Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Physalis Angulata (Ciplukan) sebagai Manajemen Kelainan pada Kulit kurniasih, wuriandaru; Yuniaswan, Anggun
Jurnal Klinik dan Riset Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): Edisi Februari
Publisher : RSUD Dr. Saiful Anwar Province of East Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1325.548 KB) | DOI: 10.11594/jk-risk.01.2.4

Abstract

Physalis angulata adalah tanaman family Solanaceae yang telah lama digunakan sebagai obat tradisional dan telah dimanfaatkan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit di berbagai negara, termasuk Indonesia. Berbagai fitokimia yang dapat diisolasi dari P. angulata seperti karbohidrat, lipid, mineral dan vitamin serta metabolit sekunder yakni physalin, withangulatin, saponin, tannin dan flavonoid, dipercaya memiliki aktivitas farmakologis seperti antiinflamasi, imunomodulasi, antiproliferasi, antioksidan, antibakteri dan sebagainya. Physalis angulata juga digunakan sebagai obat herbal untuk berbagai macam kelainan kulit, seperti obat luka atau bisul maupun peradangan pada kulit. Saat ini penelitian P. angulata untuk kelainan pada kulit tengah banyak dikembangkan seperti sebagai adjuvant terapi Scleroderma, akselerasi penyembuhan luka dan dermatitis kontak iritan. Mengingat aktivitas farmakologi tanaman ini sangat luas, tanaman ini sangat berpotensi sebagai modalitas terapi untuk berbagai macam penyakit kulit lain. Selain untuk meneliti manfaat yang dikandung, diperlukan juga penelitian mengenai keamanan dan untuk menentukan bahan aktif yang bermanfaat untuk setiap kelainan pada kulit.
Potensi Physalis Angulata (Ciplukan) sebagai Manajemen Kelainan pada Kulit kurniasih, wuriandaru; Yuniaswan, Anggun
Jurnal Klinik dan Riset Kesehatan Vol 1 No 2 (2022): Edisi Februari
Publisher : RSUD Dr. Saiful Anwar Province of East Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jk-risk.01.2.4

Abstract

Physalis angulata is a plant from the Solanacea family that has been used as a traditional treatment for various diseases in various countries including Indonesia. Various phytochemicals have been isolated from Physalis angulata which contain carbohydrates, fats, minerals and vitamins and secondary metabolites, namely physalin, withangulatin, saponins, tannins, flavonoids and others. This plant has various pharmacological activities such as anti-inflammatory, immunomodulating, antiproliferation, antioxidant, antibacterial, and others that support extracts of leaves, fruit, stems, and roots with different phytochemicals. Since time immemorial Physalis angulata is also a traditional medicine for a variety of skin disorders, such as wounds, ulcer and inflammation. Currently, research on P. angulata for skin disorders has been developed such as adjuvant therapy for scleroderma, accelerated wound healing and irritant contact dermatitis. Given the vast pharmacological activity of Physalis angulata, this plant is highly considered a therapeutic modality for a variety of skin diseases. For this reason, research on safety and types of extracts is still needed to determine the active ingredients that are useful for each disease.