Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH FREKUENSI TES FORMATIF DAN GAYA BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA TANPA MENGONTROL PENGETAHUAN AWAL Amri, Baso
Kreatif Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.645 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effect of frequence formative test and learning styles student’s toward result mathematics at SMA class X without and after controlling for previous mathematics knowledge of students the  research was conducted in SMA 1 and SMA Negeri 2 in Palu Central Sulawesi Province on teachings in 2010/2011. The number of samples in this study as many as 80 students of class X with the determination of class samples done in multi-stage random sampling. The method used in this study is the experimental method with 2 x 2 factorial design. These experiments apply of frequence formative test and student’s learning styles as the treatment factor, and mathematics learning outcomes as response variables, and previous knowledge of mathematics students as covariabel or covariate. Conclusion of this research are : overal there the result of the research  effect between frequence formative test and student’s  learning style in effecting the outcome of student’s learning methematics  without controlling of previous knowledge   Abstrak:Penelitian ini secara keseluruhan bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi tes  formatif dan gaya belajar siswa terhadap hasil belajar matematika siswa SMA Negeri kelas X tanpa dan setelah mengontrol pengetahuan awal matematika siswa Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Palu dan SMA Negeri 2 Palu Provinsi Sulawesi Tengah tahun ajaran 2010/2011. Jumlah sampel dalam penelitian ini  sebanyak 80 siswa kelas X dengan penetapan sampel kelas dilakukan secara multi stage random sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2. Eksperimen ini menerapkan frekuensi tes formatif dan  gaya belajar siswa sebagai faktor perlakuan, dan hasil belajar matematika sebagai variabel respon, dan pengetahuan awal matematika siswa sebagai covariabel atau covariate. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah : secara keseluruhan terdapat pengaruh antara frekuensi tes formatif dan gaya belajar siswa dalam mempengaruhi hasil belajar matematika siswa, tanpa mengontrol pengaruh linier pengetahuan awal matematika siswa.   Kata-kata kunci : Frekuensi Tes Formatif, Gaya Belajar Siswa, Pengetahuan Awal Matematika                                     Siswa, dan Hasil Belajar  Matematika.
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 PALU PADA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT Nurhidayah; Abdul Hamid; Baso Amri
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi operasi hitung bilangan bulat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas VII SMP Negeri 4 Palu pada materi operasi hitung bilangan bulat mengikuti langkah-langkah yaitu (1) perumusan masalah, (2) pemrosesan data, (3) penyusunan dugaan sementara (konjektur), (4) pemeriksaan dugaan sementara (konjektur), (5) penarikan kesimpulan, (6) penerapan konsep. Kata Kunci: Penemuan Terbimbing; Pemahaman; Operasi Hitung Bilangan Bulat Abstract: The reseach is aim to obtain a description of application of guided discovery method wich can increase the students’ knowledge on material operations of integers. This research refers to research design proposed by Kemmis and Mc. Taggart, namely: planning, action and servation, and reflection. Based on the results, it can be concluded that application of guided discovery method can incruice knowledge students’ in the form of operations integers material in class VII of SMP Negeri 4 Palu following these steps, namely: (1) formulation of the problem, (2) data processing, (3) the preparation of provisional estimates (conjecture), (4) examination of provisional estimates (conjecture), (5) drawing conclusions, (6) the application of the concept. Keywords: Guided Discovery Learning;knowledge; operations of integers
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KELILING DAN LUAS DAERAH SEGIEMPAT DI KELAS VII SMP NEGERI 2 TINOMBO SELATAN Annisa Ma’rifatillah; Baso Amri
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 2 No. 4 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi keliling dan luas daerah segiempat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIA SMP Negeri 2 Tinombo Selatan yang berjumlah 28 orang yang terdaftar pada tahun ajaran 2014/2015. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data aktifitas guru dalam mengola pembelajaran, data aktifitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, data hasil tes awal dan data hasil tes akhir tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD hasil belajar siswa pada materi segiempat meningkat, dengan mengikuti langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu : (1) penyajian kelas, (2) belajar kelompok, (3) membimbing kelompok dalam bekerja dan belajar, (4) evaluasi, dan (5) memberi penghargaan kelompok. Kata Kunci: Pembelajaran kooperatif tipe STAD, hasil belajar, segiempat. Abstract : This research aim to obtain a description about applying cooperative learning of STAD able to improved student’s learning outcomes on perimeter and area of quadrilateral. The design of this studying refers to the research design Kemmis and Mc Taggart consist of four components, that are (1) planning, (2) action, (3) observation, and (4) reflection. The subject of this research are the students of class VII A SMP Ngeri 2 Tinombo Selatan that consists of 28 students enrolled in the academic year 2013/2014. The datas were collected in this research obtained from data of teacher’s activities in managed the learning, data of student’s activities in participated the learning, data of pre test, and data of final test. The result of this research showed thatapplying Cooperative Learning of STAD can improved student’s learning outcomes by following the steps are (1)class presentation, (2) group discussion, (3) conduct the group in work and study, (4) evaluation, and (5)group achievement. Keywords: Cooperative learning of STAD, learning outcomes, quadrilateral
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR DI KELAS VII SMP NEGERI 26 SIGI Tina; Baso Amri; Rita Lefrida
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 26 Sigi pada materi operasi hitung bentuk aljabar. Jenis penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung bentuk aljabar, mengikuti langkah-langkah: 1) guru menyiapkan siswa untuk bekerjasama dalam kelompok, sebelum pembelajaran dimulai guru membagi siswa dalam kelompok, terdiri dari 4 siswa yang heterogen; 2) guru memberikan soal dengan cara diundi diberikan kepada masing-masing kelompok; 3) dua siswa dari masing-masing kelompok, meninggalkan kelompoknya dan bertamu ke kelompok lain untuk mencari jawaban dan informasi secara aktif; 4) dua siswa yang tinggal di kelompok, memberikan jawaban dan informasi kepada dua siswa yang bertamu agar meminimalisir siswa yang malu bertanya; 5) tamu mohon diri, kembali ke kelompoknya masing-masing untuk melaporkan hasil temuan dari kelompok lain secara aktif dan didiskusikan; dan 6) kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka dengan cara presentasi. Kata Kunci: Kooperatif tipe TSTS , hasil belajar, operasi hitung bentuk aljabar. Abstract: The research aimed to describe description of cooperative learning of TSTS to Improve Students learning outcomes of algebra operation in VII grade students at SMP Negeri 26 Sigi. This research applied a classroom action research (CAR). This research refers to Kemmis’ and Mc.Taggart’s design which consisted of planning, action, observation, and reflection. This research was conducted in two cycles. The result of this research indicating that the appliedable to improve students learning of cooperative learning outcomes in algebra operation, as the phases 1) students preparing to work in group, teacher divided students in groups before the learing process began; 2) teacher give matterto each group by lot; 3) two students from each group, to leave the group and a visit to the other groups to seek answers and information actively; 4) two students who lived grouped, provide answer and information to the two students who visit to minimize students who are shy to ask; 5) guest excused himself, returning to each group to report the findings of other groups are actively; and 6) Each group the compare or mateh and discuss the results of their work all the way presentation. Keyword : Cooperative learning of TSTS, learning outcomes, algebra operation.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MIA 4 SMAN 2 PALU PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK Ihsan Ruliyanda; Baso Amri
Aksioma Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v4i1.49

