Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI PADA PENANGANAN DISMENOREA PRIMER DENGAN KOMPRES HANGAT Elvika Fit Ari Shanti; Leni Luvita Yanuarti
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 3, No 2: Agustus 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v3i2.74

Abstract

Latar Belakang Masalah: Di Indonesia 55 % perempuan produktif tersiksa oleh dismenorea, dengan prevalensi kejadian berkisar 45-95% di kalangan usia produktif. Wanita dengan dismenorea mempunyai lebih banyak hari libur kerja dan prestasinya kurang begitu baik di sekolah dari pada wanita yang tidak mengalami dismenorea. Peng- gunaan kompres hangat merupakan cara untuk menghilangkan atau menurunkan rasa nyeri tanpa memberikan efek samping.Tujuan Penelitian: Mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri pada penanganan dismenorea primer dengan kompres hangat secara khusus meliputi pengertian menstruasi, pengertian dismenorea, penyebab dismenorea, gejala dismenorea, dan penanganan dismenorea primer.Metode Penelitian: Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian berjumlah 50 respon- den yaitu seluruh remaja putri Kelas XI IPA Di SMA N 1 Mlati Sleman. Teknik pengambilan sampel menggunakantotal sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah univariat yang digambarkan dalam bentuk presentase.Hasil Penelitian: Pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenorea primer dengan kompres hangat se- bagian besar adalah kategori baik (76%),yang meliputi tentang pengertian menstruasi dalam kategori baik (100%), pengertian dismenorea dalam kategori baik (70%), penyebab dismenorea sebagian besar adalah dalam kategori kurang (64%), gejala dismenorea dalam kategori kurang (60%), dan penanganan dismenorea primer dalam kate- gori baik (76%).Simpulan: Pengetahuan remaja putri pada penanganan dismenorea primer dengan kompres hangat Kelas XI IPA Di SMA N 1 Mlati SlemanYogyakarta adalah baik sebesar 76%.ABSTRACTBackground: 75% of Indonesian women have ever used femininity liquid cleaning soap that was In Indonesia, 55% of productive woman had tormented by dysmenorrhoea, with pravelence ranging from 45­95% in productive age (Proverawati and Misaroh, 2009). The womenhad dysmenorrhoea more bad in achievement than the women had not dysmenorrhoea. The usage of warm compresses were a way to eliminated or decreaced the pain without side effetcts.Objective: Knowing the knowledge of young women in the handling of primary dysmenorrhoea with warm com- presses in especially include menstruation comperhension, the cause of dysmenorrhoea, dysmenorrhoea indica- tion, and handling of primary dysmenorrhoea.Method: Descriptive as the kind of research with survey in approach. The research population amounted to 50 respondents was all young women in Class XI IPA of 1 Mlati Senior High School, Sleman,. The sampling technique of sample. The tool of collection used questionnaires. The data analysis used univariant and described in precent- age.Results: The young women knowledge about handling of primary dysmenorrhoea with warm compresses were mostly good category (76%), that includes about menstruatuon comperhension were mostly good category (100%), dysmenorrhoea comperhension were mostly good category (70%), the cause of dysmenorrhoea were mostly less category (64%), dysmenorrhoea indication were nostly less category (60%), handling of primary dysmenorrhoea were mostly good category (76%).Conclusion: The young women knowledge about handling of primary dysmenorrhoea with warm compresses in Class XI IPA in 1 Mlati Senior High School, Sleman, Yogyakarta were good at 76%.
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI PADA PENANGANAN DISMENOREA PRIMER DENGAN KOMPRES HANGAT Elvika Fit Ari Shanti; Leni Luvita Yanuarti
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 3, No 2: Agustus 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.965 KB) | DOI: 10.36307/jik.v3i2.74

