Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Teori-Teori dalam Komunikasi Massa Winda Kustiawan; Arofah Sri Mulyani MZ Siregar; Frisca Nabila; Khairunisa Harani Harahap; Latifah Aini; Nugi Lahuddini Pulungan; Yughni Faidah
Jutkel: Jurnal Telekomunikasi, Kendali dan Listrik Vol 3 No 2 (2022): Jutkel: Jurnal Telekomunikasi, Kendali dan Listrik
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare kerjasama P3M STKIP Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan perspektif dengan lahirnya keragaman teori-teori komunikasi merefleksikan betapa kompleksnya komunikasi itu sendiri. Hal ini mengingat, komunikasi bukan hanya sekedar aktifitas pertukaran pesan, tapi lebih merasuk pada aspek-aspek kehidupan manusia yang lebih luas dan bersifat kompleks. Itu pula sebabnya, setiap teori komunikasi yang dikembangkan oleh tokohnya memiliki tingkat relatifitas dan subjektivitas yang tinggi, tergantung dari perspektif dan pendekatan yang digunakannya. Penulisan ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Data Sekunder. Tidak menggunakan hipotesis, melainkan hanya mendeskripsikan informasi apa adanya sesuai dengan variabel yang diteliti. Dengan kata lain, data yang diperoleh melalui studi literatur berupa buku untuk mencari teori yang relevan dengan Teori dalam Komunikasi Massa. Adapun data sekunder lainnya untuk mendukung penulisan ini internet adalah jurnal online dan berita.Hasil dari observasi atau penelitian pada akhirnya mencetuskan suatu teori, yang pada nantinya teori ini dapat mengembangkan ilmu itu sendiri, dibantah, digugurkan, atau menciptakan berbagai pertanyaan atau permasalahan keilmuan yang lainnya. Teori bukan sekedar sebuah penjelasan semata. Lebih dari itu teori merupakan sebuah cara pandang bagaimana melihat suatu fenomena, melihat realitas, dan bagaimana cara memahami realitas tersebut. Pengetahuan tentang teori akan membantu memperluas persepsi kita secara objektif dalam melihat suatu fenomena komunikasi dalam kehidupan manusia sehari-hari. Hal yang tak kalah pentingnya lagi adalah bahwa pengetahuan yang lebih komprehensif tentang perbedaan-perbedaan teori komunikasi dapat menambah referensi dalam memahami seluk beluk dan dinamika komunikasi secara utuh.
Analisis Efisiensi Produksi pada Program Tadarusan di Salam TV Andini Nur Bahri; Intan Tursina; Khairunisa Harani Harahap; Latifah Aini; Nur Syahfitri; Tris Supriadi
Jutkel: Jurnal Telekomunikasi, Kendali dan Listrik Vol 3 No 2 (2023): Jutkel: Jurnal Telekomunikasi, Kendali dan Listrik
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare kerjasama P3M STKIP Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadirnya alat-alat komunikasi canggih seperti media audio (radio) dan audiovisual (televisi, internet dan lain-lain) di awal milenium ketiga ini sangat memungkinkan untuk mempercepat jalur informasi dari satu tempat ke tempat lain. Melalui wawancara bersama Sekretaris Salam TV justru dibentuk karena kemuliaan dan besaran hati para ulama dan cendikiawan untuk membangun TV khusus umat Islam di Kota Medan. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Saat siaran berlangsung, tema kajian sudah di share terlebih dahulu agar memudahkan penyiar untuk membedah kesalahan yang mungkin masih terjadi saat proses tadarusan atau bisa dikatakan briefing sebelum acara dimulai. Pelaksanaan produksi program Tadarusan dilakukan setiap Senin hingga Minggu terkecuali Jum’at. Durasi penayangan program ini yaitu dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Mengupload video (publisitas media) oleh tim siaran (MCR) ke platform-platform media sosial mereka. Setiap produksi program radio tentunya dilaksanakan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Begitu juga dengan program Tadarusan yang menghadirkan tayangan bermanfaat tentang dakwah bagi umat muslim untuk mengedukasi tentunya.
Asuhan Keperawatan Pada Tn.T Dengan Diagnosa Acute Decompensated Heart Failure (ADHF) Di Ruang Hcu Rsud Padang Pariaman Latifah Aini; Linda Marni; Hilma Yessi; Debby Silvia Dewi
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.1906

Abstract

Acute Decompensated Heart Failure (ADHF) is a cardiovascular emergency characterized by an acute deterioration in heart function that requires immediate treatment. ADHF is a global health issue, with approximately 3 million cases reported annually. In Indonesia, the prevalence of heart disease is 0.85%, while in West Sumatra Province it is 0.87%. Medical record data at Padang Pariaman Regional General Hospital show an increase in ADHF cases, with 100 cases in the past year in the HCU ward. This case study aims to provide an overview of the implementation of nursing care for patients with ADHF. The method used was a case study employing a nursing process approach through observation and interviews, conducted over 5 days from February 25 to March 1, 2026, in the HCU Ward of Padang Pariaman Regional General Hospital on one patient diagnosed with ADHF. The results of the case study revealed five primary nursing problems: decreased cardiac output, ineffective airway clearance, acute pain, activity intolerance, and sleep pattern disturbance. Interventions were implemented over 5 days, focusing on cardiac care, airway management, pain management, energy management, and sleep support. Evaluation showed a gradual improvement in the patient’s condition, with sleep disturbances resolved by day 2, acute pain resolved by day 3 with a pain score of 2, airway clearance resolved by day 4, The decreased cardiac output resolved by day 5, with an oxygen saturation of 98%, and activity intolerance was partially resolved. It is hoped that the patient and family will follow the healthcare providers’ recommendations, maintain a healthy lifestyle, and attend regular follow-up visits at a healthcare facility to prevent recurrence.