Abstract

Abstrak; Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray (TSTS) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIA 4 SMAN 2 Palu pada materi persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Data yang di­kumpul­­kan pada penelitian ini berupa aktifitas guru dan siswa selama pelaksanaan pembelajar­an dengan menggunakan lembar observasi, wawancara dengan beberapa siswa yang dijadikan sebagai informan, catatan lapangan dan data hasil tes akhir tindakan. Berdasarkan hasil peneliti­an dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model TSTS dari lima fase yaitu 1) persiapan, 2) presentasi guru, 3) kegiatan kelompok, 4) formalisasi, dan 5) evaluasi kelompok dan peng­harga­­an, diperoleh peningkatan hasil belajar siswa kelas X MIA 4 SMA Negeri 2 Palu pada materi persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak. Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray, hasil belajar, persamaan dan pertidaksamaan, nilai mutlak
PENERAPAN PENDEKATAN TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KASIMBAR DALAM MENYELESAIKAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL Siti Hardiyanti; Rita Lefrida; Baso Amri
Aksioma Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v4i2.75

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan pendekatan tutor sebaya yang dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kasimbar dalam menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel (PtLSV). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kasimbar. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data, yaitu wawancara, tes, observasi, dan catatan lapangan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian yang dilakukan di kelas VII SMP Negeri 1 Kasimbar menunjukkan bahwa pembelajaran yang menerapkan pendekatan tutor sebaya dapat meningkatkan kemampuan siswa dari siklus I ke siklus II pada materi PtLSV dengan tahap-tahap kegiatan pembelajaran pendekatan tutor sebaya, yaitu: (1) persiapan, (2) pelaksanaan, dan (3) evaluasi. Pada tahap 1 peneliti membentuk kelompok dan satu orang tutor tiap kelompok; pada tahap 2 siswa mengerjakan LKS kelompok dengan bimbingan tutor masing-masing; dan pada tahap 3 peneliti memberikan tes individu. Kata kunci: Pendekatan tutor sebaya, Kemampuan Siswa, dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENARIKAN KESIMPULAN LOGIKA MATEMATIKA DI KELAS X SMA NEGERI 7 PALU Muhammad Fitrah; Baso Amri; Rita Lefrida
Aksioma Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v4i2.113

