Dachi, Zinzendorf
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ketaatan Nabi Yeremia dalam Rangka Melaksanakan Visi dan Misi Allah Nggebu, Sostenis; Dachi, Zinzendorf; Anggoman, Caroline Y.; Chung, Yusnoveri
HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46817/huperetes.v5i1.216

Abstract

The problem with this article is related to the importance of studying Jeremiah's obedience in responding to God's vision and mission. Obedience to God's call was a form of Jeremiah's self-image while serving as a prophet in the Kingdom of Judah. The goal is to explain the image of oneself who is obedient in carrying out one's calling. The method used in this article is literature study. The result is that God demands that God's servants obey wholeheartedly in serving His work. Obedient personal character should be the basic model for pastors who serve the congregation. Even though they face serious challenges, they are expected to remain faithful to their calling, just like the obedience of the Prophet Jeremiah. From his youth he was called until his old age, Jeremiah always obeyed God's call. Characters like this can inspire shepherds to serve wholeheartedly for the glory of God himself.Problem dari artikel ini berkaitan dengan pentingnya mengkaji ketaatan Yeremia dalam meresponi visi dan misi Allah. Ketaatan pada panggilan Allah merupakan bentuk citra diri dari Yeremia selama melayani sebagai nabi di Kerajaan Yehuda. Tujuannya menjelaskan citra diri Yeremia yang taat dalam melaksanakan panggilannya. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur. Hasilnya bahwa Allah menuntut para hamba Tuhan taat sepenuh hati dalam melayani pekerjaan-Nya. Karakter diri yang taat semestinya menjadi model dasar bagi para gembala yang melayani jemaat. Sekalipun tantangan berat yang dihadapi, mereka diharapkan tetap setia pada panggilannya sama seperti ketaatan Nabi Yeremia. Sejak masa muda hingga masa tuanya, Yeremia senantiasa taat pada panggilan Allah. Karakter seperti ini dapat menginspirasi para gembala untuk melayani sepenuh hati bagi kemuliaan Allah.
Fungsi Kepemimpinan Keluarga Berdasarkan Mazmur 78 di Era Digital Dachi, Zinzendorf
Angelion Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v6i2.1069

Abstract

Technological developments in the digital era, widely accepted in society, have had a significant impact on families. Therefore, parents, as family leaders, need to learn from history to care for their families. Although there are efforts to solve family problems by paying attention to the function of parents as educators and role models, this has not been able to provide a complete answer. Parents must learn from history through Psalm 78. This study uses a qualitative method with a literature study approach and analysis of the text of Psalm 78 using the principle of hermeneutics. The results of the study show that parents who learn from history can influence their children to live in truth in today's digital era. Through history, parents influence children to know the Word of God, believe and carry out God's commands, and have steadfastness. Perkembangan teknologi di era digital yang diterima dalam masyarakat, memberi pengaruh yang signifikan bagi keluarga. Oleh karenanya, orang tua sebagai pemimpin keluarga perlu belajar melalui sejarah untuk memperhatikan keluarganya. Meskipun ada upaya untuk menyelesaikan masalah keluarga dengan memperhatikan pentingnya fungsi orang tua sebagai pendidik, dan menjadi teladan, akan tetapi hal itu belum sepenuhnya dapat memberi jawaban. Orang tua harus belajar dari sejarah melalui Mazmur 78. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis terhadap teks Mazmur 78 menggunakan prinsip hermeneutika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang belajar dari sejarah dapat mempengaruhi anak-anaknya untuk hidup dalam kebenaran di era digital saat ini. Melalui sejarah orang tua memberi pengaruh sehingga anak mengenal Firman Allah, percaya dan melakukan perintah Allah, dan memiliki keteguhan hati.