Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Sistem Informasi Pengelola Bank ASI Berbasis Website (Studi Kasus: Posyandu Kelurahan Bantarsoka) Tyas Pratama Puja Kusuma; Dania Gusmi Rahayu
Jurnal Pendidikan Informatika (EDUMATIC) Vol 5, No 1 (2021): Edumatic: Jurnal Pendidikan Informatika
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edumatic.v5i1.3274

Abstract

The problem discussed in this study is designing a system that can be used as an ASI bank. The Posyandu in Bantarsoka Village is very concerned about the importance of breastfeeding for babies. A lot of babies who are not breast fed are a concern. On the other hand, many breastfeeding mothers also have excess breast milk. The absence of a system that accommodates information about ASI at the Posyandu in Bantarsoka Village makes the Posyandu less optimal in helping its residents overcome the problem of breastfeeding distribution. With current technological developments, the idea emerged to create an information system for ASI management, which later could be a solution to the problems. The ASI Bank Management System aims to provide a forum for mothers who have been excess breast fed to be able to donate their breast milk to babies who do not get their mother's milk intake. This study uses the Waterfall method which is carried out with a structured approach, starting from the system requirement's stages, analysis, design, coding, testing, and maintenance. The result of this research is an information system in the form on the ASI Bank website. With this system, it is hoped that it can help with the problem of breastfeeding distribution. The system created can properly manage and record breastfeeding ownership, who is the donors and recipients. By utilizing Internet technology, information dissemination can be accessed quickly and easily.
PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH/MADRASAH SMA/SMK DI KECAMATAN BUMIAYU MENGGUNAKAN METODE TOPSIS Tyas Pratama Puja Kusuma; Nurul Mega Saraswati
Telematika Vol 11, No 1: Februari (2018)
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.375 KB) | DOI: 10.35671/telematika.v11i1.677

Abstract

Penilaian kepala sekolah adalah salah satu penilaian kinerja pendidik dan tenaga pendidik untuk menjaga profesionalitas saat menjalankan tugas. Penilaian kinerja kepala sekolah dilakukan dengan memberikan penilaian berdasarkan data yang relevan. Penilaian dilakukan dengan tahapan wawancara, penilaian dan perhitungan nilai. Penelitian ini tentang sistem penunjang keputusan dengan menggunakan metode TOPSIS. Obyek penelitian ini adalah Kepala Sekolah/Madrasah SMA/SMK di Kecamatan Bumiayu. Penelitian ini mengasilkan preferensi pada alternatif A5 dengan nama Bapak Subagyo Sudrijat, M.Pd dengan preferensi kriteria kompetensi kepribadian sebagai pemimpin, kompetensi supervisi dan kompetensi kewirausahaan. Sedangkan kriteria kompetensi prestasi sebagai pendidik dan kompetensi sosial di preferensi A1 dengan bapak Drs. Budiyanto, M. Pd., dan kompetensi manajerial di preferensi pada bapak Drs. Joko Waseso, M. Pd.Kata Kunci: Kinerja Kepala Sekolah, Sistem Penunjang Keputusan, TOPSIS, SMA, SMK
PEMANFAATAN APLIKASI BANK ASI SEBAGAI MEDIA INFORMASI KETERSEDIAAN ASI DI POSYANDU LESTARI 10 KELURAHAN BANTARSOKA Tyas Pratama Puja Kusuma
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.825 KB) | DOI: 10.31949/jb.v2i1.570

