Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PEMELIHARAAN LINGKUNGAN HIDUP BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN WARGA DESA WATUTULIS KECAMATAN PRAMBON DARI LIMBAH POSPAK Prabawangi, Rani Prita; Fatanti, Megasari Noer; Ridhoi, Ronal; Pramesti, Lilya Windi; Alfianistiawati, Rohmatin
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.47580

Abstract

Hasil penelitian Ecoton menyatakan sekitar 37% aliran sungai Brantas tercemar oleh bekas popok sekali pakai (pospak). Kondisi tersebut semakin diperparah dengan adanya kepercayaan warga lokal akan penyakit suleten, yang akan menjangkiti bayi dan batita jika pospak tidak dibuang ke sungai. Dengan harga yang jauh lebih murah daripada popok kain, masyarakat cenderung memilih pospak sebagai kebutuhan dasar bayi dan batita mereka. Namun, sebagian besar orang tua masih belum memahami bagaimana cara yang benar dalam membuang dan mengelola sampah pospak bekas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi kader PKK dan Posyandu Desa Watutulis sebanyak 60 orang terkait (1) cara membuang sampah pospak yang benar dan (2) literasi informasi menangkal hoaks seputar pospak. Metode pelaksanaan terbagi menjadi (1) perencanaan (diskusi dan wawancara dengan mitra); (2) pelaksanaan sosialisasi dan edukasi terkait bahaya membuang popok sekali pakai ke sungai dan hoaks seputas pospak; dan (3) evaluasi kegiatan melalui kuis dan pengisian kuesioner yang dibagikan kepada kader posyandu dan PKK Desa Watutulis Kecamatan Prambon Sidoarjo. Hasil post-test menunjukkan bahwa peserta memahami bahaya membuang sampah pospak  ke sungai, faktor penyebab suleten,  serta tertarik untuk mendaur ulang sampah pospaknya. Oleh karena itu, sebagai bentuk kelanjutan program, pihak mitra meminta untuk mengadakan program sosialisasi serupa dengan target sasaran yang lebih luas agar masyarakat dapat lebih teredukasi khususnya terkait limbah pospak.
EVALUASI KEGIATAN PENDAMPINGAN LITERASI DIGITAL “HOAKS” PADA KELOMPOK PENGAJIAN PEREMPUAN Alfianistiawati, Rohmatin; Herjati Putra Dionchi, Pramana; Bararah, Hasna; Noer Fatanti, Megasari
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EVALUATION OF “HOAX” DIGITAL LITERATURE ASSISTANCEACTIVITIES IN WOMEN'S RECITATION GROUP The increasing circulation of false/hoax information amid the increasing number of internet users in Indonesia is why understanding media literacy, especially digital information, needs to be given to all levels of society, including housewives (IRT), who are often actors who spread hoaxes and affected victims. This article discusses efforts to increase the understanding of the study group about "hoaxes" by providing digital literacy assistance. This research is intended to increase awareness of information literacy in digital media for women, especially mothers who are members of the recitation group in Jatirejoyoso Village, Kepanjen District, Malang Regency. The aims of this study are: (1) to find out what the Jatirejoyoso recitation groups use on social media, (2) can participants distinguish between true and false information after the service activity?, (3) how can the participants avoid hoax news?. The research uses descriptive qualitative data collection techniques through observation, semi-structured interviews, and focused group discussions. The activity results show that Whatsapp and Facebook are favourite platforms for mothers to find and disseminate information. On the other hand, the post-test results show that the informants can distinguish between accurate and hoax information, such as fraudulent messages received via SMS/Whatsapp or information with bombastic titles without source information. One of the informants admitted that the effort to avoid hoaxes or news was to ask family members at home, religious leaders (Ustad/Ustadzah), or even tell each other about a community meeting. So far, this strategy has effectively prevented mothers from the threat of fake news or hoaxes. Peredaran informasi palsu/hoaks yang semakin tinggi ditengah peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia menjadi alasan bahwa pemahaman literasi media khususnya informasi digital perlu diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali para ibu rumah tangga (IRT) yang kerapkali menjadi aktor penyebar hoaks maupun korban terdampak. Artikel ini membahas mengenai upaya peningkatan pemahaman kelompok pengajian tentang hoaks melalui kegiatan pendampingan literasi digital. Penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran literasi informasi media digital bagi perempuan, khususnya ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok pengajian di Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui media sosial apa yang digunakan oleh para kelompok pengajian Jatirejoyoso, (2) apakah pasca kegiatan pengabdian peserta dapat membedakan informasi benar dan hoaks?, (3) bagaimana para peserta agar terhindar dari berita hoaks?. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan focus group discussions. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Whatsapp dan Facebook menjadi platform favorit bagi ibu-ibu untuk mencari dan menyebarkan informasi. Di lain sisi, hasil post test menunjukkan bahwa informan memiliki kemampuan dasar membedakan antara informasi yang benar dan hoaks, seperti misalnya pesan penipuan yang diterima melalui SMS/Whatsapp maupun informasi dengan judul bombastis tanpa keterangan sumber. Salah satu informan mengakui bahwa upaya terhindar dari hoaks atau berita yaitu bertanya kepada anggota keluarga se rumah, pemuka agama (Ustad/Ustadzah), atau bahkan saling menyampaikan ketika ada pertemuan warga. Selama ini strategi tersebut cukup efektif menghindarkan ibu-ibu dari ancaman berita palsu atau hoaks.