQ used in most researches and also in practice as dimensions of characteristics which inherent in valuable information. IQ is characteristic measures based on information production processes. As a result, it may not be a valuable for its users and even for enterprise value. Our approach is to define a new information characteristic based on process of information consumption or usage, called IU as complement to IQ. The characteristics in IU consists of two dimensions ie: (i) conformity on repackaging and (ii) originality on exchange information for users. Parameters for this dimensions acquired using features extraction from IU process in each layer of enterprise management. The paper also describes how to apply the new characteristics practically to provide a higher information values for enterprise.
Information Interchange Layer based on Classification of Information Use (IU) Albarda Albarda; Suhono Harso Supangkat; Kuspriyanto Kuspriyanto; Jaka Sembiring
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 12, No 2: June 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/telkomnika.v12i2.70

Abstract

Information characteristics in classification of IU directly related to aspects of information usage by user in enterprise to accomplish their activities. Feature extraction from information usage in three layer of enterprise management used as parameter for this characteristic. Characteristics and dimension applied to develop middle-ware system (called Information Interchange Layer) that bridges a common issue ie information silo, to optimize a services of information resources in enterprise
Perancangan Framework Peningkatan Kualitas Informasi Melalui Perbaikan Proses Produksi Informasi Fathonah Tri Hastuti; Albarda Albarda
Innovation in Research of Informatics (INNOVATICS) Vol 2, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Informatika Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/innovatics.v2i1.1422

Abstract

Government requires the mapping of the country in order to make the development can be precisely targeted and evenly. Government agencies that the function is to perform the data collection in this country is the Statistics of Indonesia (BPS). To answer the complexity problems faced by the government or private, BPS is expected to improve the quality of information produced. To improve the quality of information, the necessary framework that can be used as a guide in measuring and improving the quality of information is needed. The proposed framework in this research was carried out based on study literature. The quality of information was assessed during the information production process. The information production process was improved based on the maturity and attributes concept in COBIT 4.1. The main purpose of this research is to design a framework that is able to provide guidance to improve the quality of information in the form of recommendations for information production improvement.