Abstract

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi dan antibodi untuk pertumbuhan dan kesehatan bayi yang signifikan bermanfaat pada saat anak memasuki usia balita. Di posyandu lestari 10 Kelurahan Bantarsoka, hanya 20 bayi dari 50 bayi yang memperoleh ASI eksklusif. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di posyandu Lestari 10 adalah: (1) Memberikan sosialisasi tentang pentingnya ASI bagi bayi dan ASI bisa didonorkan, dengan solusi ini diharapkan ibu-ibu bisa lebih paham dan bisa saling berbagi ASI sesuai ketentuan agama bagi ibu yang memiliki ASI berlebih, (2) Memberikan pelatihan penggunaan aplikasi Bank ASI bagi para ibu, ini diharapkan agar pendonor dan resipien ASI lebih mudah berinteraksi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian Amikom Mitra Masyarakat ini adalah dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan. Adapun tahapan pelaksanaannya adalah dengan melakukan persiapan terlebih dahulu. Pada tahapan ini kegiatan yang dilaksanakan adalah survei tempat dan sosialisasi pelaksanaan program. Dalam tahap persiapan dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan ketua posyandu Lestari 10 untuk meminta ijin sosialisasi dan tempat pelatihan penggunaan aplikasi Bank ASI. Survei tempat dilakukaan dengan mendatangi Posyandu Lestari 10 untuk meninjau keadaan dan mengadakan wawancara dengan Ketua Posyandu guna diperoleh data-data yang diperlukan dalam pelaksanaan program. Pelaksanaan program merupakan realisasi perencanaan program, yaitu dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan. Sosialisasi dilaksanakan untuk memberi informasi pentingnya ASI bagi bayi, kemudian dilaksnakan pelatihan tata cara penggunaan aplikasi Bank ASI kepada kader posyandu dan ibu-ibu warga RW 10 kelurahan Bantarsoka.
WEBSITE JUAL BELI ONLINE SEBAGAI SARANA BERKEMBANGNYA KOPERASI PRIMASOKA BANTARSOKA Tyas Pratama Puja Kusuma
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.381 KB) | DOI: 10.31949/jb.v2i4.1487

Abstract

Koperasi Primasoka Bantarsoka adalah koperasi jual beli kebutuhan bahan pokok warga Perumahan Griya Satria Bantarsoka khususnya dan warga sekitar pada umumnya. Koperasi ini menyediakan kebutuhan warga dari sembako hingga barang-barang sekunder yang dibutuhkan warga. Koperasi Primasoka dibentuk pada tanggal 10 September 2020 yang beranggotakan 30 orang. Tujuan awal dibentuknya koperasi ini adalah untuk memberi kemudahan masyarakat mendapatkan bahan pokok makanan di saat pandemi covid 19 seperti sekarang ini dan memberikan wadah bagi warga yang ingin berwirausaha. Anggota koperasi bergabung di grup Whats app untuk dapat mengetahui barang dagangan apa saja yang dijual. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Koperasi Primasoka adalah: Mengubah model pemasaran dari menggunakan grup whats app berubah menggunakan website jual beli agar jangkauan pemasaran lebih luas. Memberikan pelatihan penggunaan website jual beli kepada pengurus dan anggota koperasi
PENERAPAN KALKULATOR GIZI DAN STANTING DI POSYANDU LESTARI 10 KELURAHAN BANTARSOKA Tyas Pratama Puja Kusuma
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.532 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3401

Abstract

Posyandu Lestari 10 Bantarsoka sub-district is one of the posyandu that routinely carries out health control activities for children under five. There are 40 toddlers who regularly participate in posyandu activities at Posyandu Lestari 10. With so many toddlers participating in activities, it is not uncommon for posyandu cadres to feel overwhelmed in serving. To make it easier for posyandu cadres to determine the health of toddlers, a solution for making nutritional and stunting calculators emerged that can be used to calculate the growth and development of toddlers. With this calculator, cadres can easily calculate whether toddlers are in good or bad nutrition. The method used in the implementation of this Community Partner Amikom Service activity is to provide socialization and training. From the results of the analysis listed on the nutrition calculator and posyandu cadres, they can immediately find out whether the child is in good nutrition or not. Thus, the time needed for posyandu activities can be shorter and cadres no longer need to look at the graph tables of child growth in the Maternal and Child Health book, which cadres often do not read carefully. With the nutritional calculator and stunting can minimize errors in determining the health of toddlers. Keywords: Posyandu, Toddler, Nutrition, Stunting.
PENERAPAN KALKULATOR GIZI DAN STANTING DI POSYANDU LESTARI 10 KELURAHAN BANTARSOKA Tyas Pratama Puja Kusuma
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3401

