Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DESAIN LINGKUNGAN DAN PERILAKU BERSEPEDA: STUDI DESTINASI SELAMA PANDEMI COVID-19 Sutanty, Prisca Bicawasti Budi; Kusuma, Hanson Endra; Sunaryo, Rony Gunawan; Aprilian, Rizki Dwika
MODUL Vol 24, No 2 (2024): MODUL vol 24 nomor 2 tahun 2024 ( 5 articles )
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.24.2.2024.80-90

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mengubah perilaku masyarakat dalam berbagai aspek, termasuk dalam aktivitas olahraga. Bersepeda menjadi salah satu pilihan olahraga yang populer karena memungkinkan pelaksanaan protokol kesehatan seperti menjaga jarak fisik dan penggunaan masker. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan antara destinasi yang sering dikunjungi oleh pesepeda, aktivitas yang dilakukan, dan tingkat kekhawatiran terhadap COVID-19. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif, data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan secara non-random sampling kepada pesepeda di berbagai kota di Indonesia. Analisis data dilakukan melalui metode analisis isi, termasuk open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kelompok besar destinasi pesepeda: ruang publik eksternal, ruang publik eksternal dan internal kuasi, serta sekitar rumah. Kelompok pertama, ruang publik eksternal, menunjukkan tingkat kekhawatiran yang bervariasi, dari rendah hingga tinggi, tergantung pada aktivitas yang dilakukan. Kelompok kedua, ruang publik eksternal dan internal kuasi, memiliki tingkat kekhawatiran yang berkisar dari agak rendah hingga agak tinggi. Sementara itu, kelompok ketiga, sekitar rumah, menunjukkan tingkat kekhawatiran yang moderat. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya desain lingkungan dalam menciptakan ruang publik yang aman bagi pesepeda selama pandemi.  
STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI SEPEDA: BERDASARKAN KARAKTERISTIK LINGKUNGAN DAN KEGIATAN PADA ERA PASCA-PANDEMI COVID-19 Sutanty, Prisca Bicawasti Budi; Kusuma, Hanson E.; Aprilian, Rizki Dwika
Arsitekno Vol. 11 No. 2 (2024): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v11i2.18243

Abstract

Meningkatnya jumlah pesepeda setelah munculnya pandemi COVID-19 memberikan peluang bagi pengembangan destinasi khusus pesepeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pesepeda dalam memilih destinasi. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini terdiri dari tahap kualitatif eksploratif untuk mengidentifikasi kata kunci dan kategori, serta tahap kuantitatif eksplanatori untuk mengungkap hubungan sebab akibat antar dimensi yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik lingkungan, seperti nuansa alami, kenyamanan, dan adanya spot foto, memiliki pengaruh signifikan terhadap aktivitas yang dilakukan oleh pesepeda dan peluang risiko yang mungkin timbul. Destinasi yang paling diminati oleh pesepeda adalah tempat singgah yang menyediakan kuliner, menawarkan suasana yang tenang, serta dikelola dengan baik.
Milenial dan Placemaking di Kawasan Bundaran HI Jakarta: Sebuah Polarisasi Persepsi Aprilian, Rizki Dwika; Riska, Annisa Safira
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2021): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.467 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v10i02.41

Abstract

Upaya mempercantik kota oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas hidup warganya, dilakukan dalam rangka menyambut Asian Games 2018, adalah pembuatan median jalan di seberang Bundaran HI dengan karya instalasi bambu Getah-Getih yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Setahun berselang, instalasi tersebut diganti dengan batu gabion dan kembali menimbulkan polemik di tengah publik. Penelitian ini membahas tentang persepsi milenial terhadap instalasi seni yang dipasang di kawasan tengaran (landmark) Bundaran HI Jakarta. Pendekatan penelitian dilakukan melalui teknik kualitatif dengan menggunakan metode grounded theory yang berbasis kuesioner daring terhadap 207 responden, kemudian pengolahan data jawaban dilakukan menggunakan Conventional Content Analysis. Dari analisis terungkap bahwa terdapat enam pandangan milenial terhadap instalasi temporer di ruang kota Bundaran HI berdasarkan respons mereka, yaitu kategori Milenial Optimis, Permisif, Simpatik, Netral, Skeptis, hingga Oposan. Apabila dikelompokkan dalam klaster yang lebih umum, penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi polarisasi persepsi para responden milenial yang membaginya dalam dua kutub besar yakni pendukung dan penentang, di mana persentase kelompok pendukung unggul tipis dibandingkan para penentangnya. Dapat disimpulkan bahwa placemaking yang telah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta di Kawasan Bundaran HI tidak hanya dapat menjadi upaya untuk memperindah kota semata, tetapi juga mampu menjadi pemantik diskursus ruang publik yang aktif bagi kalangan generasi milenial dengan cara pemaknaan masing-masing.
“Negeri Seribu Kubah”: Identitas Arsitektur Rokan Hilir dan Pengaruh Selera Penguasa pada Era Pasca-Reformasi Aprilian, Rizki Dwika; Vebryan Rhamadana; Azwar
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i3|178

Abstract

Pada 1999, Rokan Hilir dimekarkan dari Kabupaten Bengkalis dan menjadi salah satu daerah administrasi baru di Provinsi Riau, tepat setelah diberlakukannya desentralisasi di Indonesia. Pemekaran ini mendorong setiap daerah baru untuk membentuk identitas dengan cara beragam, mulai dari membuat slogan hingga mendirikan gedung pemerintahan yang sesuai dengan citra daerah yang ingin dibentuk. Dibandingkan dengan empat wilayah eks Kerajaan Siak Sri Indrapura, Rokan Hilir memiliki pendekatan yang berbeda dalam membentuk identitas barunya. Bukannya menggunakan keterakaran Melayu yang kental, pemerintah daerah justru mengambil referensi arsitektur dari bentuk kubah yang dianggap sangat melekat dengan citra Islam bertema Negeri Seribu Kubah. Tulisan ini hendak membahas proses pembangunan citra baru Rokan Hilir di bawah kepemimpinan Bupati Annas Maamun (2006-2014). Tulisan ini merupakan narrative research yang bertujuan untuk melihat hubungan antara identitas arsitektur suatu wilayah dengan pengaruh selera penguasa melalui perspektif theory of practice dari Pierre Bordieu. Melalui tulisan ini, dapat disimpulkan bahwa pemilihan identitas yang berkiblat pada arsitektur asing ini mengindikasikan bahwa selera penguasa sangat memegang peranan dalam pembentukan identitas arsitektur baru di Rokan Hilir.