Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengambilan keputusan siswa sekolah menengah pertama yang dibesarkan dengan pola asuh otoriter serta dampaknya terhadap perkembangan kemandirian siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur, yang melibatkan peninjauan berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah dan artikel penelitian, yang relevan dengan topik pengasuhan otoriter dan pengambilan keputusan siswa. Pemilihan pustaka didasarkan pada kriteria relevansi topik dan periode publikasi dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan melalui tinjauan mendalam, perbandingan, dan sintesis temuan dari penelitian sebelumnya, dengan tujuan mengidentifikasi pola, kesamaan, dan perbedaan dalam temuan penelitian yang berkaitan dengan pengaruh pengasuhan otoriter terhadap kemampuan pengambilan keputusan siswa SMP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengasuhan otoriter ditandai dengan dominasi orang tua yang tinggi dalam menetapkan aturan dan keputusan, tanpa secara aktif melibatkan anak-anak dalam proses tersebut. Kondisi ini kemudian berdampak pada siswa dengan menyebabkan rendahnya kepercayaan diri, keraguan dalam membuat pilihan, dan ketergantungan yang berlebihan pada figur otoritas dalam pengambilan keputusan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengasuhan otoriter berpotensi menghambat perkembangan kemandirian dan kemampuan pengambilan keputusan siswa di awal masa remaja. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar orang tua dan sekolah, khususnya guru bimbingan dan konseling, memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi lebih luas dalam proses pengambilan keputusan, secara bertahap dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka, untuk mendukung pengembangan kemandirian dan tanggung jawab siswa.