Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Relationship Between BMI, Hemoglobin Levels, and Dur ation of Hemodialysis with Blood Pressure Changes Pressure at Praya Hospital Juna, Pande Agus Arta; Utama , Lalu Buly Fatrahady; Lestari, Novianti Anggie; Sherliyanah, Sherliyanah
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i1.8461

Abstract

Hemodialysis (HD) is a kidney replacement therapy by filtrating blood outside the body using a dialysis machine. Intradialysis complications such as hypotension and intradialysis hypertension are one of the abnormal conditions that occur during the hemodialysis process. The purpose of this study in RSUD Praya was to evaluate the relationship between IMT, hemoglobin level, and duration of hemodialysis with changes in blood pressure during the hemodialysis process. This study used a cross-sectional approach and was observational quantitative analytic in nature. Sampling was done using the total sampling method. The sample size of this study was 45 samples. Data were tested using spearmen rank. The findings of 45 respondents, most of them have stable blood pressure 24 people (53.3%), while 10 people (22.2%) have decreased blood pressure, and 11 people (24.4%) have increased blood pressure. There was a significant correlation between body mass index and blood pressure changes (p=0.028). Hemoglobin levels were not associated with blood pressure changes (p=0.574). There was a strong relationship between hemodialysis duration and blood pressure changes (p=0.009). There is a relationship between BMI, duration of hemodialysis and blood pressure changes during hemodialysis process and there is no relationship between hemoglobin levels and blood pressure changes during hemodialysis process. The conclusion is that body mass index and duration of hemodialysis affect blood pressure changes in hemodialysis patients at Praya Regional Hospital, while hemoglobin levels have no influence on blood pressure changes in hemodialysis patients at Praya Regional Hospital.
Hubungan Kepatuhan Menjalani Terapi, Kecemasan, dan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisa Berusia Lanjut di RSUD Kota Mataram Mahendra, I Kadek Tirta; Sherliyanah, Sherliyanah; Bagiansa, Mamang; Imam, Lalu Yogi Prasetio
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.19005

Abstract

ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) with hemodialysis (HD) therapy has a high prevalence in Indonesia, particularly among individuals aged 55-64 years. Routine HD significantly impacts patients' lifestyles, and non-compliance can lead to severe complications, including death. Patients often experience anxiety due to pain, dependence, and social changes, affecting their quality of life. Family support plays a crucial role in encouraging and enhancing patients' emotional well-being. This study highlights the relationship between therapy compliance, anxiety, family support, and the quality of life of elderly hemodialysis patients at RSUD Kota Mataram. Objective to determine the relationship between therapy compliance, anxiety, and family support with the quality of life of elderly hemodialysis patients at RSUD Kota Mataram in 2024. A quantitative, observational analytic study with a cross-sectional design. Data collection was conducted using questionnaires, and data were analyzed using the Kendall Tau correlation test with a significance threshold of p-value ≤ 0.05. Bivariate analysis showed a significant relationship between therapy compliance and quality of life (p-value 0.003), anxiety and quality of life (p-value 0.039), and family support and quality of life (p-value < 0.001) among elderly hemodialysis patients at RSUD Kota Mataram. There is a significant relationship between therapy compliance, anxiety, and family support with the quality of life of elderly hemodialysis patients at RSUD Kota Mataram in 2024. Keywords: Therapy Compliance, Anxiety, Family Support, Quality of Life  ABSTRAK Penyakit Ginjal Kronis (PGK) dengan terapi hemodialisis (HD) memiliki prevalensi tinggi di Indonesia, terutama pada usia 55-64 tahun. HD yang dilakukan rutin memengaruhi pola hidup pasien, dan ketidakpatuhan dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian. Pasien sering menghadapi kecemasan akibat nyeri, ketergantungan, dan perubahan sosial, yang berdampak pada kualitas hidup. Dukungan keluarga berperan penting dalam memberikan semangat dan meningkatkan kesejahteraan emosional pasien. Penelitian ini menyoroti hubungan kepatuhan terapi, kecemasan, dukungan keluarga, dan kualitas hidup pasien lansia hemodialisis di RSUD Kota Mataram. Tujuan mengetahui hubungan kepatuhan menjalani terapi, kecemasan, dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien hemodialisa berusia lanjut Di RSUD Kota Mataram tahun 2024. Penelitian kuantitatif metode observasional analitik dengan pengambilan data secara cross sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji korelasiKendall Tau dengan batas nilai signifikansi p-value ≤ 0,05. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan menjalani terapi dengan kualitas hidup (p-value 0,003), kecemasan dengan kualitas hidup (p-value 0,039), dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup (p-value < 0,001) pada pasien hemodialisa berusia lanjut di RSUD Kota Mataram. Terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan menjalani terapi, kecemasan, dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien hemodialisa berusia lanjut Di RSUD Kota Mataram tahun 2024. Kata Kunci: Kepatuhan Menjalani Terapi, Kecemasan, Dukungan Keluarga, Kualitas Hidup
Prevalence and Characteristics of Breast Cancer Patients in Mataram City for the 2015-2020 Period Made Agus Suanjaya; S Sherliyanah; Sukandriani Utami
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2: June 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.59 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i2.958