Abstract

Latar Belakang Masalah: Di Indonesia 55 % perempuan produktif tersiksa oleh dismenorea, dengan prevalensi kejadian berkisar 45-95% di kalangan usia produktif. Wanita dengan dismenorea mempunyai lebih banyak hari libur kerja dan prestasinya kurang begitu baik di sekolah dari pada wanita yang tidak mengalami dismenorea. Peng- gunaan kompres hangat merupakan cara untuk menghilangkan atau menurunkan rasa nyeri tanpa memberikan efek samping.Tujuan Penelitian: Mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri pada penanganan dismenorea primer dengan kompres hangat secara khusus meliputi pengertian menstruasi, pengertian dismenorea, penyebab dismenorea, gejala dismenorea, dan penanganan dismenorea primer.Metode Penelitian: Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian berjumlah 50 respon- den yaitu seluruh remaja putri Kelas XI IPA Di SMA N 1 Mlati Sleman. Teknik pengambilan sampel menggunakantotal sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah univariat yang digambarkan dalam bentuk presentase.Hasil Penelitian: Pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenorea primer dengan kompres hangat se- bagian besar adalah kategori baik (76%),yang meliputi tentang pengertian menstruasi dalam kategori baik (100%), pengertian dismenorea dalam kategori baik (70%), penyebab dismenorea sebagian besar adalah dalam kategori kurang (64%), gejala dismenorea dalam kategori kurang (60%), dan penanganan dismenorea primer dalam kate- gori baik (76%).Simpulan: Pengetahuan remaja putri pada penanganan dismenorea primer dengan kompres hangat Kelas XI IPA Di SMA N 1 Mlati SlemanYogyakarta adalah baik sebesar 76%.ABSTRACTBackground: 75% of Indonesian women have ever used femininity liquid cleaning soap that was In Indonesia, 55% of productive woman had tormented by dysmenorrhoea, with pravelence ranging from 45­95% in productive age (Proverawati and Misaroh, 2009). The womenhad dysmenorrhoea more bad in achievement than the women had not dysmenorrhoea. The usage of warm compresses were a way to eliminated or decreaced the pain without side effetcts.Objective: Knowing the knowledge of young women in the handling of primary dysmenorrhoea with warm com- presses in especially include menstruation comperhension, the cause of dysmenorrhoea, dysmenorrhoea indica- tion, and handling of primary dysmenorrhoea.Method: Descriptive as the kind of research with survey in approach. The research population amounted to 50 respondents was all young women in Class XI IPA of 1 Mlati Senior High School, Sleman,. The sampling technique of sample. The tool of collection used questionnaires. The data analysis used univariant and described in precent- age.Results: The young women knowledge about handling of primary dysmenorrhoea with warm compresses were mostly good category (76%), that includes about menstruatuon comperhension were mostly good category (100%), dysmenorrhoea comperhension were mostly good category (70%), the cause of dysmenorrhoea were mostly less category (64%), dysmenorrhoea indication were nostly less category (60%), handling of primary dysmenorrhoea were mostly good category (76%).Conclusion: The young women knowledge about handling of primary dysmenorrhoea with warm compresses in Class XI IPA in 1 Mlati Senior High School, Sleman, Yogyakarta were good at 76%.
Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Pada Penanganan Dismenorea Primer Dengan Kompres Hangat Elvika Fit Ari Shanti; Leni LuvitaYanuarti
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/mvbs5355

