Era modern yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi masif membawa berbagai tantangan dan tekanan psikologis bagi peserta didik, mulai dari kecanduan gawai, cyberbullying, tuntutan akademik yang tinggi, hingga disorientasi moral. Dalam konteks ini, Pendidikan Agama Islam (PAI) diasumsikan memiliki peran yang sangat krusial, tidak sekadar sebagai sarana transfer pengetahuan, melainkan juga sebagai instrumen vital dalam pembentukan ketahanan mental (resilience) siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis secara mendalam bagaimana internalisasi nilai-nilai PAI berkontribusi terhadap penguatan resiliensi siswa dalam menghadapi ragam tekanan di era modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil penelitian mengungkap bahwa PAI mampu membentuk ketahanan mental siswa melalui tiga aspek fundamental: pertama, penanaman aqidah yang kuat sebagai fondasi teologis yang melahirkan sikap tawakal; kedua, optimalisasi ibadah mahdhah yang berfungsi sebagai mekanisme coping stres spiritual; ketiga, pembiasaan akhlakul karimah yang membekali siswa dengan regulasi emosi yang baik. Ketiga aspek tersebut secara sinergis meningkatkan kapasitas siswa untuk bertahan dan beradaptasi secara positif.
Copyrights © 2026