Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Nilai Ki Hajar Dewantara di Kampus UPB: Solusi Holistik Kesehatan Mental Gen Z dari Ancaman Bullying: Pengabdian Andriana Gaffar, M.; Nur Zaman, Dede; Ning Wahyuni Budi, Dwi; Taruna Putra, Eka; Nurlaeli, Ely; Fachriyah, Ifa; Nizmah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4717

Abstract

Krisis kesehatan mental pada Generasi Z akibat perundungan (bullying) di lingkungan perguruan tinggi menuntut solusi yang sistemis dan holistik, melampaui sekadar sanksi administratif formal. Kerentanan psikologis mahasiswa di tengah dinamika sosial kawasan industri Cikarang yang kompetitif, sehingga memerlukan restorasi nilai melalui filosofi pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan konsep Tri-Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara ke dalam ekosistem kampus Universitas Pelita Bangsa sebagai strategi preventif perundungan dan perlindungan kesehatan mental mahasiswa. Metode yang digunakan adalah pengabdian kepada masyarakat melalui workshop interaktif, coaching, dan evaluasi partisipatif yang melibatkan 32 mahasiswa semester 1 Jurusan Teknik Informatika. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kognitif yang signifikan, di mana 78,1% mahasiswa kini memahami sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk karakter. Secara empiris, hasil post-test menunjukkan kenaikan skor yang stabil pada seluruh instrumen dibandingkan pre-test, yang membuktikan efektivitas internalisasi nilai dalam mengubah paradigma mahasiswa mengenai dampak klinis bullying terhadap rasa percaya diri. Kesimpulannya, implementasi nilai-nilai Ki Hajar Dewantara berhasil menciptakan kesadaran kolektif dan komitmen strategis yang ditandai dengan rencana pembentukan Satgas PPKS di lingkungan universitas. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya perguruan tinggi untuk mengadopsi kearifan lokal dalam membangun sistem pendukung kesehatan mental yang inklusif, guna mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga memiliki resiliensi karakter yang kuat di era digital.