Abstract

Background: 75% of Indonesian women have ever used femininity liquid cleaning soap that was In Indonesia,55% of productive woman had tormented by dysmenorrhoea, with pravelence ranging from 45-95% in productiveage (Proverawati and Misaroh, 2009). The womenhad dysmenorrhoea more bad in achievement than the womenhad not dysmenorrhoea. The usage of warm compresses were a way to eliminated or decreaced the pain withoutside effetcts.Objective: Knowing the knowledge of young women in the handling of primary dysmenorrhoea with warm compresses in especially include menstruation comperhension, the cause of dysmenorrhoea, dysmenorrhoea indication, and handling of primary dysmenorrhoea.Method: Descriptive as the kind of research with survey in approach. The research population amounted to 50respondents was all young women in Class XI IPA of 1 Mlati Senior High School, Sleman,. The sampling techniqueof sample. The tool of collection used questionnaires. The data analysis used univariant and described in precentage.Results: The young women knowledge about handling of primary dysmenorrhoea with warm compresses weremostly good category (76%), that includes about menstruatuon comperhension were mostly good category (100%),dysmenorrhoea comperhension were mostly good category (70%), the cause of dysmenorrhoea were mostly lesscategory (64%), dysmenorrhoea indication were nostly less category (60%), handling of primary dysmenorrhoeawere mostly good category (76%).Conclusion: The young women knowledge about handling of primary dysmenorrhoea with warm compresses inClass XI IPA in 1 Mlati Senior High School, Sleman, Yogyakarta were good at 76%.Keywords: The knowledge, young women, primary dysmenorrhoea, warm compresses.
Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Pada Penanganan Dismenorea Primer Dengan Kompres Hangat Elvika Fit Ari Shanti; Leni LuvitaYanuarti
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/mvbs5355

Abstract

Background: 75% of Indonesian women have ever used femininity liquid cleaning soap that was In Indonesia,55% of productive woman had tormented by dysmenorrhoea, with pravelence ranging from 45-95% in productiveage (Proverawati and Misaroh, 2009). The womenhad dysmenorrhoea more bad in achievement than the womenhad not dysmenorrhoea. The usage of warm compresses were a way to eliminated or decreaced the pain withoutside effetcts.Objective: Knowing the knowledge of young women in the handling of primary dysmenorrhoea with warm compresses in especially include menstruation comperhension, the cause of dysmenorrhoea, dysmenorrhoea indication, and handling of primary dysmenorrhoea.Method: Descriptive as the kind of research with survey in approach. The research population amounted to 50respondents was all young women in Class XI IPA of 1 Mlati Senior High School, Sleman,. The sampling techniqueof sample. The tool of collection used questionnaires. The data analysis used univariant and described in precentage.Results: The young women knowledge about handling of primary dysmenorrhoea with warm compresses weremostly good category (76%), that includes about menstruatuon comperhension were mostly good category (100%),dysmenorrhoea comperhension were mostly good category (70%), the cause of dysmenorrhoea were mostly lesscategory (64%), dysmenorrhoea indication were nostly less category (60%), handling of primary dysmenorrhoeawere mostly good category (76%).Conclusion: The young women knowledge about handling of primary dysmenorrhoea with warm compresses inClass XI IPA in 1 Mlati Senior High School, Sleman, Yogyakarta were good at 76%.Keywords: The knowledge, young women, primary dysmenorrhoea, warm compresses.
Edukasi Baby Yoga Untuk Stimulasi Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Dewi Zolekhah; Elvika Fit Ari Shanti; Liberty Barokah; Silvia Ari Agustina
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.40

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertema “Edukasi Baby Yoga Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi. Pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada kesehatan bayi. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan ibu yang mempunyai bayi mendapatkan pengetahuan tentang baby yoga yang mempunyai manfaat untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pengabdian ini berfokus pada kesehatan balita. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang tumbuh kembang bayi dan cara menstimulasi tumbuh kembang melalui baby yoga.Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir. Tahapan persiapan meliputi serangkaian kegiatan dari pengkajian masalah dan penyusunan proposal. Tahapan pelaksanaan kegiatan adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang baby yoga, demonstrasi dan melakukan baby yoga pada bayi di posyandu. Pada tahap pelaksanaan yang terakhir adalah melakukan evaluasi terhadap pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi tentang baby yoga terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tahap akhir yaitu berupa evaluasi hasil kegiatan dengan cara melihat dan mengamati ibu saat dilakukan edukasi baby yoga dan menganalisa pertumbuhan dan perkembangan bayi setelah dilakukan baby yoga