Indriawati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEPEMIMPINAN DEKOMKRATIS SEBAGAI UPAYA PENANAMAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI Indriawati
Al-Hasanah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 10 No 01 (2025): Al-Hasanah : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Pelabuhan Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/10011519

Abstract

This study aims to examine the democratic leadership style as a strategic approach to instilling anti-corruption education values. Leadership is considered to have a significant influence in shaping organizational culture and individual behavior, particularly in the field of education. Anti-corruption education is one of the key instruments in the effort to eradicate corruption from an early age, and its success is largely determined by the example set by leaders. This research employs a qualitative-descriptive method based on library research. The findings show that: (1) Democratic leadership promotes active participation, collaboration, and shared decision-making, all of which support the cultivation of integrity values; (2) Anti-corruption education is effectively implemented through open and communicative leadership patterns; and (3) Building an anti-corruption culture requires role models of integrity from leaders and an educational system that consistently instills anti-corruption values on an ongoing basis.
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Ketahanan Mental (Resilience) Siswa menghadapi Tekanan Era Modern Nafis, Durul; Indriawati
Murid: Jurnal Pemikiran Mahasiswa Agama Islam Vol 4 No 1 (2026): Murid : Jurnal Pemikiran Mahasiswa Agama Islam
Publisher : LPM STAI Pelabuhan Ratu, Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era modern yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi masif membawa berbagai tantangan dan tekanan psikologis bagi peserta didik, mulai dari kecanduan gawai, cyberbullying, tuntutan akademik yang tinggi, hingga disorientasi moral. Dalam konteks ini, Pendidikan Agama Islam (PAI) diasumsikan memiliki peran yang sangat krusial, tidak sekadar sebagai sarana transfer pengetahuan, melainkan juga sebagai instrumen vital dalam pembentukan ketahanan mental (resilience) siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis secara mendalam bagaimana internalisasi nilai-nilai PAI berkontribusi terhadap penguatan resiliensi siswa dalam menghadapi ragam tekanan di era modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil penelitian mengungkap bahwa PAI mampu membentuk ketahanan mental siswa melalui tiga aspek fundamental: pertama, penanaman aqidah yang kuat sebagai fondasi teologis yang melahirkan sikap tawakal; kedua, optimalisasi ibadah mahdhah yang berfungsi sebagai mekanisme coping stres spiritual; ketiga, pembiasaan akhlakul karimah yang membekali siswa dengan regulasi emosi yang baik. Ketiga aspek tersebut secara sinergis meningkatkan kapasitas siswa untuk bertahan dan beradaptasi secara positif.