Abstract

Angka kejadian kanker tertinggi pada perempuan adalah kanker payudara. Terbatasnya data yang terstruktur dan meningkatnya kejadian kanker payudara di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui gambaran prevalensi dan karakteristik kanker payudara di Kota Mataram tahun 2015-2020.Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif menggunakan data rekam medis. Populasi pada penelitian ini adalah semua penderita kanker payudara yang berdomisili di Kota Mataram pada tahun 2015-2020 sebanyak 420 orang. Pada penelitian ini didapatkan karakteristik penderita kanker payudara terbanyak berjenis kelamin perempuan 99.52%, berasal dari kecamatan Mataram 29.76%, dengan status perkawinan menikah 99.05%, sebagai ibu rumah tangga 90.02%, suku Sasak 82.62% dan beragama Islam 89.53%. Dengan usia insiden tertinggi pada usia 41-50 tahun 36.43%, mengenai payudara sebelah kiri 54.52% dengan stadium III (LABC) 47.15% dan gambaran histopatologi invasive ductal carcinoma  63.81% yang pada penegakan diagnosisnya dengan operasi biopsi. Penderita kanker payudara pada penelitian ini sebagian besar mendapat terapi operasi 99,28 %, dengan penyebaran terbanyak pada kelenjar getah bening axilla 78% dan metastasis jauhnya ke paru-paru 31%. Angka kematian pada penelitian ini sebanyak 5.48%. Penderita kanker payudara di Kota Mataram mempunyai rentang usia yang lebih muda dibandingkan dengan penderita kanker payudara di negara Barat. Angka kematian penderita kanker payudara di Kota Mataram cukup tinggi, disebabkan oleh keterlambatan penderita datang berobat dan lemahnya deteksi dini, dimana dari hasil penelitian didapatkan penderita kanker payudara terbanyak terdata pada stadium lanjut.
Perbandingan antara Efektivitas Kombinasi Tramadol Ketorolac Intravena dengan Tramadol Intravena pada Penangangan Nyeri Fraktur Sherliyanah, Sherliyanah; Utami, Sukandriani; Wismantara, I Komang Agus Tri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4396

Abstract

Kurangnya uji klinis acak terkontrol untuk memeriksa efektivitas kombinasi tramadol-ketorolak dengan tramadol saja adalah alasan mengapa terapi tersebut belum dimasukkan ke dalam praktek klinis rutik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas kombinasi tramadol ketorolac intravena dengan tramadol intravena pada penangangan nyeri fraktur. Penelitian ini merupakan uji klinis acak terkontrol (RCT) dengan desain double-blind untuk membandingkan efektivitas analgesia intravena antara ketorolac, kombinasi tramadol-ketorolac, dan tramadol. Subjek terdiri dari 60 pasien dewasa di RSUD Kota Mataram, Januari-November 2023, dengan kriteria nyeri VAS ≥ 5. Teknik pengumpulan data menggunakan consecutive random sampling dan dianalisis menggunakan SPSS 17.0. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk, dan perbandingan antar kelompok dianalisis menggunakan uji T dengan standar nilai p<0,05. Hasil analisis univariat penelitian ini menunjukkan mayoritas subjek berusia 46-55 tahun (43.3%), perempuan (66.7%), dengan BMI normal (68.3%) dan diagnosis fraktur tertutup (80%). Terdapat perbedaan signifikan dalam penurunan nilai VAS sebelum dan sesudah pemberian ketorolac, kombinasi tramadol-ketorolac, serta tramadol intravena. Penurunan VAS paling tinggi terlihat pada tramadol 2mg/kgBB IV. Uji statistik menunjukkan perbedaan bermakna antara ketorolac 1mg/kgBB vs kombinasi tramadol-ketorolac, ketorolac 1mg/kgBB vs tramadol 2mg/kgBB, dan kombinasi tramadol-ketorolac vs tramadol 2mg/kgBB (p<0,05). Pemberian tramadol 2mg/kgBB intravena lebih efektif menurunkan nyeri dibandingkan ketorolac atau kombinasi tramadol-ketorolac pada pasien fraktur.
Hubungan Pengetahuan Ibu, Pendapatan, dan Sarana Air Bersih Terhadap Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja PUSKESMAS Dompu Kota Kabupaten Dompu Safitri, Nastiti Aisyah Defita; Mardiah, Aena; Sherliyanah, Sherliyanah; Benvenuto, Ananta Fittonia
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 1 (2025): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i1.14546

