Gustav Anandhita
Lingkungan Manusia Dan Bangunan Dan Program Studi Arsitektur, Fakultas Arsitektur Dan Desain, Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

BIOMIMIKRI GERAK ADAPTIF TUMBUHAN MIMOSA SEBAGAI FASAD KINETIK Anandhita, Gustav
MODUL Vol 20, No 2 (2020): MODUL vol 20 nomor 2 tahun 2020 (9 articles)
Publisher : architecture department, Engineering faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mdl.20.2.2020.145-150

Abstract

Biomimikri merupakan metode penyelesaian masalah dengan menduplikasi desain, proses dan perilaku mahluk hidup di alam.  Pada penelitian ini proses biomimikri mengambil inspirasi dari tumbuhan genus Mimosa dari keluarga Fabaceae, yang memiliki karakteristik daun yang dapat mengatup atau yang disebut sebagai gerak niktinasti. Penelitian ini bertujuan memperoleh desain arsitektural fasad bangunan dan mengetahui kemampuannya dalam mereduksi tingkat radiasi pada kulit bangunan.  . Untuk mencapai tujuan tersebut, metode penelitian menggunakan mix-methods dari biomimicry thinking. Pertama, penelitian terhadap karakteristik bentuk, respon tumbuhan terhadap suhu serta cahaya, dan mekanisme gerak buka tutup daun tumbuhan genus Mimosa. Kedua, melakukan reinterpretasi desain tumbuhan Mimosa sebagai fasad kinetik menggunakan metode generative model menggunakan GH+Rhino. Ketiga, membuat simulasi untuk analisis radiasi matahari menggunakan Ladybug untuk mengetahui efek dari mekanisme buka tutup fasad kinetik tersebut terhadap nilai radiasi total yang diterima bangunan . Dari hasil analisis diketahui bahwa kinerja fasad kinetik tersebut mampu mengurangi radiasi matahari pada bangunan sampai dengan 26.3%.
SENTUHAN ARSITEKTUR NUSANTARA PADA ILMU KONSTRUKSI BANGUNAN, STRATEGI MENINGKATKAN KUALITAS PENGAJARAN SECARA DARING Ch. Koesmartadi; Gustav Anandhita
ATRIUM: Jurnal Arsitektur Vol. 6 No. 2 (2020): ATRIUM: Jurnal Arsitektur
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/atrium.v6i2.128

Abstract

Title: A Nusantara Architecture Touch on Building Construction Science: A Strategy to  Improve Quality for Online Teaching Covid-19 pandemic hit the world hard, causing so many pedagogical reconfiguration and alteration that forces the world of education to change its approach, particularly in the applied science of architectural. This shift seems to be positive in terms of time available to rediscover and realign its relevance towards local wisdom. Visual communication during online class appears to be more interesting due to its capability to showcasing appealing sketch on PC/laptop or smartphone. This situation gives teacher and lecturer even greater chance to accommodate in-depth local construction materials. In order to achieve better formula, innovation are needed to boost visual appeal. By using online devices, students are capable of capitalizing features which ensure their understanding and focus through 3-D structures and visualization, especially towards roof that has been an instrumental character of Nusantara Architecture.
Starbucks’ expressive space: Reading the visual tectonic of architecture driven by colour system Resza Riskiyanto; Gustav Anandhita
ARSNET Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Architecture Faculty of Engineering Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1492.963 KB) | DOI: 10.7454/arsnet.v2i1.51

Abstract

This paper argues that colour can be seen as a tectonic instrument to visualise spatial order and generate the surface configuration towards the overall form. Colour plays an important role within a space formation system, more than just a decorative element. Colour demonstrates performance that blurs the surface, presents spatial continuity, or emphasises the presence of space through a well-arranged achromatic-polychromatic colour composition. This paper explores various forms of colour combinations in Starbucks’ interior settings to reveal the performance of colour as part of the functional and expressive space formation system. The study utilises Hue, Saturation, and Lightness (HSL) analysis towards multiple case studies of Starbucks to find out to what extent the formation of a colour system that is specifically made for the identity of a product can be implemented on an architectural scale. The findings introduce another logic of colour systems combination that can be used strategically as a basis for designing architectural spaces.
Kajian Empiris Kerusakan Konstruksi Atap Akibat Gempa Bumi Kasus: Padang, Halmahera, Aceh, Lombok, Jogja, Palu, NTT Koesmartadi, Ch.; Moniaga, Christian; Anandhita, Gustav
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 2 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i2.99

Abstract

Kepulauan Indonesia dilalui oleh jalur gempa bumi, dan seringkali peristiwa gempa bumi yang biasanya memakan korban baik manusia maupun rumah-rumah penduduk. Pada umumnya jatuhnya korba dikarenakan gempa itu sendiri melainkan terkena runtuhan atap. Oleh karenananya tujuan tulisan ini adalah mencari tahu sebab terjadinya keruntuhan atap yang cenderung lepas dari tumpuannya, padahal model tumpuan atap sudah digunakan sejak lama, dan selalu berulang digunakan juga terjadi bentuk keruntuhan yang hampir mirip. Data diambil dari beberapa peristiwa gempa bumi yang korbannya adalah masyarakat pengguna bangunan berangka atap. Dari pengamatan empiris kemudian dilakukan analisis secara kualitatif guna melihat tingkat kerusakan bangunan. Hasil menunjukan kerusakan berupa kuda-kuda yang terlepas dari tumpuan dan roboh kebawah atau roboh akibat secara struktur berbentuk empat titik sehingga tiang penyangga dari pondasi ke kuda-kuda roboh kesamping karena tiang tidak berfungsi sebagai pengaku. Penyebab keruntuhan adalah momen horizontal yang berada di tengah atap sehingga ayunan horizontal menjadi besar dan mengalahkan tumpuan.
Anyaman Bambu Sebagai Tulangan Panel Beton Pracetak Anandhita, Gustav
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.6.2.130

Abstract

Bambu merupakan material bangunan yang murah, mudah diperoleh, mudah dikerjakan sendiri oleh masyarakat, terutama di daerah pedesaan, serta ramah lingkungan karena merupakan material alami yang dapat diperbaharui. Selain itu dari hasil penelitian menunjukan bahwa bambu memiliki kuat-tarik cukup tinggi yang setara dengan kuat-tarik baja lunak, sehingga memungkinkan dimanfaatkan sebagai pengganti tulangan baja pada beton. Di Indonesia, salah satu pemanfaatan bambu paling kuno oleh masyarakat adalah dengan cara menganyam bilah-bilah bambu menjadi sebuah bidang atau bentuk tertentu. Proses membuat anyaman oleh masyarakat yang telah berlangsung selama berabad-abad silam tersebut saat ini telah menghasilkan berbagai macam jenis, pola dan motif yang beragam. Selain dari faktor estetika, motif anyaman yang berbeda satu sama lain memunculkaan dugaan bahwa anyaman memiliki fungsi lain yang menarik untuk dikaji lebih lanjut, terutama dari sisi teknik atau engineering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan pola anyaman terhadap kekuatan yang dihasilkan. Pengujian dilakukan dengan cara mengaplikasikan anyaman bambu sebagai tulangan panel beton pracetak, dari hasil yang diperoleh nantinya, dapat diketahui pengaruh pola anyaman terhadap pengurangan defleksi atau lendutan yang terjadi pada panel beton pracetak tersebut. Eksperimen akan dilakukan secara simulasi dengan menggunakan software SAP2000.