Abstract

Posyandu Lestari 10 Bantarsoka sub-district is one of the posyandu that routinely carries out health control activities for children under five. There are 40 toddlers who regularly participate in posyandu activities at Posyandu Lestari 10. With so many toddlers participating in activities, it is not uncommon for posyandu cadres to feel overwhelmed in serving. To make it easier for posyandu cadres to determine the health of toddlers, a solution for making nutritional and stunting calculators emerged that can be used to calculate the growth and development of toddlers. With this calculator, cadres can easily calculate whether toddlers are in good or bad nutrition. The method used in the implementation of this Community Partner Amikom Service activity is to provide socialization and training. From the results of the analysis listed on the nutrition calculator and posyandu cadres, they can immediately find out whether the child is in good nutrition or not. Thus, the time needed for posyandu activities can be shorter and cadres no longer need to look at the graph tables of child growth in the Maternal and Child Health book, which cadres often do not read carefully. With the nutritional calculator and stunting can minimize errors in determining the health of toddlers. Keywords: Posyandu, Toddler, Nutrition, Stunting.
Peningkatan Kompetensi Teknologi Siswa Melalui Pelatihan Microsoft Office di SMP Muhammadiyah Kembaran Jihan Salsabila; Tyas Pratama Puja Kusuma
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8329

Abstract

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi teknologi siswa SMP Muhammadiyah Kembaran melalui pelatihan Microsoft Office, khususnya Word dan PowerPoint, mengatasi kendala pemahaman dan akses terbatas. Kampus Mengajar Angkatan 6 melibatkan guru TIK dan siswa dalam pendekatan kualitatif. Pelatihan efektif dengan tingkat efektivitas 60%-90%, membantu siswa menguasai penggunaan aplikasi, termasuk pembuatan paragraf, penggunaan tabel, dan penyimpanan file. Evaluasi menunjukkan peningkatan literasi teknologi siswa. Pelatihan ini dianggap positif dalam mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan teknologi modern, memperkuat kualitas pembelajaran di SMP Muhammadiyah Kembaran, dan mendorong penggunaan multimedia sebagai media pembelajaran. Keberhasilan pelatihan menekankan pentingnya perencanaan dan persiapan matang serta penyampaian materi dengan cara menarik untuk meningkatkan minat belajar siswa di era teknologi
Website Sebagai Media Pelestarian Budaya Banyumas Ely Purnawati; Tyas Pratama Puja Kusuma; Debby Ummul Hidayah
Tekompedia : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 1 No 2 (2024): Juli
Publisher : CV Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/technomedia.v1i2.76

Abstract

The purpose of this research is as follows: 1. To create a cultural preservation medium for Banyumas in the form of a Banyumas Culture website. 2. To encourage the wider community, especially the people of Banyumas, to preserve Banyumas culture and attract tourists to visit Banyumas. The research method applied in this study is the waterfall development method. The waterfall method consists of the following stages: Requirements analysis and definition, System and software design, Implementation and unit testing, Integration and system testing, Operation and maintenance. Based on the conducted research, the following conclusions can be drawn: 1. The Banyumas cultural preservation website provides information on the Banyumasan language dictionary, typical culinary information from Banyumas, tourism information in Banyumas regency, and local cultural information in Banyumas. 2. The Banyumasan language dictionary produces output in the form of Banyumasan language vocabulary in the Banyumas regional language dictionary. 3. The Banyumas cultural preservation website displays images/photos of typical Banyumas food and Banyumas culture, as well as navigation to tourist locations in the Banyumas region.
Identification of Usability Issues in the ELLS Website at Amikom University Purwokerto Debby Ummul Hidayah; Abdul Azis; Tyas Pratama Puja Kusuma; Irma Darmayanti
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 15, No 4 (2026): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/stmsi.v15i4.5374

