Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Media Permainan TESABEN (Tebak Salah Benar) Sebagai Media Promosi Kesehatan Peningkatan Kesadaran Aktivitas Fisik Aini Zahra; Putri Rahayu Sya'baniah; Khoiriyah Isni; Ayu Saidah
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v2i4.2261

Abstract

Gameshow is a type of non-drama or non-fiction program where a number of contestants are recorded intensively to compete for prizes. The game show that is being held is a game related to physical activity, with the game name TESABEN, a game that sharpens the player's thinking in determining which choices are right and which are wrong from the statements given. Physical activity is all activities that cause an increase or expenditure of energy that is important for physical and mental maintenance and can maintain quality of life. In this study using research and development methods, namely Research and Development or R&D. This research aims to create products that can increase adolescents’ knowledge and awareness regarding the importance of physical activity. The research was conducted by exploring potential problems by analyzing the material and media needs of the research target group. The purpose of exploring the potential of this problem is to determine the material needed and the media that are of interest to the target group. A total of 6 teenagers with an age range of 17 - 25 years became respondents to this material and media needs analysis. Then the research was continued by developing health promotion media which was validated by media experts and material experts using a questionnaire validation assessment. TESABEN game media delivered with various information about physical activity as a whole will have a positive impact so that it can be used as an alternative medium for learning which can be the first step to increase understanding related to physical activity.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Mulut dan Gigi Terhadap Tingkat Pengetahuan Anak di Kelurahan Rejowinangun, Yogyakarta: The Effect of Dental and Oral Health Education on Children's Knowledge Level in Rejowinangun Village, Yogyakarta Ayu Saidah; Khoiriyah Isni
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.766 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i2.2071

Abstract

Kelompok anak merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan gigi, seperti gigi berlubang dan bau mulut, hal ini dapat dirasakan tak terkecuali pada kelompok anak-anak di RT 12/RW 04 Kelurahan Rejowinangun. Berdasarkan hasil analisis situasi yang dilakukan, diketahui bahwa anak-anak di RT 12 banyak mengalami sakit gigi yang tak tertahankan dikarenakan tidak rutin menyikat gigi. Salah satu faktor yang melatarbelakangi adalah kurangnya pengetahuan tentang menyikat gigi yang benar. Upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan edukasi serta praktik menyikat gigi yang benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan anak mengenai masalah kesehatan gigi sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dan praktik menyikat gigi dengan benar. Penelitian ini termasuk jenis penelitian Quasy-Experimental dengan jumlah sampel 31 orang menggunakan teknik total sampling. Kegiatan ini dilakukan pada Rabu, 10 November 2021. Pengukuran data didapatkan melalui kuesioner Pre dan Post Test yang berisi tentang kesehatan gigi dan mulut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara sebelum dan sesudah diberikannya edukasi masalah kesehatan gigi dan mulut serta praktik menyikat gigi yang benar terhadap pengetahuan anak-anak di RT 12/RW 04 Kelurahan Rejowinangun (p-value< 0.005). Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, disimpulkan bahwa perlu dilakukan edukasi secara rutin terhadap anak sehingga permasalahan gigi dan mulut dapat diatasi.
Niat Pasangan Usia Subur dalam Menggunakan Alat dan Obat Kontrasepsi selama Pandemi Covid-19: The Intention of Couples of Childbearing Age in Using Contraceptives and Drugs During the Covid-19 Pandemic Khairinisa Yugha Kharisma; Khoiriyah Isni
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i1.2800

Abstract

Latar belakang: Selama masa pandemi COVID-19, angka kehamilan di Dusun Kedungjarian, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis cenderung mengalami peningkatan. Tercatat oleh kader setempat, pada Bulan Maret 2021 terdapat 8 orang ibu hamil. Selain itu, menurunnya angka penggunaan alat dan obat kontrasepsi selama masa pandemi diduga menjadi menjadi salah satu penyebab kenaikan angka kehamilan tersebut. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan niat Pasangan Usia Subur (PUS) dalam menggunakan alat dan obat kontrasepsi (alokon) selama masa pandemi COVID-19. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan September 2021 dengan melibatkan 75 responden. Data primer diperoleh dari hasil kuesioner sedangkan data sekunder diperoleh dari Kepala Dusun Kedungjarian. Analisis hasil penelitian dilakukan secara univariat dan bivariate yang menggunakan uji Chi-square dan Rank spearman. Hasil: Variabel yang terdapat hubungan dengan niat responden dalam penggunaan alat dan obat kontrasepsi di Dusun Kedungjarian yaitu pada variabel usia (p=0,041), jumlah anak (p=0,024), sikap (p=0,030), norma subjektif (p=0,011). Sedangkan, variabel yang tidak terdapat hubungan dengan niat responden dalam penggunaan alat dan obat kontrasepsi di Dusun Kedungjarian yaitu pada variabel pendidikan (p=0,322), pekerjaan (p=1,00), persepsi kontrol perilaku (p=0,294) serta factor yang paling dominan yang berhubungan dengan niat responden adalah variabel norma subjektif (r=0,450 dan p=0,000). Kesimpulan: Faktor paling dominan yang berhubungan dengan niat responden dalam menggunakan alat dan obat kontrasepsi selama pandemi adalah variabel norma subjektif.