Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN

RETROFIT ALAT PENYULINGAN AKAR WANGI TRADISIONAL MENGGUNAKAN BOILER BERBAHAN BAKAR LIMBAH RAMAH LINGKUNGAN anam, ahsonul
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.48 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v5i1.291

Abstract

Traditional distillation of akar wangi (Vetiveria zizanioides) using kerosene as a fuel has been used in small industries. The solid waste is burned in open air will emit strong odor which harmful to the environment. In fact, the waste has a caloric value of 3.800 kkal/kg, and by the proper handling, the waste can substitute part of the distillation process energy potentially and can reduce the environment impact caused by incomplete combustion or by the ingredient it self i.e. sulphur oxide and nitrogen oxide. To treat those waste, it is necessary to separate between distillation vessel with the steam generation system.
PEMBENTUKAN GAS H2 DAN CO RAMAH LINGKUNGAN MELALUI GASIFIKASI BATUBARA UNTUK MEREDUKSI BIJIH BESI anam, ahsonul
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.22 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i1.238

Abstract

Ketergantungan pabrik baja terhadap gas alam untuk menghasilkan gas pereduksi bijih besi sangat besar, sehingga dihadapkan pada masalah yang besar oleh karena harga gas alam yang cenderung naik. Oleh karena itu, sumber gas pereduksi selain dari gas alam, teknologi yang mendukung, ekonomis serta ramah terhadap lingkungan, sangat diperlukan, sehingga daya saing di pasaran bisa ditingkatkan dan ketergantungan terhadap gas alam bisa diminimalisasi.Teknologi gasifikasi adalah teknologi yang sangat ramah lingkungan, membentuk polusi yang sangat minim walaupun untuk mengolah bahan-bahan yang sangat “kotor” misalnya batubara dengan kandungan sulfur tinggi. Gasifikasi juga mampu mengurangi sejumlah besar volume padatan, dengan membentuk produk samping yang ramah lingkungan, sebagai contoh adalah pembentukan slag dari bahan-bahan anorganik yang terdapat dalam umpan.Dengan cadangan batubara Indonesia yang sangat melimpah, sekitar 36,5 milyar ton, serta dengan dukungan teknologi gasifikasi yang ramah terhadap lingkungan, bisa dihasilkan gas-gas pereduksi untuk menggantikan peranan gas alam.
PEMBENTUKAN GAS H2 DAN CO RAMAH LINGKUNGAN MELALUI GASIFIKASI BATUBARA UNTUK MEREDUKSI BIJIH BESI ahsonul anam
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 1 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.22 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i1.238

Abstract

Ketergantungan pabrik baja terhadap gas alam untuk menghasilkan gas pereduksi bijih besi sangat besar, sehingga dihadapkan pada masalah yang besar oleh karena harga gas alam yang cenderung naik. Oleh karena itu, sumber gas pereduksi selain dari gas alam, teknologi yang mendukung, ekonomis serta ramah terhadap lingkungan, sangat diperlukan, sehingga daya saing di pasaran bisa ditingkatkan dan ketergantungan terhadap gas alam bisa diminimalisasi.Teknologi gasifikasi adalah teknologi yang sangat ramah lingkungan, membentuk polusi yang sangat minim walaupun untuk mengolah bahan-bahan yang sangat “kotor” misalnya batubara dengan kandungan sulfur tinggi. Gasifikasi juga mampu mengurangi sejumlah besar volume padatan, dengan membentuk produk samping yang ramah lingkungan, sebagai contoh adalah pembentukan slag dari bahan-bahan anorganik yang terdapat dalam umpan.Dengan cadangan batubara Indonesia yang sangat melimpah, sekitar 36,5 milyar ton, serta dengan dukungan teknologi gasifikasi yang ramah terhadap lingkungan, bisa dihasilkan gas-gas pereduksi untuk menggantikan peranan gas alam.
RETROFIT ALAT PENYULINGAN AKAR WANGI TRADISIONAL MENGGUNAKAN BOILER BERBAHAN BAKAR LIMBAH RAMAH LINGKUNGAN ahsonul anam
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2004): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.48 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v5i1.291

Abstract

Traditional distillation of akar wangi (Vetiveria zizanioides) using kerosene as a fuel has been used in small industries. The solid waste is burned in open air will emit strong odor which harmful to the environment. In fact, the waste has a caloric value of 3.800 kkal/kg, and by the proper handling, the waste can substitute part of the distillation process energy potentially and can reduce the environment impact caused by incomplete combustion or by the ingredient it self i.e. sulphur oxide and nitrogen oxide. To treat those waste, it is necessary to separate between distillation vessel with the steam generation system.