Abstract

The transformation of information technology has significantly influenced the education sector, particularly in the implementation of online learning. One of its key contributions is enabling lecturers and students to interact through e-learning platforms without the constraints of time and space. Amikom University Purwokerto, as one of the higher education institutions, has developed an e-learning platform called ELLS. Based on observational analysis, several issues are frequently encountered by users, including confusion in navigation, difficulty in locating information, repeated uploading of course materials for the same subject across multiple classes, the absence of notification messages, unexpected system logouts during grading activities, and a visually unappealing interface. To further investigate usability issues in the ELLS website, Nielsen’s heuristic evaluation method—consisting of 10 principles—was applied. The findings reveal that, out of 8 main features tested, a total of 19 usability issues were identified. The most frequently occurring problems are related to the principles of visibility of system status, user control and freedom, and consistency and standards across interface elements. One critical issue with a severity level of 4 (usability catastrophe) was identified in the assignment grading feature, which poses a risk of sudden loss of student grade data. In addition, 15 issues were categorized with severity level 3 and 3 issues with severity level 2. These findings indicate that although the ELLS system is functionally operational, there are still numerous interface design aspects that need improvement to enhance efficiency, clarity, and user comfort, particularly for lecturers and students as the primary users.
Peningkatan kompetensi guru dalam literasi digital melalui program “fun learning koding” Irma Darmayanti; Debby Ummul Hidayah; Tyas Pratama Puja Kusuma; Tarwoto Tarwoto; Sitaresmi Sitaresmi; Wahyu Handani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38871

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut peningkatan literasi digital, terutama bagi generasi muda dan para pendidik sebagai ujung tombak pembelajaran. Namun, banyak guru di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memahami literasi digital dan koding, serta kesulitan mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Untuk mengatasi masalah ini, Universitas Amikom Purwokerto bekerja sama dengan MGMP Informatika MTs Ma’arif NU Kabupaten Banyumas melaksanakan program pelatihan “Fun Learning Koding” pada tanggal 4 September 2025 di RM Rawalo. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam literasi digital dan koding melalui pendekatan hands-on learning menggunakan platform MIT App Inventor. Pelatihan diikuti oleh 18 guru dan mencakup empat tahap utama: survey awal, persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru tentang literasi digital dan koding, dengan skor rata-rata meningkat dari 55–60 (pre-test) menjadi 85–90 (post-test). Selain itu, 95% peserta menyatakan bahwa pelatihan ini relevan dengan kebutuhan mereka dan dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran. Output kegiatan meliputi modul pelatihan, prototipe aplikasi edukatif sederhana, serta rencana tindak lanjut berupa pelatihan lanjutan oleh MGMP Informatika. Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan guru, mendorong kreativitas dalam menciptakan media pembelajaran digital, dan membangun komunitas belajar antar guru. Untuk meningkatkan efektivitas program serupa di masa mendatang, disarankan untuk menambah durasi pelatihan, menyediakan infrastruktur tambahan, serta memberikan pendampingan pasca-pelatihan. Diharapkan program ini dapat dikembangkan lebih luas untuk mendukung transformasi pendidikan di era digital. Kata kunci: pelatihan; literasi digital; peningkatan kompetensi; fun learning koding; hands-on learning Abstract The rapid development of information technology demands an increase in digital literacy, especially for the younger generation and educators as the spearhead of learning. However, many teachers in Indonesia still face challenges in understanding digital literacy and coding, as well as difficulties in integrating technology into learning. To address this issue, Amikom University Purwokerto collaborated with MGMP Informatika MTs Ma'arif NU Banyumas Regency to conduct a “Fun Learning Coding” training program on September 4, 2025, at RM Rawalo. This program aimed to improve teachers' competence in digital literacy and coding through a hands-on learning approach using the MIT App Inventor platform. The training was attended by 18 teachers and consisted of four main stages: initial survey, preparation, implementation, and evaluation. The evaluation results showed a significant increase in teachers' understanding of digital literacy and coding, with the average score increasing from 55–60 (pre-test) to 85–90 (post-test). In addition, 95% of participants stated that the training was relevant to their needs and could be directly applied in learning. The outputs of the activity included training modules, simple educational application prototypes, and a follow-up plan in the form of further training by the Informatics MGMP. This activity succeeded in improving teachers' skills, encouraging creativity in creating digital learning media, and building a learning community among teachers. To increase the effectiveness of similar programs in the future, it is recommended to increase the duration of training, provide additional infrastructure, and provide post-training assistance. It is hoped that this program can be developed more broadly to support educational transformation in the digital era. Keywords: training; digital literacy; competency improvement; fun learning coding; hands-on learning