Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pendidikan Pesantren Menjawab Tantangan Sosial di Era Digital Kholifah, Azhar
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2811

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan manusia pada umumnya dan khususnya dalam pendidikan. Kondisi ini sering disebut dengan Era digital. Era digital diartikan dengan kondisi dimana segala sesuatunya digantungkan pada internet yang mendominasi secara masif mulai dari sektor ekonomi, kesenian, olahraga, pemerintahan, sosial, pendidikan, dan sebagainya. Hadirnya era digital ini, merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari oleh siapapun dan oleh pihak manapun, begitu halnya oleh pendidikan Islam sendiri. Pendidikan islam yang selama ini dianggap merupakan pendidikan yang ideal dengan sistem perpaduan keseimbangannya antara urusan dunia dan akhirat, pun butuh dan harus berupaya menghadirkan perangkat digital dalam sistem pendidikannya sebagai tujuan dan upaya dalam membentuk generasi yang berketrampilan, mampu menguasai ilmu praktis sebagai bekal kehidupan dimasa mendatang, tentunya tanpa meninggalkan nilai-nilai keislamannya. Pendidikan Islam diharapkan mampu mengakomodir era digital untuk meneguhkan keeksitensiannya sekaligus menjadi cerminan pendidikan yang memiliki kualitas dan kuantitas dalam tatanan global. Situasi ini tentu memerlukan upaya-upaya strategis untuk mengkonfersi peluang guna menentukan strategi yang tepat dan sesuai mulai dari perencenaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, sampai pada evaluasi dan dengan keterlibatan komponen-komponen seperti tujuan, sumberdaya manusia, kurikulum, lingkungan, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi-strategi atau siasat apa saja atau bagaimana upaya yang dilakukan oleh pondok pesantren kaitannya dalam menghadapi sekaligus menjawab tantangan sosial digital, dengan mengambil tempat pada lembaga pendidikan pondok pesantren Al-Islam Joresan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pendekatan fenomenologi digunakan untuk mengungkap atau mengetahui fenomena sosial yang terjadi pada masyarakat, fenomena perkembangan zaman, dan khususnya untuk mengungkap strategi pendidikan pesantren dalam menjawab tantangan sosial di era digital. Kemudian dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  kegiatan yang dilakukan mulai dari literasi digital, kemudian program ekstrakurikuler, dilanjutkan dengan keorganisasian,  upgrading guru dan amaliyatu tadris menunjukkan adanya interkoneksi atau kesinambungan sebagai upaya pondok pesantren dalam menghadapi era sosial digital. Kata Kunci: Pendidikan, Pesantren, Era Digital
Strategi Pendidikan Pesantren Menjawab Tantangan Sosial di Era Digital Kholifah, Azhar
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2811

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan manusia pada umumnya dan khususnya dalam pendidikan. Kondisi ini sering disebut dengan Era digital. Era digital diartikan dengan kondisi dimana segala sesuatunya digantungkan pada internet yang mendominasi secara masif mulai dari sektor ekonomi, kesenian, olahraga, pemerintahan, sosial, pendidikan, dan sebagainya. Hadirnya era digital ini, merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari oleh siapapun dan oleh pihak manapun, begitu halnya oleh pendidikan Islam sendiri. Pendidikan islam yang selama ini dianggap merupakan pendidikan yang ideal dengan sistem perpaduan keseimbangannya antara urusan dunia dan akhirat, pun butuh dan harus berupaya menghadirkan perangkat digital dalam sistem pendidikannya sebagai tujuan dan upaya dalam membentuk generasi yang berketrampilan, mampu menguasai ilmu praktis sebagai bekal kehidupan dimasa mendatang, tentunya tanpa meninggalkan nilai-nilai keislamannya. Pendidikan Islam diharapkan mampu mengakomodir era digital untuk meneguhkan keeksitensiannya sekaligus menjadi cerminan pendidikan yang memiliki kualitas dan kuantitas dalam tatanan global. Situasi ini tentu memerlukan upaya-upaya strategis untuk mengkonfersi peluang guna menentukan strategi yang tepat dan sesuai mulai dari perencenaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, sampai pada evaluasi dan dengan keterlibatan komponen-komponen seperti tujuan, sumberdaya manusia, kurikulum, lingkungan, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi-strategi atau siasat apa saja atau bagaimana upaya yang dilakukan oleh pondok pesantren kaitannya dalam menghadapi sekaligus menjawab tantangan sosial digital, dengan mengambil tempat pada lembaga pendidikan pondok pesantren Al-Islam Joresan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pendekatan fenomenologi digunakan untuk mengungkap atau mengetahui fenomena sosial yang terjadi pada masyarakat, fenomena perkembangan zaman, dan khususnya untuk mengungkap strategi pendidikan pesantren dalam menjawab tantangan sosial di era digital. Kemudian dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  kegiatan yang dilakukan mulai dari literasi digital, kemudian program ekstrakurikuler, dilanjutkan dengan keorganisasian,  upgrading guru dan amaliyatu tadris menunjukkan adanya interkoneksi atau kesinambungan sebagai upaya pondok pesantren dalam menghadapi era sosial digital. Kata Kunci: Pendidikan, Pesantren, Era Digital
Kit I-Ied Model Innovation Student Learning Interest In Islamic Education Study Program Kholifah, Azhar; Sholihah, Alfiani Rif’atus
Journal of Action Research in Education Vol. 3 No. 1: 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jare.v3i1.204

Abstract

The advancement of learning innovation in the 5.0 era is characterized by the integration of modern technologies, such as the Internet of Things and artificial intelligence, as well as big data analysis that focuses on a more personalized and interactive learning experience. In the current context, education in this setting should not only be oriented towards the mastery of material or theory but also be able to develop critical and creative skills, especially in facing global challenges. Project-based learning, collaboration between students, and the combined use of digital platforms are important elements in creating an inclusive and adaptive learning environment. By utilizing this technology, it is expected to increase both effectiveness and efficiency in the learning process and to form work-ready individuals. This research aims to explore one of the learning models in the 5.0 era in an effort to increase interest in learning in higher education by using the Kit I-Ied learning model innovation. The Kit I-Ied learning model innovation is a development of the Kit I-Sir learning model innovation. Kit I-Ied offers the use of learning models by covering three aspects of education, namely cognitive, psychomotor, and affective, with the latest technology in the form of queezezz applications. This research uses a qualitative approach, where data is obtained through interview and observation techniques. The results showed that integrating digital technology, in this case the Kit I-Ied model, as an innovation in the Islamic Education study program was able to increase student interest in learning, as evidenced by the creativity and critical analytical level of students who were enthusiastic about attending lectures. Keywords: Learning Innovation, I-Ied Kit, Islamic Religious Education