Bahasa jenaka merupakan wujud permainan bahasa yang dapat menyebabkan kelucuan atau tertawa. Penggunaan bahasa jenaka saat ini biasa digunakan dalam komunikasi, salah satunya dalam komunikasi langsung, terutama yang digunakan di kalangan mahasiswa. Selain dalam komunikasi langsung, penggunaan bahasa jenaka sering digunakan untuk mengkritik, mengejek, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan wujud kejenakaan bahasa jenaka sebagai permainan bahasa, (2) mendeskripsikan maksud kejenakaan bahasa jenaka sebagai permainan bahasa, dan (3) mendeskripsikan fungsi bahasa jenaka sebagai permainan bahasa yang digunakan oleh mahasiswa PBSI Universitas Sanata Dharma tahun 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma angakatan 2015-2018 yang sedang berkomunikasi. Pengambilan data dengan cara pengamatan atau observasi dan teknik sadap pada interaksi mahasiswa. Bentuk data yang didapatkan dalam penelitian ini adalah wujud, maksud, dan fungsi dalam tuturan jenaka. Data yang diperoleh dari penelitian ini sebanyak 100 tuturan. Data tersebut terbagi dalam 3 fungsi bahasa jenaka, yakni bahasa jenaka dari fungsi memahami, bahasa jenaka dari fungsi memengaruhi, dan bahasa jenaka dari fungsi menghibur. Hasil dari analisis data dalam penelitian ini yaitu terdapat wujud dan penanda bahasa jenaka, yaitu tuturan yang berwujud kata, berwujud frasa, berwujud klausa, dan yang berwujud kalimat. Data tuturan bahasa jenaka yang berwujud frasa merupakan wujud yang paling dominan dalam penelitian ini. Dari data penelitian ini, peneliti menemukan beberapa maksud, yaitu maksud menyindir, maksud menyampaikan informasi, maksud mengkritik, maksud melucu, dan maksud menasehati. Peneliti juga menemukan data sebagai fungsi kejenakaan dalam tuturan bahasa jenaka yang terdiri dari fungsi memahami, fungsi memengaruhi, dan fungsi menghibur. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa jenaka di kalangan mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang digunakan sesuai dengan fungsinya masing-masing.