Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Revitalisasi Pendidikan: Menyoal Format Nasionalisme Kita Jelang Indonesia Emas 2045 Paturahman, Maman; Sudrajat, Yayan; Rejeki, Suyekti Kinanthi; Sari, Ni Wayan Ayu Permata
SINAU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Pembelajaran Vol. 2 No. 4 (2024): 2024 : Juli
Publisher : PT. LANCAR MEDIA KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is no independence of a nation without nationalism. The birth of a country and national passion are always built by a strong sense of nationalism. Nationalism will never be obsolete and will remain the identity of every child of the nation and become the pride of the nation whatever "ism" they adhere to. Nationalism that fades will fade identity and weaken national pride. Therefore, it is necessary to have an effective educational format to maintain the spirit and passion of intergenerational nationalism so that we are not careless ideologically and culturally, especially in realizing a "Golden Indonesia" in 2045. Keywords: Educational Revitalization, Nationalism Format.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SEJARAH PADA SISWA SMA (LITERATURE REVIEW) Rejeki, Suyekti Kinanthi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.32226

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan metode pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw dalam meningkatkan minat dan hasil belajar sejarah pada siswa sekolah menengah atas (SMA). Metode kajian literatur digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis penelitian yang relevan mengenai metode jigsaw dalam pembelajaran sejarah. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode jigsaw efektif dalam meningkatkan minat belajar, penguasaan materi, keterampilan sosial, dan prestasi akademik siswa. Meskipun demikian, beberapa tantangan seperti perbedaan kemampuan siswa dan kebutuhan akan bimbingan intensif dari guru perlu diperhatikan. Dengan penerapan yang tepat, metode jigsaw dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif, menarik, dan efektif. Implikasi dan rekomendasi praktis juga diberikan untuk mendukung penerapan metode ini dalam pembelajaran sejarah.
Peran Pendidikan IPS dalam Membentuk Karakter Kewarganegaraan Abad 21 Rejeki, Suyekti Kinanthi
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/mq8yey53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam integrasi pendidikan multikultural dan literasi digital dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di era globalisasi. Pendidikan multikultural berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai toleransi, empati, penghargaan terhadap keberagaman, serta membangun kesadaran akan pentingnya hidup berdampingan secara harmonis di tengah masyarakat yang plural. Di sisi lain, literasi digital diperlukan untuk membekali siswa dengan keterampilan kritis, kreatif, etis, dan produktif dalam memanfaatkan teknologi informasi yang terus berkembang. Melalui studi pustaka dan pendekatan deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa sinergi antara pendidikan multikultural dan literasi digital dalam pembelajaran IPS tidak hanya memperkuat identitas kewarganegaraan global, tetapi juga membantu siswa mengembangkan kemampuan adaptif terhadap perubahan sosial, budaya, dan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi keduanya mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih inklusif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan abad 21. Dengan demikian, guru IPS perlu merancang strategi pembelajaran berbasis kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital, agar siswa tidak hanya menjadi warga negara yang cerdas dan kritis, tetapi juga berkarakter, toleran, serta berdaya saing di tingkat global.