Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BAHASA JENAKA DI KALANGAN MAHASISWA: KAJIAN SOSIOPRAGMATIK Filie Krisadewa, Markus; Rahardi, Kunjana
TANDA Vol 1 No 04 (2021): SASTRA DAN BAHASA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa jenaka merupakan wujud permainan bahasa yang dapat menyebabkan kelucuan atau tertawa. Penggunaan bahasa jenaka saat ini biasa digunakan dalam komunikasi, salah satunya dalam komunikasi langsung, terutama yang digunakan di kalangan mahasiswa. Selain dalam komunikasi langsung, penggunaan bahasa jenaka sering digunakan untuk mengkritik, mengejek, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan wujud kejenakaan bahasa jenaka sebagai permainan bahasa, (2) mendeskripsikan maksud kejenakaan bahasa jenaka sebagai permainan bahasa, dan (3) mendeskripsikan fungsi bahasa jenaka sebagai permainan bahasa yang digunakan oleh mahasiswa PBSI Universitas Sanata Dharma tahun 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma angakatan 2015-2018 yang sedang berkomunikasi. Pengambilan data dengan cara pengamatan atau observasi dan teknik sadap pada interaksi mahasiswa. Bentuk data yang didapatkan dalam penelitian ini adalah wujud, maksud, dan fungsi dalam tuturan jenaka. Data yang diperoleh dari penelitian ini sebanyak 100 tuturan. Data tersebut terbagi dalam 3 fungsi bahasa jenaka, yakni bahasa jenaka dari fungsi memahami, bahasa jenaka dari fungsi memengaruhi, dan bahasa jenaka dari fungsi menghibur. Hasil dari analisis data dalam penelitian ini yaitu terdapat wujud dan penanda bahasa jenaka, yaitu tuturan yang berwujud kata, berwujud frasa, berwujud klausa, dan yang berwujud kalimat. Data tuturan bahasa jenaka yang berwujud frasa merupakan wujud yang paling dominan dalam penelitian ini. Dari data penelitian ini, peneliti menemukan beberapa maksud, yaitu maksud menyindir, maksud menyampaikan informasi, maksud mengkritik, maksud melucu, dan maksud menasehati. Peneliti juga menemukan data sebagai fungsi kejenakaan dalam tuturan bahasa jenaka yang terdiri dari fungsi memahami, fungsi memengaruhi, dan fungsi menghibur. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa jenaka di kalangan mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang digunakan sesuai dengan fungsinya masing-masing.
ANALISIS MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN ARITMATIKA SOSIAL DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBASIS STEAM Marcelliana Atmojo, Felisita; Filie Krisadewa, Markus; Budi Setiawan, B.
Asimtot : Jurnal Kependidikan Matematika Vol 5 No 2 (2024): Asimtot: Jurnal Kependidikan Matematika | Desember 2023 - Mei 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/asimtot.v5i2.3403

Abstract

Perkembangan abad 21 membawa dampak dalam segala aspek kehidupan terutama adalah aspek pendidikan. Dampak aspek ini mengajak pendidik untuk aktif menyoroti proses pembelajaran agar dapat memenuhi tantangan-tantangan yang diberikan. Salah satu hal yang disoroti adalah materi arimatika sosial pada proses pembelajaran matematika yang merupakan salah satu cabang ilmu untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut mengajak pendidik untuk berinovatif dalam melakukan proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui minat belajar peserta didik pada pembelajaran matematika materi aritmatika sosial dengan model pembelajaran project-based learning berbasis STEAM di SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui triangulasi yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi serta penyebaran kuesioner. Sumber data pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Budi Utama Yogyakarta berjumlah 42 peserta dengan pengambilan teknik simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa minat belajar peserta didik pada materi aritmatika sosial terkategori sangat tinggi dengan rata-rata 81,47%. Hal ini juga dipengaruhi oleh model pembelajaran, metode pembelajaran, variasi lembar kerja peserta didik, dan sarana prasarana yang digunakan dalam pembelajaran. Faktor eksternal motivasi belajar dari orang tua dan teman juga mempengaruhi minat belajar peserta didik pada materi ini sehingga mereka termotivasi untuk mempelajari materi aritmatika sosial.