Abstract

This study aims to analyze the relationship between maternal knowledge, family income, and access to clean water with the incidence of diarrhea in children under five in the working area of Dompu Kota Public Health Center, Dompu Regency. The research employed a cross-sectional design involving 222 mothers with children under five as respondents. Data were collected through guided interviews using questionnaires and analyzed using the chi-square test. The study results showed that (1) 68.9% of children under five experienced diarrhea. (2) The majority of mothers had low levels of knowledge (54.5%) and came from families with low income (54.1%). (3) Bivariate analysis indicated a significant relationship between maternal knowledge (p=0.013) and family income (p=0.048) with the incidence of diarrhea. (4) There is no significant relationship was found between access to clean water and the incidence of diarrhea (p=0.291). (5) Risk factors for diarrhea include low maternal knowledge regarding prevention and economic constraints that limit access to sanitation and healthcare. This study emphasizes the importance of improving health education for mothers and enhancing socioeconomic conditions and environmental sanitation to reduce the prevalence of diarrhea in children under five.
Izin Edar Sebagai Legalitas Usaha Kosmetik Berdasarkan Undang-Undang Kesehatan Tahun 2023 Dan Peraturan Bpom : Studi Kasus Pelanggaran Klaim Izin Edar Oleh Wbs Cosmetic Lalu Anugrah Nugraha; Maya Pramudita; Dewi Puspitorini Husodo; Sherliyanah; I Komang Tresna; Umu Istikharoh; Emirald Isfihan; Francis Maryanne Pattynama
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis tata cara perolehan izin edar (legalitas) kosmetik di Indonesia sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta bentuk sanksi hukum terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan izin edar, dengan implementasi pada studi kasus WBS Cosmetic. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang Kesehatan memberikan dasar normatif mengenai kewajiban setiap pelaku usaha untuk memperoleh izin edar sebelum produk beredar sebagai jaminan keamanan, mutu, dan khasiat produk kosmetik. Sementara itu, Peraturan BPOM Nomor 12 Tahun 2020 menjadi pedoman teknis yang mengatur prosedur, dokumen, dan mekanisme pengajuan notifikasi secara daring melalui sistem BPOM. Pelanggaran terhadap kewajiban izin edar diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 80 Tahun 2020 dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023, yang menetapkan sanksi administratif berupa peringatan tertulis, pencabutan izin, hingga penutupan akses daring, serta dapat dikenakan sanksi pidana jika terdapat unsur kesengajaan atau penipuan. Kasus WBS Cosmetic di Lombok Timur menjadi contoh konkret pelanggaran izin edar, di mana produk dimusnahkan meskipun dinyatakan aman, karena tidak memenuhi kewajiban hukum perizinan, sehingga melanggar hak konsumen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.  
The Relationship Between Parenting Styles, Self-Esteem and Peer Support on Anxiety in Grade XI Students of SMAN 5 Mataram Widyasari, Ni Luh Rani; Adiwibawa, Danang Nur; Sherliyanah, Sherliyanah; Nirmala, Suci
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11519

