Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Kepemimpinan dan Kolaborasi Dalam Upaya Penurunan Jumlah Kematian Ibu di Kecamatan Waringinkurung Kabupaten Serang Banten: The Role of Leadership and Collaboration to Reduce the Number of Maternal Mortality in Waringinkurung District, Serang Regency, Banten Subadiyasa, I Made Arya; Puspita Sari, Aprillia Putrie Dewi; Al Islami, M Sultan Firdaus; Savitri, Amrita Dewi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.972

Abstract

Angka Kematian Ibu merupakan salah satu indikator untuk menilai derajat kesehatan suatu masyarakat. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian kematian ibu disuatu wilayah, salah satunya adalah kurangnya peran kepemimpinan dan kolaborasi dalam pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin dan nifas. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi merupakan salah satu profesi potensial yang diharapkan mampu memimpin dan mengkolaborasikan para pemangku kepentingan yang berperan di bidang kesehatan maupun non kesehatan untuk mencapai tujuan bersama, yaitu menjaga kesehatan dan mencegah kematian ibu hamil, bersalin dan nifas. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi yang biasanya berpraktek hanya di Rumah Sakit harus turun ke masyarakat untuk ikut memecahkan masalah kesehatan di wilayahnya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mempraktekan kepemimpinan dan mengolaborasikan para pemangku kepentingan untuk menjaga kesehatan dan mencegah kematian ibu hamil, bersalin dan nifas. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah menggali masalah, mencari solusi dan melaksanakan upaya pemecahan masalah diantaranya dengan melaksanakan focus group discussion antar pemangku kepentingan, pendampingan skrining pemeriksaan kehamilan dan ultrasonografi ibu hamil risiko tinggi kepada dokter umum, peningkatan pengetahuan dan keterampilan dokter, bidan, perawat dan kader, serta lomba bidan desa dan kader teladan tingkat kecamatan. Hasil kegiatan dari pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan koordinasi antara bidan desa, puskesmas dan Rumah Sakit rujukan, peningkatan kompetensi dokter umum, bidan dan perawat dalam penanganan kasus emergensi obstetri dan neonatal, peningkatan pengetahuan kader dalam melaksanakan pelayanan kesehatan untuk ibu hamil dari nilai rata-rata pre test 57,1 menjadi 76,5 saat post test, serta pelibatan pemangku kepentingan non kesehatan dalam hal ini adalah pihak kecamatan untuk ikut serta berperan dalam menjaga kesehatan dan mencegah kematian ibu hamil, bersalin dan nifas. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model salah satu upaya penurunan angka kematian ibu dan model pemenuhan kewajiban Rumah Sakit dalam perannya dalam mengatasi masalah kesehatan di luar Rumah Sakit.
Reproductive Health Knowledge Among Adolescents: A Comparison Between Islamic Boarding and Non-Boarding Schools Septyadis, Camila Zahra; Subadiyasa, I Made Arya; Hermawati, Luluk
Journal of Midwifery and Reproduction Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/jmr.v9i2.1610

Abstract

The level of reproductive health knowledge affects the incidence of reproductive health problems in adolescents in Indonesia. Based on data from SDKI (2017), it shows that adolescents' understanding of reproductive health is still in the moderate category, which is 67.9% for female adolescents and 61.2% for male adolescents, which can be influenced by the supervision system and regulations in the school environment. The study was quantitative in nature with an observational analytic design using a cross sectional study form. Samples were taken using stratified random sampling technique on adolescents aged 15-18 years who were actively attending MAN 2 Kota Serang and MA Ibad Ar-Rahman Islamic Boarding School. Data analysis using univariate and bivariate analysis techniques using the chi-square test. There were 54 (56.3%) of the total 96 respondents who had a good level of knowledge. The percentage of boarding school students with a good level of reproductive health knowledge was 68.1% while non-boarding school students were 44.9% in the same knowledge level group. Based on the results of statistical tests using the chi-square test, a significant relationship was found with a p-value of 0.040. This study indicate that the type of school affects the level of reproductive health knowledge in adolescents, where the level of reproductive health knowledge of adolescents from non-boarding schools is better than that of adolescents from boarding schools.