Yoni Hendrawan
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-Iqtishad

PERSPEKTIF EKONOMI FIQIH TERHADAP PERDAGANGAN REMPAH-REMPAH DI DESA BARULAK KABUPATEN TANAH DATAR SUMATERA BARAT Alges Wahyuni Saputra; Yoni Hendrawan
AL-IQTISHAD : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Islam Vol. 1 No. 1 (2023): AL-IQTISHAD : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/iqtishad.v1i1.2215

Abstract

Artikel ini meneliti tentang perdagangan rempah-rempah di Nagari Barulak Kabupaten Tanah Datar dalam perspektif fikih ekonomi. Terdapat fenomena dalam perdagangan rempah-rempah di Barulak sepertinya tidak memenuhi salah satu rukun jualbeli, yaitu shigat (ijab qabu). Di samping itu seakan terjadi kecurangan dalam pengukuran kadar air dan kecurangan dalam penimbangan. Apakah beberapa fenomena ini telah melanggar ketentuan fikih ekonomi ataukah fenomena tersebut ditolerir oleh fikih ekonomi. Masalah tersebut dikaji melalui penelitian lapangan dengan mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara dengan pedangang, penimbang dan petani rempah-rempah. Hasil penelitian menemukan bahwa perdagangan rempah-rempah di Nagari Barulak terbukti dilakukan tanpa menggunakan shighat (ijab qabul). Di samping itu pedagang memperlakukan penetapan harga berdasarkan kadar air yang dikandung rempah-rempah tersebut. Selanjutnya juga ditemukan bahwa berat rempah-rempah dihitung berdasarkan berat bersih, setelah mengurangi berat karung pembungkusnya. Ketiga temuan ini sejalan dengan fikih ekonomi. Jual beli rempah-rempah yang tidak menggunakan shigat disebut dengan jual beli mu’athah (saling memberi), dibolehan hukumnya oleh mayoritas ulama. Penentuan harga berdasarkan kadar air yang dikandung rempah-rempah dan penghitungan berat bersih dengan mengurangi berat karung dibolehkan dan sangat logis. Hanya saja bagi pedagang yang dengan sengaja melakukan kecurangan dalam mengukur kadar air dan menetapkan pengurangan timbangan rempah-rempah dia telah melakukan dosa, namun jual belinya tetap sah.
TINJAUAN LAPORAN KEUANGAN KONVENSIONAL DAN SYARIAH (PRINSIP DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL) indah, Indah Zahra; Fahmi Redha Saputra; Muhammad Ali Syouqi; Yoni Hendrawan
AL-IQTISHAD : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 2 (2024): AL-IQTISHAD : Jurnal Perbankan Syariah dan Ekonomi Islam
Publisher : Program Studi Perbankan Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/iqtishad.v2i2.4091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan laporan keuangan konvensional dan syariah, dengan fokus pada prinsip, praktik, dan tanggung jawab sosial yang mendasarinya. Dalam konteks ekonomi modern yang berbasiskan informasi, laporan keuangan berperan penting dalam pengambilan keputusan bagi pemangku kepentingan. Laporan keuangan konvensional cenderung berfokus pada profitabilitas dan kepatuhan akuntansi, sedangkan laporan keuangan syariah menekankan pada prinsip-prinsip syariah seperti larangan riba, keadilan, dan transparansi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif, mengandalkan studi literatur untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua jenis laporan keuangan memiliki tujuan yang sama, terdapat perbedaan mendasar dalam pendekatan dan prinsip yang mendasarinya. Laporan keuangan syariah tidak hanya menyajikan informasi finansial, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai etika dan tanggung jawab sosial, yang berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi praktisi dan akademisi dalam memahami perbedaan antara kedua jenis laporan keuangan serta implikasinya terhadap masyarakat dan lingkungan.