Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Karakteristik Sosio-Demografi dengan Kejadian Persalinan Prematur di Rsud Cilegon Sari, Ita Marlita; Subadiyasa, I Made Arya; Riani, Fety
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i4.250

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Persalinan prematur merupakan salah satu tantangan penting yang menghambat penurunan angka kematian neonatal sejalan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030. Pada tahun 2015, sekitar 1 juta bayi di seluruh dunia meninggal karena komplikasi persalinan prematur. Indonesia sendiri menempati posisi ke-9 di dunia dengan angka kejadian persalinan prematur sebesar 15,5 bayi per 100 kelahiran hidup. Morbiditas bayi prematur berpengaruh secara fisik hingga tahap perkembangan selanjutnya dan menjadi beban psikologis dan finansial bagi bayi, ibu dan keluarga. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan persalinan prematur adalah karakteristik sosial demografi yang meliputi usia ibu, latar belakang pendidikan ibu, dan status pekerjaan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik sosio-demografis dengan kejadian persalinan prematur di RSUD Cilegon. Metode: Desain penelitian adalah studi kasus-kontrol dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis RSUD Cilegon periode Januari 2015 sampai Juni 2016. Sampel kasus dipilih secara total sampling, sedangkan sampel kontrol dipilih secara simple random sampling dan mencocokkan jumlah sampel kontrol berdasarkan jumlah kasus per sampel per bulan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji chi-square, menilai odds ratio dan interval kepercayaan. Hasil: Analisis bivariat menghasilkan OR 1,44 (95% CI: 0,68-3,03) dengan p-value 0,34 pada ibu usia > 35 tahun, OR 1,76 (95% CI: 0,68-4,55) dengan p-value 0,24 pada ibu hamil wanita berlatar belakang pendidikan SD/sederajat, dan OR sebesar 0,72 (95% CI: 0,30 -1,72) dengan p-value 0,42 pada wanita hamil yang bekerja. Kesimpulan: Karakteristik sosiodemografi tidak berhubungan dengan persalinan prematur. Kata kunci: Persalinan prematur, Karakteristik sosio-demografi, Studi kasus-kontrol, Cilegon Abstract Background: The premature delivery is one of crucial challenges which hinders the reduction neonatal mortality aligned with the 2030 Sustainable Development Goals (SDGs) target. In 2015, around 1 million babies worldwide died due to complications of premature labor. Indonesia itself occupies the 9th position in the world with the incidence of premature birth of 15.5 babies per 100 live births. Morbidity of premature babies affects physically until the next stage of development and becomes a psychological and financial burden for the baby, mother and family. One of factors thought to be associated with prematur birth is socio-demographic characteristics which includes maternal age, educational background of mother, and working status of mother. The aim of this study was to determine the relationship between socio-demographic characteristics and premature delivery at RSUD Cilegon. Methods: The research design was a case-control study using secondary data from the medical records of RSUD Cilegon for the period January 2015 to June 2016. The case sample was selected by total sampling, while the control sample was selected by simple random sampling and matched the number of control samples based on the number of cases per sample by month. The analytical method was bivariate analysis with the chi-square test, assessing odds ratios and confidence intervals. Result: The bivariate analysis yielded OR of 1.44 (95% CI: 0.68-3.03) with p-value 0.34 in maternal age > 35 years old, OR of 1.76 (95% CI: 0.68 -4.55) with p-value 0.24 in pregnant women who was elementary school/equivalent for educational background, and OR of 0.72 (95% CI: 0.30 -1.72) with p-value 0.42 in pregnant women who was working. Conclusion: Sociodemographic characteristics were not associated with premature delivery. Keywords: Premature delivery, Socio-demographic characteristics, Case-control studies, Cilegon
Peran Kepemimpinan dan Kolaborasi Dalam Upaya Penurunan Jumlah Kematian Ibu di Kecamatan Waringinkurung Kabupaten Serang Banten: The Role of Leadership and Collaboration to Reduce the Number of Maternal Mortality in Waringinkurung District, Serang Regency, Banten Subadiyasa, I Made Arya; Puspita Sari, Aprillia Putrie Dewi; Al Islami, M Sultan Firdaus; Savitri, Amrita Dewi
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v4i2.972

Abstract

Angka Kematian Ibu merupakan salah satu indikator untuk menilai derajat kesehatan suatu masyarakat. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian kematian ibu disuatu wilayah, salah satunya adalah kurangnya peran kepemimpinan dan kolaborasi dalam pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin dan nifas. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi merupakan salah satu profesi potensial yang diharapkan mampu memimpin dan mengkolaborasikan para pemangku kepentingan yang berperan di bidang kesehatan maupun non kesehatan untuk mencapai tujuan bersama, yaitu menjaga kesehatan dan mencegah kematian ibu hamil, bersalin dan nifas. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi yang biasanya berpraktek hanya di Rumah Sakit harus turun ke masyarakat untuk ikut memecahkan masalah kesehatan di wilayahnya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mempraktekan kepemimpinan dan mengolaborasikan para pemangku kepentingan untuk menjaga kesehatan dan mencegah kematian ibu hamil, bersalin dan nifas. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah menggali masalah, mencari solusi dan melaksanakan upaya pemecahan masalah diantaranya dengan melaksanakan focus group discussion antar pemangku kepentingan, pendampingan skrining pemeriksaan kehamilan dan ultrasonografi ibu hamil risiko tinggi kepada dokter umum, peningkatan pengetahuan dan keterampilan dokter, bidan, perawat dan kader, serta lomba bidan desa dan kader teladan tingkat kecamatan. Hasil kegiatan dari pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan koordinasi antara bidan desa, puskesmas dan Rumah Sakit rujukan, peningkatan kompetensi dokter umum, bidan dan perawat dalam penanganan kasus emergensi obstetri dan neonatal, peningkatan pengetahuan kader dalam melaksanakan pelayanan kesehatan untuk ibu hamil dari nilai rata-rata pre test 57,1 menjadi 76,5 saat post test, serta pelibatan pemangku kepentingan non kesehatan dalam hal ini adalah pihak kecamatan untuk ikut serta berperan dalam menjaga kesehatan dan mencegah kematian ibu hamil, bersalin dan nifas. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model salah satu upaya penurunan angka kematian ibu dan model pemenuhan kewajiban Rumah Sakit dalam perannya dalam mengatasi masalah kesehatan di luar Rumah Sakit.