Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prevensi Burnout pada Pekerja Sosial Lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Yogyakarta Unit Abiyoso Dewi, Hani Puspita
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 20 No. 3 (2021): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Balai Besar Litbang Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/jpks.v20i3.2698

Abstract

Jumlah Lansia di Indonesia setiap tahun selalu meningkat. Jumlah lansia terlantar juga banyak yang perlu menjadi perhatian pemerintah dan warga masyarakat. Meskipun begitu, keberadaan balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha atau panti jompo untuk menampung lansia terlantar belum terpenuhi dibandingkan jumlah lansia terlantar. Apalagi jumlah tenaga profesional seperti pekerja sosial sedikit dibandingkan jumlah lansia yang dimiliki oleh balai. Perbandingan jumlah tersebut sebagai salah satu yang menyebabkan adanya sindrom burnout yang dekat dengan pekerja sosial namun pekerja sosial lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Abiyoso dapat mengatasi sindrom tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevensi burnout pada pekerja sosial lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Abiyoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi langsung dengan terlibat langsung pada kegiatan balai yang dilakukan Oktober sampai Desember 2019 dan wawancara kepada 6 informan. Analisis data dengan model Miles dan Huberman yakni dikumpulkan, direduksi, ditampilkan dan ditarik kesimpulan. Dalam pengujian keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevensi burnout pekerja sosial yakni pencegahan tingkat organisasi. Sebagai pekerja sosial meyakini bahwa profesinya telah sesuai dengan keinginan dan kepribadiannya. Selain itu, lingkungan pekerjaan yang nyaman, saling gotong royong namun tetap bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Strategi prevensi ini menjadi kunci jitu para pekerja sosial untuk mencegah resiko sindrom burnout dalam proses pelayanan lansia.Kata Kunci: burnout; pekerja sosial lansia; lansia
Agricultural Strategies of Young Farmers on Small-Scale Land in Sriharjo, Bantul Dewi, Hani Puspita; Eddyono, Suzanna
BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan Vol. 9 No. 2 (2023): Bhumi: Jurnal Agraria dan Pertanahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31292/bhumi.v9i2.684

Abstract

Abstract: The agricultural situation in the Special Region of Yogyakarta is becoming increasingly concerning. The number of farmers is declining, and young people are showing less interest in agriculture. This has led to problems with production output and a food security crisis. A solution to these challenges is to empower youth to engage in farming. The aim of this study is to identify groups of young farmers and the efforts made to address current challenges. The unit of analysis in this study is youth groups involved in farming activities on limited land. The research was conducted with a youth farming group called Taruna Tani Hijaunya Cinta in Sriharjo Village, Bantul. A case study design was employed, using in-depth interviews conducted both in person and via telephone. The research was carried out from January to June 2022, with limited observations and interviews due to the COVID-19 pandemic. To supplement the data, document and photo collection from the farmer group was also conducted. Thematic analysis was used to analyze various data sources. The findings of this study indicate that the majority of the group's members are children of farmers aged 17-35, with educational backgrounds ranging from secondary school to university students. The results show that the use of technology in farming, the development of social media for marketing, and the creation of agro-tourism have enhanced the competitiveness of young people in the agricultural sector, created new business opportunities, and stimulated local economic growth. For long-term sustainability, it is recommended that the government and educational institutions strengthen training and education programs for youth to enable them to continue innovating and adapting to market changes. Keywords: Limited Land Agriculture, Young Farmers, Youth