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan metode penemuan terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 7 Palu pada materi penarikan kesimpulan logika matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain Kemmis dan Mc. Taggart yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 7 Palu yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, tes tertulis, wawancara dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dan masing-masing siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 7 Palu pada materi penarikan kesimpulan logika matematika dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: 1) perumusan masalah, 2) menganalisis data, 3) penyusunan dugaan sementara (konjektur), dan 4) membuat kesimpulan. Kata Kunci: metode penemuan terbimbing, hasil belajar, penarikan kesimpulan logika matematika.
PROFIL KEMAMPUAN SISWA MENENTUKAN JARAK DUA BIDANG DI RUANG DIMENSI TIGA BERDASARKAN TINGKAT KEMAMPUAN MENYELESAIKAN TRY OUT UJIAN NASIONAL MATEMATIKA DI SMA AL-AZHAR PALU Rian Bariansyah; Baharuddin Paloloang; Baso Amri
Aksioma Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v5i1.120

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah jarak dua bidang di ruang dimensi tiga berdasarkan tingkat kemampuan menyelesaikan try out ujian nasional matematika di SMA Al-Azhar Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini dipilih dengan menggunakan Pedoman Acuan Normatif. Subjek penelitian ini sebanyak tiga siswa yang dipilih dari kelas XII IPA yaitu masing-masing satu siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pada tahap memahami masalah subjek berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah menyajikan hal yang diketahui dan ditanyakan soal. (2) tahap merencanakan pemecahan masalah subjek berkemampuan matematika tinggi adalah menyajikan masalah ke dalam bentuk gambar dan menentukan jarak yang merupakan garis yang tegak lurus antara bidang AFH dan BGD. Sedangkan subjek berkemampuan matematika sedang dan rendah hanya menyajikan masalah ke dalam bentuk gambar. (3) pada tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah subjek berkemampuan matematika tinggi mampu melaksanakan rencana pemecahan masalah sesuai dengan rencana yang telah dipaparkan. Sedangkan subjek berkemampuan matematika sedang dan rendah tidak mampu memecahkan masalah yang diberikan. (4) pada tahap memeriksa kembali, subjek berkemampuan matematika tinggi memeriksa langkah-langkah pengerjaannya. Sedangkan subjek berkemampuan matematika sedang dan rendah tidak memeriksa kembali jawaban karena tidak menemukan jawaban dari permasalahan yang diberikan. Kata Kunci: Kemampuan pemecahan masalah, Jarak dua bidang di ruang dimensi tiga Abstrack: This research aimed at describing the ability of students to solve problems within the two fields in three-dimensional space Based on the Result of the National Mathematics Examination Try Out at SMA Al-Azhar Palu. The levels are high, medium and low proficiencies. This research is a qualitative research. The subject was chosen by using Normative Guidelines. The subject used in this research was three students who are represent each of the three levels of mathematic proficiency taken from grade XII IPA. The results show that the subject with high proficiency were (1) at the stage of understanding the subject matter of mathematics capable of high, medium and low presents what is known and questioned about. (2) planning stage capable subject math problem solving high is presenting problems in the form of images and determines the distance that a line perpendicular to the field of AFH and BGD. While the subject of medium and low math ability only present a problem in the form of images. (3) at the stage of implementing a plan subject problem solving ability capable of executing high math problem-solving plan in accordance with the plans that have been presented. While the subject of medium and low math ability was not able to solve the given problem. (4) at the stage of checking back, a subject capable of high mathematics checking measures workmanship. While the subject of medium and low math ability did not check back the answer because they do not find the answer to the problems given. Keywords: Problem Solving Ability, Distance of Two Areas in Three-Dementional Space
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BENTUK ALJABAR KELAS VII SMP NEGERI 1 BANAWA Darmawati; Bakri; Baso Amri
Aksioma Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v5i1.124

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII D SMP Negeri 1 Banawa pada materi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan rancangan penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc Taggart yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar kelas VII D SMP Negeri 1 Banawa dengan memuat komponen CTL yaitu: 1) konstruktivisme, 2) bertanya, 3) menemukan, 4) masyarakat belajar, 5) pemodelan, 6) refleksi dan 7) penilaian autentik. Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning, hasil belajar, Penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar. Abstract: The goal of this research is to get description about the implementation of contextual teaching and learning (CTL) that can increase student achivement in VII D grade of SMP 1 Banwa in material adding and decrease of algebra. The kinds of this research is class proceeding research with design is refers to Kemmis and Mc Taggart those are (1) Planning, (2) Implementation, (3) Observation and (4) Reflection. This research be done in two cycles. The result of this research shows that implementation of CTL model can increase student acvhivement in adding and decrease of algebrain VII D grade of SMPN 1 Banawa by joining CTL componen those are :1) Constuctivism, 2) questioning, 3) inquiry, 4) learning community, 5) modeling, 6) reflection and 7) authentic assessmen. Keyword: Contextual teaching and learning, achivement, adding and decrease of algebra