Abstract

Individuals with high self esteem tend to be more confident and are therefore more capable of effectively coping with various situations, which ultimately reduces the likelihood of social anxiety. Peer support represents a form of affection from peers in the form of attention, assistance, and appreciation, providing both physical and psychological comfort through social interaction. This study aims to determine the relationship between parenting styles, self-esteem, and peer support on anxiety in 11th-grade students at SMAN 5 Mataram. This research utilized an observational analytical design with a cross-sectional method. The sample for this study included 92 students who were chosen through total random sampling. Data was gathered by using questionnaires to assess parenting styles, self-esteem, peer support, and anxiety levels. The analysis of the data was carried out with univariate and bivariate techniques employing the Spearman rank sum test. The findings indicated a notable correlation between authoritarian parenting styles and anxiety among 11th-grade students at SMAN 5 Mataram, with a p-value of 0.049 (p-value <0.05), signifying that Ho was rejected. There is a connection between self-esteem and anxiety in class XI students of SMAN 5 Mataram with a p-value of 0.005 (p-value <0.05), indicating that Ho is rejected. Additionally, there is a link between peer support and anxiety among class XI students of SMAN 5 Mataram with a p-value of 0.000 (p-value <0.05), which also means Ho is rejected. In summary, it can be concluded that there is an association between parenting styles and anxiety, a connection between self-esteem and anxiety, and a relationship between peer support and anxiety.
Hubungan Intensitas Nyeri Sendi, Aktivitas Fisik dan Kualitas Tidur dengan Kualitas Hidup Lansia di Puskesmas Pagesangan Jundini, Dyah Farah; Sherliyanah, Sherliyanah; Anditiarina, Dasti; Rinayu, Nisia Putri
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nhhfkg26

Abstract

Penurunan kualitas hidup pada lansia sering dipengaruhi oleh keluhan nyeri sendi, rendahnya aktivitas fisik, serta gangguan kualitas tidur. Di Puskesmas Pagesangan, keluhan musculoskeletal termasuk dalam sepuluh besar penyakit terbanyak pada lansia, sehingga diperlukan kajian ilmiah untuk memahami faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan intensitas nyeri sendi, aktivitas fisik, dan kualitas tidur dengan kualitas hidup lansia di Puskesmas Pagesangan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan rancangan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 110 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner EQ-5D-5L untuk kualitas hidup, PASE untuk aktivitas fisik, SQS untuk kualitas tidur, serta Numeric Rating Scale (NRS) untuk intensitas nyeri sendi, yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami nyeri sendi sedang (46,4%), aktivitas fisik buruk (58,2%), kualitas tidur buruk (36,4%), dan kualitas hidup buruk (39,1%). Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas nyeri sendi, aktivitas fisik, dan kualitas tidur dengan kualitas hidup lansia (p < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah bahwa peningkatan aktivitas fisik, pengendalian nyeri sendi, serta perbaikan kualitas tidur berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. The Relationship between Joint Pain Intensity, Physical Activity and Sleep Quality with the Quality of Life of the Elderly at Pagesangan Community Health Center Abstract The decline in quality of life among older adults is often associated with joint pain, low physical activity, and poor sleep quality. In Pagesangan Public Health Center, musculoskeletal disorders are among the ten most common diseases in the elderly, indicating the urgency of this study. This research aimed to analyze the relationship between joint pain intensity, physical activity, and sleep quality with the quality of life of older adults. A quantitative correlational study with a cross-sectional design was conducted involving 110 elderly respondents selected through purposive sampling. Data were collected using the EQ-5D-5L questionnaire to measure quality of life, the Physical Activities Scale for the Elderly (PASE) for physical activity, the Sleep Quality Scale (SQS) for sleep quality, and the Numeric Rating Scale (NRS) for joint pain intensity. All instruments were tested and declared valid and reliable. Data analysis consisted of univariate and bivariate analysis using the Spearman Rank correlation test with SPSS software. The results showed that most respondents experienced moderate joint pain (46.4%), poor physical activity (58.2%), poor sleep quality (36.4%), and poor quality of life (39.1%). Statistical analysis indicated significant relationships between joint pain intensity, physical activity, and sleep quality with the quality of life of older adults (p < 0.05). In conclusion, managing joint pain, improving physical activity, and enhancing sleep quality are important factors in improving the quality of life of the elderly.