Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Formulasi serta Karakterisasi Sifat Fisik dan Kimia Mi Kering Tersubtitusi Tepung Biji Alpukat dan Tepung Tempe nurani widyahapsari, dhina aprilia; Setyawati, Sri Redjeki
Journal Warta AKAB Vol 48, No 1 (2024): WARTA AKAB
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/wa.v48i1.237

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik fisika dan kimia mi kering tersubtitusi tepung biji alpukat dan tepung tempe. Tepung biji alpukat mengandung melanoidin yang menyebabkan berwarna coklat. Melanoidin dihilangkan dengan perlakuan perendaman dalam larutan natrium metabisulfit. Selain tepung biji alpukat ditambahkan tepung tempe untuk meningkatkan nilai gizi mi kering. Formulasi diperlukan untuk mengetahui komposisi optimum dalam pembuatan mi kering dengan subtitusi tepung biji alpukat dan tepung tempe. Mi kering dengan formulasi optimum di analisis sifat fisik dan kimianya. Formulasi mi kering optimum dengan perbandingan tepung terigu : tepung tempe : tepung biji alpukat (tanpa treatment) adalah  5 : 1 : 1 dan formulasi tepung terigu : tepung tempe : tepung biji alpukat (treatment) adalah 5 : 1 : 0,35. Hasil analisis kimia mi kering menunjukan kadar air, protein dan abu dari semua mi kering telah memenuhi persyaratan SNI 8217 : 2015. Berdasarkan sifat fisik, mi kering dengan tepung biji alpukat (tanpa treatment) memiliki waktu masak optimum lebih lama dan daya serap air lebih rendah dibandingkan dengan mi kering tepung biji alpukat (treatment). Nilai kehilangan padatan selama pemasakan paling tinggi terjadi pada mi kering tepung biji alpukat (treatment). Kata kunci: mi kering; tepung biji alpukat; tepung tempe; natrium metabisulfit
Pelatihan Penggunaan Alat Pemantau dan Pengontrol Suhu dan Kelembapan Berbasis Teknologi 4.0 di IKM Iman Batik Cirebon Foliatini, Foliatini; Rochaeni, Henny; Setyawati, Sri Redjeki; Nurdiani, Nurdiani; Aziz, Ilyas Taufik Abdul
Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA Vol 4, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/jpm-aka.v4i1.231

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) telah dilaksanakan di IKM Iman Batik Cirebon. Tujuan PKM adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan tambahan kepada pelaku IKM Iman Batik terkait penggunaan alat pemantau dan pengontrol suhu dan kelembapan berbasis teknologi 4.0. Pelaksanaan kegiatan PKM diawali dengan survei pendahuluan untuk mengetahui permasalahan. Selanjutnya dilakukan sosialisasi dan pelatihan penggunaan alat pemantau dan pengontrol suhu dan kelembapan. Tahap terakhir kegiatan adalah evaluasi hasil kegiatan PKM. Kegiatan PKM menghasilkan alat pemantau dan pengontrol suhu dan kelembapan berbasis teknologi 4.0 yang dapat menyala secara otomatis saat kelembapan ruangan di atas 52% dan suhu ruangan di bawah 25 oC. Berdasarkan hasil kuisoner, kegiatan pelatihan yang telah dilakukan mendapatkan respon positif dan memberikan manfaat kepada IKM Iman Batik Cirebon.
PELATIHAN PENGGUNAAN ALAT PENGISI YOGHURT OTOMATIS BERBASIS TEKNOLOGI 4.0 DI IKM SIK ASIK Nurdiani, Nurdiani; M.Si, Foliatini; M.Si, Henny Rochaeni; Setyawati, Sri Redjeki; Aziz, Ilyas Taufik Abdul
Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA Vol 5, No 1 (2025): Vol 5, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Politeknik AKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55075/jpm-aka.v5i1.279

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada IKM “Sik Asik” Cirebon mengenai penggunaan alat pengisi yoghurt otomatis berbasis teknologi 4.0. IKM “Sik Asik” Cirebon memproduksi yoghurt dengan rasa buah, dengan kemasan botol dan stik. Permasalahan IKM adalah pengisian yoghurt stik masih manual, sehingga tidak efisien dan tidak memberikan konsistensi dalam hal volume yoghurt. Kegiatan PkM bertujuan membantu meningkatkan efisiensi dan proses pengemasan produk yoghurt yang lebih presisi dan terkontrol. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi perancangan dan pembuatan alat berbasis mikrokontroler Arduino dan sensor waterflow, demonstrasi dan pelatihan penggunaan alat bagi pelaku IKM, serta evaluasi ketercapaian kegiatan melalui kuesioner. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 6 orang, dan dilaksanakan selama 3 jam. Dalam kegiatan ini, dilakukan pemaparan materi dilanjut demonstrasi oleh pelaksana PkM, dan diikuti dengan praktik pengoperasian alat oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa alat pengisi yoghurt otomatis dapat berfungsi untuk menghasilkan volume yoghurt yang konstan (± 1 mL), dan seluruh peserta telah mampu mengoperasikan alat dengan benar. Kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi IKM Yoghurt “Sik Asik” karena dapat mencegah volume yoghurt berlebih yang mengakibatkan kenaikan biaya produksi. Tingkat kepuasan peserta mencapai nilai maksimum yaitu 5 (skala maksimal 5) dalam semua aspek penilaian, yang menunjukkan kepuasan IKM yang tinggi.
The Effect of Ozone Treatment on the Quality of Biodiesel from Waste Cooking Oil Setyawati, Sri Redjeki; Wibowo, Singgih
Makara Journal of Science Vol. 29, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research demonstrates the successful production of biodiesel from waste cooking oil (WCO) using the transesterification method. A methoxide solution, formed by employing a base catalyst and alcohol, facilitated the conversion of triglycerides into methyl esters and glycerol as the byproduct. The conversion process yielded 74% biodiesel and 13.5% glycerol content, with the remaining proportion consisting of water and contaminants. The application of ozone (O3) aeration proved effective in reducing contaminants—such as alcohol, unreacted catalysts, food residues and water—by approximately 60%. Furthermore, Fourier transform infrared (FTIR) testing affirmed that the biodiesel product—treated with O3 aeration—maintained its original characteristics, thus ensuring the product’s quality. In conclusion, this study highlights the potential of biodiesel production from WCO and emphasizes the importance of O3 aeration in enhancing product purity. This finding is crucial for scaling up the biodiesel production process for broader industrial applications.